<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dalam Forum Bisnis di Australia, Presiden Jokowi Pastikan Omnibus Law Akan Permudah Investasi</title><description>Presiden Jokowi menyebut omnibus law akan menciptakan iklim investasi di Indonesia menjadi lebih baik</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166391/dalam-forum-bisnis-di-australia-presiden-jokowi-pastikan-omnibus-law-akan-permudah-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166391/dalam-forum-bisnis-di-australia-presiden-jokowi-pastikan-omnibus-law-akan-permudah-investasi"/><item><title>Dalam Forum Bisnis di Australia, Presiden Jokowi Pastikan Omnibus Law Akan Permudah Investasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166391/dalam-forum-bisnis-di-australia-presiden-jokowi-pastikan-omnibus-law-akan-permudah-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166391/dalam-forum-bisnis-di-australia-presiden-jokowi-pastikan-omnibus-law-akan-permudah-investasi</guid><pubDate>Senin 10 Februari 2020 21:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/10/337/2166391/dalam-forum-bisnis-di-australia-presiden-jokowi-pastikan-omnibus-law-akan-permudah-investasi-GhnBp4sJNb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kunjungan Presiden Jokowi ke Australia (Foto: Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/10/337/2166391/dalam-forum-bisnis-di-australia-presiden-jokowi-pastikan-omnibus-law-akan-permudah-investasi-GhnBp4sJNb.jpg</image><title>Kunjungan Presiden Jokowi ke Australia (Foto: Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut omnibus law akan menciptakan iklim investasi di Indonesia menjadi lebih baik. Pasalnya, sekelumit aturan yang ada akan disederhanakan.
Hal tersebut dikatakan Jokowi saat menghadiri Indonesia-Australia Business Roundtable yang digelar di Canberra Room, Hotel Hyatt, Canberra, Australia, Senin (10/2/2020).
&quot;Komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik akan terus saya lakukan. Kali ini saya coba once and for all melalui dikeluarkannya omnibus law. Omnibus law ini akan menyederhanakan semua peraturan dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Saya targetkan omnibus law selesai pada semester I tahun 2020 ini,&quot; kata Jokowi sebagaimana dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah chief executive officer (CEO) dari perusahaan-perusahaan swasta Australia tersebut, Jokowi juga memaparkan lima hal yang akan menjadi prioritas di periode kedua pemerintahannya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Demokrasi, HAM hingga Toleransi saat Pidato di Australia
Kelima prioritas tersebut adalah pembangunan sumber daya manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur, menyederhanakan regulasi, memangkas birokrasi, dan transformasi ekonomi dari ketergantungan sumber daya alam menjadi manufaktur berdaya saing dan jasa yang modern.
&quot;Anda pastinya melihat pembangunan infrastruktur besar-besaran yang kami lakukan dalam 5 tahun yang lalu. Jalan tol, pelabuhan, bandara baru, pembangkit listrik. Pembangunan infrastruktur telah ikut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik lebih dari 5 persen. Pembangunan infrastruktur juga merupakan aset jangka panjang yang akan terus menopang pertumbuhan ekonomi,&quot; paparnya.Jokowi juga bersyukur bahwa Indonesia dan Australia memiliki  pandangan yang sama untuk menciptakan ekonomi terbuka yang adil dan  saling menguntungkan. Oleh karena itu, ia menyambut baik selesainya  proses ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership  Agreement (IA-CEPA).
&quot;Kita harus pastikan pelaksanaan IA-CEPA  akan menguntungkan rakyat kedua negara. Kita harus tunjukkan bahwa  pengaturan seperti CEPA dapat saling menguntungkan, dapat menciptakan win-win solution,&quot; ujarnya.
&quot;Oleh  karena itu, IA-CEPA bukan hanya menghapuskan tarif bea masuk di antara  kedua negara. Namun juga harus membuka peluang investasi Australia di  berbagai sektor. Dan harapan saya juga membuka arus pergerakan manusia  antara kedua negara,&quot; tambahnya.

Secara keseluruhan, Kepala Negara  memandang bahwa hubungan ekonomi Indonesia-Australia cukup baik, namun  belum mencerminkan potensi yang ada. Oleh karena itu, IA-CEPA harus  benar-benar menjadi pendorong bagi meningkatnya hubungan ekonomi.
&quot;Kita  harus fokus pada kerja sama yang dapat membuahkan hasil cepat dalam 100  hari pertama pascaratifikasi IA-CEPA. Di situlah masyarakat kita akan  paham bahwa IA-CEPA membawa manfaat,&quot; jelasnya.
Kemitraan ekonomi  yang strategis tersebut, lanjut Presiden, akan ditopang dengan kemitraan  geostrategis yang kokoh. Menurutnya, Indonesia dan Australia adalah  mitra di ASEAN, mitra di Indo-Pacific, mitra di Pacific, dan mitra di  banyak isu internasional.
&quot;Dengan demikian, tidak ada alasan bagi dua negara kita untuk tidak berhubungan dengan baik,&quot; imbuhnya.Di  akhir sambutannya, Presiden mengajak semua pihak untuk  meningkatkan  kerja sama dengan Indonesia dan meningkatkan investasi di  Indonesia.  Presiden juga mendorong para CEO yang hadir untuk tidak  segan  berkonsultasi dengan Menko Perekonomian dan para pengurus Kamar  Dagang  dan Industri (KADIN) Indonesia apabila ada masalah yang dihadapi  ataupun  apabila ada peluang usaha baru.
&quot;Indonesia is open for business. Saya meyakini, pilihan kalian untuk bekerja sama dengan Indonesia sangat tepat,&quot; tandasnya.
Turut  mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu, Menteri  Koordinator  Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri  Koordinator  Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri  Retno  Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri  Perdagangan Agus  Suparmanto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan  Kepala Badan  Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, dan Duta  Besar Indonesia  untuk Australia Yohanes Legowo.
Selain itu, hadir pula Ketua KADIN  Rosan Roeslani beserta  jajarannya, dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda  Indonesia (Hipmi) Mardani  H. Maming.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut omnibus law akan menciptakan iklim investasi di Indonesia menjadi lebih baik. Pasalnya, sekelumit aturan yang ada akan disederhanakan.
Hal tersebut dikatakan Jokowi saat menghadiri Indonesia-Australia Business Roundtable yang digelar di Canberra Room, Hotel Hyatt, Canberra, Australia, Senin (10/2/2020).
&quot;Komitmen untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik akan terus saya lakukan. Kali ini saya coba once and for all melalui dikeluarkannya omnibus law. Omnibus law ini akan menyederhanakan semua peraturan dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Saya targetkan omnibus law selesai pada semester I tahun 2020 ini,&quot; kata Jokowi sebagaimana dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah chief executive officer (CEO) dari perusahaan-perusahaan swasta Australia tersebut, Jokowi juga memaparkan lima hal yang akan menjadi prioritas di periode kedua pemerintahannya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Demokrasi, HAM hingga Toleransi saat Pidato di Australia
Kelima prioritas tersebut adalah pembangunan sumber daya manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur, menyederhanakan regulasi, memangkas birokrasi, dan transformasi ekonomi dari ketergantungan sumber daya alam menjadi manufaktur berdaya saing dan jasa yang modern.
&quot;Anda pastinya melihat pembangunan infrastruktur besar-besaran yang kami lakukan dalam 5 tahun yang lalu. Jalan tol, pelabuhan, bandara baru, pembangkit listrik. Pembangunan infrastruktur telah ikut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup baik lebih dari 5 persen. Pembangunan infrastruktur juga merupakan aset jangka panjang yang akan terus menopang pertumbuhan ekonomi,&quot; paparnya.Jokowi juga bersyukur bahwa Indonesia dan Australia memiliki  pandangan yang sama untuk menciptakan ekonomi terbuka yang adil dan  saling menguntungkan. Oleh karena itu, ia menyambut baik selesainya  proses ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership  Agreement (IA-CEPA).
&quot;Kita harus pastikan pelaksanaan IA-CEPA  akan menguntungkan rakyat kedua negara. Kita harus tunjukkan bahwa  pengaturan seperti CEPA dapat saling menguntungkan, dapat menciptakan win-win solution,&quot; ujarnya.
&quot;Oleh  karena itu, IA-CEPA bukan hanya menghapuskan tarif bea masuk di antara  kedua negara. Namun juga harus membuka peluang investasi Australia di  berbagai sektor. Dan harapan saya juga membuka arus pergerakan manusia  antara kedua negara,&quot; tambahnya.

Secara keseluruhan, Kepala Negara  memandang bahwa hubungan ekonomi Indonesia-Australia cukup baik, namun  belum mencerminkan potensi yang ada. Oleh karena itu, IA-CEPA harus  benar-benar menjadi pendorong bagi meningkatnya hubungan ekonomi.
&quot;Kita  harus fokus pada kerja sama yang dapat membuahkan hasil cepat dalam 100  hari pertama pascaratifikasi IA-CEPA. Di situlah masyarakat kita akan  paham bahwa IA-CEPA membawa manfaat,&quot; jelasnya.
Kemitraan ekonomi  yang strategis tersebut, lanjut Presiden, akan ditopang dengan kemitraan  geostrategis yang kokoh. Menurutnya, Indonesia dan Australia adalah  mitra di ASEAN, mitra di Indo-Pacific, mitra di Pacific, dan mitra di  banyak isu internasional.
&quot;Dengan demikian, tidak ada alasan bagi dua negara kita untuk tidak berhubungan dengan baik,&quot; imbuhnya.Di  akhir sambutannya, Presiden mengajak semua pihak untuk  meningkatkan  kerja sama dengan Indonesia dan meningkatkan investasi di  Indonesia.  Presiden juga mendorong para CEO yang hadir untuk tidak  segan  berkonsultasi dengan Menko Perekonomian dan para pengurus Kamar  Dagang  dan Industri (KADIN) Indonesia apabila ada masalah yang dihadapi  ataupun  apabila ada peluang usaha baru.
&quot;Indonesia is open for business. Saya meyakini, pilihan kalian untuk bekerja sama dengan Indonesia sangat tepat,&quot; tandasnya.
Turut  mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu, Menteri  Koordinator  Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri  Koordinator  Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri  Retno  Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri  Perdagangan Agus  Suparmanto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan  Kepala Badan  Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, dan Duta  Besar Indonesia  untuk Australia Yohanes Legowo.
Selain itu, hadir pula Ketua KADIN  Rosan Roeslani beserta  jajarannya, dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda  Indonesia (Hipmi) Mardani  H. Maming.</content:encoded></item></channel></rss>
