<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bamsoet Nilai Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS Harus Melalui Pertimbangan Matang</title><description>Bamsoet mendukung apapun keputusan yang diambil pemerintah terkait wacana pemulangan 660 WNI eks kombatan ISIS ke Tanah Air</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165816/bamsoet-nilai-wacana-pemulangan-wni-eks-isis-harus-melalui-pertimbangan-matang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165816/bamsoet-nilai-wacana-pemulangan-wni-eks-isis-harus-melalui-pertimbangan-matang"/><item><title>Bamsoet Nilai Wacana Pemulangan WNI Eks ISIS Harus Melalui Pertimbangan Matang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165816/bamsoet-nilai-wacana-pemulangan-wni-eks-isis-harus-melalui-pertimbangan-matang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/09/337/2165816/bamsoet-nilai-wacana-pemulangan-wni-eks-isis-harus-melalui-pertimbangan-matang</guid><pubDate>Minggu 09 Februari 2020 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/09/337/2165816/bamsoet-nilai-wacana-pemulangan-wni-eks-isis-harus-melalui-pertimbangan-matang-8PDfTHW8l9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/09/337/2165816/bamsoet-nilai-wacana-pemulangan-wni-eks-isis-harus-melalui-pertimbangan-matang-8PDfTHW8l9.jpg</image><title>Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung apapun keputusan yang diambil pemerintah terkait wacana pemulangan 660 Warga Negara Indonesia (WNI) eks kombatan ISIS ke Tanah Air. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan wacana pemulangan itu harus melalui pertimbangan matang dan cermat.
Menurut Bamsoet, jika pemerintah tidak siap untuk mengantisipasi ekses negatif yang mungkin timbul akibat kepulangan WNI eks kombatan ISIS, sebaiknya segera mengambil keputusan dan menghentikan wacana pemulangan tersebut. Sebab, jika polemik pemulangan WNI eks kombatan ISIS terus dibiarkan menjadi bola liar, berpotensi merusak kondusivitas di dalam negeri.
&quot;Melihat dinamika yang berkembang saat ini, masyarakat sepertinya lebih mendambakan terjaganya stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Sedangkan komunitas pengusaha berharap pemerintah all out mengeliminasi semua hambatan berbisnis. Pada dua agenda inilah hendaknya pemerintah berfokus,&quot; kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Baca Juga: Pemerintah Diperkirakan Akan Tentukan WNI Eks ISIS Pada Mei atau Juni
Namun begitu, jika pemerintah memutuskan untuk menerima WNI eks ISIS tersebut kembali te Indonesia, pemerintah diminta untuk siap dengan berbagai program khusus derakalisasi dan penanaman kembali nilai-nilai kebangsaan kepada mereka.
&quot;Walaupun tidak terlalu khawatir dan keberatan jika pemerintah benar-benar telah siap dengan segala resikoknya menerima para WNI eks kombatan ISIS untuk kembali, namun saya mengajak pemerintah untuk lebih memahami suasana kebatinan masyarakat saat ini. Setelah ketidaknyamanan sepanjang tahun politik 2019 lalu, kini masyarakat lebih mendambakan terjaganya stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Mewujudkan hal ini saja masih tidak mudah, karena di sana sini masih saja ada perilaku intoleran dan diskriminatif,&quot; ujar Bamsoet.Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 ini menuturkan, masalah  terorisme masih menjadi persoalan serius hingga saat ini. Peristiwa  penusukan Jenderal purnawirawan TNI Wiranto semasa masih menjabat Menko  Polhukam harus dilihat sebagai bukti nyata ancaman itu. Bahkan,  sepanjang bulan Desember 2019, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri  masih melakukan penangkapan sejumlah terduga teroris di Yogyakarta,  Papua, Aceh hingga Kota Bima di NTB.
&quot;Pemerintah harus sudah  benar-benar siap untuk melakukan cuci otak dengan nilai-nilai Pancasila  atau deradikalisasi jika memutuskan menerima kepulangan WNI eks kombatan  ISIS. Pemerintah juga harus berhitung dengan cermat. Sebab, Wacana ini  mestinya dikaitkan dengan fakta tentang ancaman nyata dari sel-sel  teroris di dalam negeri,&quot; urai Bamsoet.
Bamsoet mengingatkan, jika  pemerintah tidak siap dengan program deradikalisasi yang matang dan  cermat, akan sangat riskan menerima kehadiran para WNI eks kombatan  ISIS. Artinya, memulangkan 660 eks kombatan ISIS tentu saja akan  menambah dan membuat masalah semakin pelik.
&quot;Bisa dipastikan bahwa  deradikalisasi terhadap mereka menjadi sangat tidak mudah, karena  mereka secara sepihak sudah mencampakan status WNI-nya. Karenanya, harus  ada program khusus deradikalisasi yang matang dan parameter yang jelas  jika pemerintah ingin memulangkan mereka. Sehingga, mereka bisa kembali  lagi kepada nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai kebangsaan serta  nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara,&quot; pungkas Bamsoet.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung apapun keputusan yang diambil pemerintah terkait wacana pemulangan 660 Warga Negara Indonesia (WNI) eks kombatan ISIS ke Tanah Air. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan wacana pemulangan itu harus melalui pertimbangan matang dan cermat.
Menurut Bamsoet, jika pemerintah tidak siap untuk mengantisipasi ekses negatif yang mungkin timbul akibat kepulangan WNI eks kombatan ISIS, sebaiknya segera mengambil keputusan dan menghentikan wacana pemulangan tersebut. Sebab, jika polemik pemulangan WNI eks kombatan ISIS terus dibiarkan menjadi bola liar, berpotensi merusak kondusivitas di dalam negeri.
&quot;Melihat dinamika yang berkembang saat ini, masyarakat sepertinya lebih mendambakan terjaganya stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Sedangkan komunitas pengusaha berharap pemerintah all out mengeliminasi semua hambatan berbisnis. Pada dua agenda inilah hendaknya pemerintah berfokus,&quot; kata Bamsoet di Jakarta, Minggu (9/2/2020).

Baca Juga: Pemerintah Diperkirakan Akan Tentukan WNI Eks ISIS Pada Mei atau Juni
Namun begitu, jika pemerintah memutuskan untuk menerima WNI eks ISIS tersebut kembali te Indonesia, pemerintah diminta untuk siap dengan berbagai program khusus derakalisasi dan penanaman kembali nilai-nilai kebangsaan kepada mereka.
&quot;Walaupun tidak terlalu khawatir dan keberatan jika pemerintah benar-benar telah siap dengan segala resikoknya menerima para WNI eks kombatan ISIS untuk kembali, namun saya mengajak pemerintah untuk lebih memahami suasana kebatinan masyarakat saat ini. Setelah ketidaknyamanan sepanjang tahun politik 2019 lalu, kini masyarakat lebih mendambakan terjaganya stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Mewujudkan hal ini saja masih tidak mudah, karena di sana sini masih saja ada perilaku intoleran dan diskriminatif,&quot; ujar Bamsoet.Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 ini menuturkan, masalah  terorisme masih menjadi persoalan serius hingga saat ini. Peristiwa  penusukan Jenderal purnawirawan TNI Wiranto semasa masih menjabat Menko  Polhukam harus dilihat sebagai bukti nyata ancaman itu. Bahkan,  sepanjang bulan Desember 2019, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri  masih melakukan penangkapan sejumlah terduga teroris di Yogyakarta,  Papua, Aceh hingga Kota Bima di NTB.
&quot;Pemerintah harus sudah  benar-benar siap untuk melakukan cuci otak dengan nilai-nilai Pancasila  atau deradikalisasi jika memutuskan menerima kepulangan WNI eks kombatan  ISIS. Pemerintah juga harus berhitung dengan cermat. Sebab, Wacana ini  mestinya dikaitkan dengan fakta tentang ancaman nyata dari sel-sel  teroris di dalam negeri,&quot; urai Bamsoet.
Bamsoet mengingatkan, jika  pemerintah tidak siap dengan program deradikalisasi yang matang dan  cermat, akan sangat riskan menerima kehadiran para WNI eks kombatan  ISIS. Artinya, memulangkan 660 eks kombatan ISIS tentu saja akan  menambah dan membuat masalah semakin pelik.
&quot;Bisa dipastikan bahwa  deradikalisasi terhadap mereka menjadi sangat tidak mudah, karena  mereka secara sepihak sudah mencampakan status WNI-nya. Karenanya, harus  ada program khusus deradikalisasi yang matang dan parameter yang jelas  jika pemerintah ingin memulangkan mereka. Sehingga, mereka bisa kembali  lagi kepada nilai-nilai Pancasila, nilai-nilai kebangsaan serta  nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara,&quot; pungkas Bamsoet.</content:encoded></item></channel></rss>
