<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ritual Pembakaran 24 Naga Akhiri Imlek dan Cap Go Meh 2571</title><description>Ritual ini sebagai penutup perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2571 di Kabupaten Kubu Raya Kota Pontianak</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/09/340/2165811/ritual-pembakaran-24-naga-akhiri-imlek-dan-cap-go-meh-2571</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/09/340/2165811/ritual-pembakaran-24-naga-akhiri-imlek-dan-cap-go-meh-2571"/><item><title>Ritual Pembakaran 24 Naga Akhiri Imlek dan Cap Go Meh 2571</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/09/340/2165811/ritual-pembakaran-24-naga-akhiri-imlek-dan-cap-go-meh-2571</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/09/340/2165811/ritual-pembakaran-24-naga-akhiri-imlek-dan-cap-go-meh-2571</guid><pubDate>Minggu 09 Februari 2020 20:12 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/09/340/2165811/ritual-pembakaran-24-naga-akhiri-imlek-dan-cap-go-meh-2571-D2lLdadvyU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ritual Pembakaran Replika Naga (Foto: Okezone/Ade)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/09/340/2165811/ritual-pembakaran-24-naga-akhiri-imlek-dan-cap-go-meh-2571-D2lLdadvyU.jpg</image><title>Ritual Pembakaran Replika Naga (Foto: Okezone/Ade)</title></images><description>PONTIANAK - Sebanyak 24 replika naga dibakar di halaman Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020).
Ritual ini sebagai penutup perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2571 di Kabupaten Kubu Raya Kota Pontianak. Sebelum dibakar, replika naga ini sudah berkeliling kota dan lingkungan masyarakat sejak 13 hari setelah Imlek, atau 3 hari sebelum Cap Go Meh.
Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak Hendry Pangestu Lim menjelaskan, ritual pembakaran replika naga ini dipercayai masyarakat Tionghoa bertujuan untuk mengembalikan roh naga ke khayangan.
&amp;ldquo;Saat replika naga ini melakukan ritual buka mata, artinya kita memanggil naga ke bumi. Nah, untuk mengembalikannya ke khayangan, kita lakukan ritual bakar naga,&amp;rdquo; jelas Hendry.
Replika naga beragam ukuran dan dari berbagai yayasan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya itu dibakar usai melaksanakan ritual tutup mata naga di Kelenteng Kwan Tie Bio.

Baca Juga: Perayaan Cap Go Meh, Pawai Naga Bersinar di Pontianak Pukau Ribuan Penonton
Sebelum dibakar, para pemain naga dari puluhan yayasan berkumpul untuk sembahyang di Yayasan Bhakti Suci. Satu per satu naga kemudian menampilkan aksi terakhirnya di hadapan warga yang hadir. Kemudian, replika naga didoakan terlebih dahulu untuk selanjutnya dibakar.
&quot;Karena makhluk dari khayangan sebelumnya dipanggil, maka setelah selesai perayaan Cap Go Meh maka yang dipanggil dikirim kembali ke khayangan dengan cara replika naga tersebut dibakar,&quot; tuturnya.
Hendry berharap, selesainya ritual pembakaran replika naga ini Kalimantan Barat khususnya, dan seluruh Indonesia pada umumnya dapat aman, tentram dan makmur. Dapat terhindar dari masalah apapun.Sebelumnya, para replika naga ini menjalani ritual buka mata di  Kelenteng Kwan Tie Bio, Jalan Diponegoro, Kecamatan Pontianak Kota, Kota  Pontianak pada Kamis (6/2/2020) pagi.
Satu per satu naga itu  bergiliran maju ke depan kelenteng untuk menjalani ritual buka mata.  Ritual ini dipimpin oleh seorang suhu. Kadang disebut lauya. Sang suhu  sebelumnya melakukan sembahyang kepada dewa di dalam kelenteng tersebut.
Sang  suhu yang memimpin ritual ini menyalakan dupa yang dilanjutkan dengan  memercikkan air yang telah dibacakan mantra. Bagian ekor dan kepala naga  dilukis dengan kuas dan tinta bersama rapalan mantra.
Sang suhu  kemudian membuka mata replika naga yang sebelumnya ditutup menggunakan  kain merah. Setelah terbuka, replika naga ini sudah sah dan boleh  beratraksi atau pawai mengelilingi lingkungan.
Ritual buka mata  naga ini biasanya dilaksanakan setiap tanggal 13 bulan pertama Imlek  (hari ke-13 setelah perayaan Imlek) atau dua hari sebelum Cap Go Meh.
Ritual  buka mata naga ini untuk mengawali dimulainya pertualangan para naga  untuk berkeliling kota dalam rangka memeriahkan pelaksanaan perayaan  Imlek 2571 dan Festival Cap Go Meh 2020.
Selama tiga naga-naga ini berkeliling dan mengunjungi rumah-rumah warga da kantor pemerintahan untuk mengusir roh-roh jahat.</description><content:encoded>PONTIANAK - Sebanyak 24 replika naga dibakar di halaman Taman Pemakaman Yayasan Bhakti Suci di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (9/2/2020).
Ritual ini sebagai penutup perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2571 di Kabupaten Kubu Raya Kota Pontianak. Sebelum dibakar, replika naga ini sudah berkeliling kota dan lingkungan masyarakat sejak 13 hari setelah Imlek, atau 3 hari sebelum Cap Go Meh.
Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak Hendry Pangestu Lim menjelaskan, ritual pembakaran replika naga ini dipercayai masyarakat Tionghoa bertujuan untuk mengembalikan roh naga ke khayangan.
&amp;ldquo;Saat replika naga ini melakukan ritual buka mata, artinya kita memanggil naga ke bumi. Nah, untuk mengembalikannya ke khayangan, kita lakukan ritual bakar naga,&amp;rdquo; jelas Hendry.
Replika naga beragam ukuran dan dari berbagai yayasan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya itu dibakar usai melaksanakan ritual tutup mata naga di Kelenteng Kwan Tie Bio.

Baca Juga: Perayaan Cap Go Meh, Pawai Naga Bersinar di Pontianak Pukau Ribuan Penonton
Sebelum dibakar, para pemain naga dari puluhan yayasan berkumpul untuk sembahyang di Yayasan Bhakti Suci. Satu per satu naga kemudian menampilkan aksi terakhirnya di hadapan warga yang hadir. Kemudian, replika naga didoakan terlebih dahulu untuk selanjutnya dibakar.
&quot;Karena makhluk dari khayangan sebelumnya dipanggil, maka setelah selesai perayaan Cap Go Meh maka yang dipanggil dikirim kembali ke khayangan dengan cara replika naga tersebut dibakar,&quot; tuturnya.
Hendry berharap, selesainya ritual pembakaran replika naga ini Kalimantan Barat khususnya, dan seluruh Indonesia pada umumnya dapat aman, tentram dan makmur. Dapat terhindar dari masalah apapun.Sebelumnya, para replika naga ini menjalani ritual buka mata di  Kelenteng Kwan Tie Bio, Jalan Diponegoro, Kecamatan Pontianak Kota, Kota  Pontianak pada Kamis (6/2/2020) pagi.
Satu per satu naga itu  bergiliran maju ke depan kelenteng untuk menjalani ritual buka mata.  Ritual ini dipimpin oleh seorang suhu. Kadang disebut lauya. Sang suhu  sebelumnya melakukan sembahyang kepada dewa di dalam kelenteng tersebut.
Sang  suhu yang memimpin ritual ini menyalakan dupa yang dilanjutkan dengan  memercikkan air yang telah dibacakan mantra. Bagian ekor dan kepala naga  dilukis dengan kuas dan tinta bersama rapalan mantra.
Sang suhu  kemudian membuka mata replika naga yang sebelumnya ditutup menggunakan  kain merah. Setelah terbuka, replika naga ini sudah sah dan boleh  beratraksi atau pawai mengelilingi lingkungan.
Ritual buka mata  naga ini biasanya dilaksanakan setiap tanggal 13 bulan pertama Imlek  (hari ke-13 setelah perayaan Imlek) atau dua hari sebelum Cap Go Meh.
Ritual  buka mata naga ini untuk mengawali dimulainya pertualangan para naga  untuk berkeliling kota dalam rangka memeriahkan pelaksanaan perayaan  Imlek 2571 dan Festival Cap Go Meh 2020.
Selama tiga naga-naga ini berkeliling dan mengunjungi rumah-rumah warga da kantor pemerintahan untuk mengusir roh-roh jahat.</content:encoded></item></channel></rss>
