<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB : 994.932 Jiwa Mengungsi Akibat Bencana sejak Awal 2020</title><description>Pengungsi terbanyak ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166392/bnpb-994-932-jiwa-mengungsi-akibat-bencana-sejak-awal-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166392/bnpb-994-932-jiwa-mengungsi-akibat-bencana-sejak-awal-2020"/><item><title>BNPB : 994.932 Jiwa Mengungsi Akibat Bencana sejak Awal 2020</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166392/bnpb-994-932-jiwa-mengungsi-akibat-bencana-sejak-awal-2020</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/10/337/2166392/bnpb-994-932-jiwa-mengungsi-akibat-bencana-sejak-awal-2020</guid><pubDate>Senin 10 Februari 2020 21:39 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/10/337/2166392/bnpb-994-932-jiwa-mengungsi-akibat-bencana-sejak-awal-2020-HKMyR68zUA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga mengungsi saat banjir rendam kawasan Cipinang Melayu. (Foto : Dok Okezone.com/Puteranegara Batubara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/10/337/2166392/bnpb-994-932-jiwa-mengungsi-akibat-bencana-sejak-awal-2020-HKMyR68zUA.jpg</image><title>Warga mengungsi saat banjir rendam kawasan Cipinang Melayu. (Foto : Dok Okezone.com/Puteranegara Batubara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 994.932 orang menderita dan mengungsi akibat bencana yang terjadi sejak awal 2020.
Pengungsi terbanyak ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
&amp;ldquo;Sebanyak 994.932 orang tercatat menderita dan mengungsi akibat bencana. Tiga wilayah provinsi dengan jumlah bencana tinggi yaitu Jawa Tengah 119 kejadian, Jawa Barat 72 dan  Jawa Timur 69,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Senin (10/2/2020).
Selain mengakibatkan warga mengungsi, bencana yang terjadi sejak awal tahun hingga minggu ketiga Februari 2020 telah menyebabkan 94 jiwa melayang. Rinciannya, 86 orang meninggal akibat bencana banjir, 5 orang tewas akibat tanah longsor, dan 3 lainnya meninggal karena puting beliung.
&amp;ldquo;Korban meninggal dunia 94 orang dan hilang 2 orang,&amp;rdquo; ujar Agus.
Selain itu, bencana yang terjadi juga mengakibatkan kerusakan terhadap infrastruktur, seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.



&amp;ldquo;Jumlah total rumah rusak dengan kategori rusak berat (RB) mencapai 2.512 unit, rusak sedang (RS) 1,725 dan rusak ringan 6.707,&amp;rdquo; kata Agus.

Ia melanjutkan, kerusakan infrastruktur lain seperti fasilitas pendidikan berjumlah 142, peribadatan 121, perkantoran 47 dan kesehatan 11.
&amp;ldquo;Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori rusak sedang disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi,&amp;rdquo; katanya.
Sebagaimana diketahui, BNPB mencatat sejak awal tahun 2020 hingga minggu ketiga Februari, setidaknya terjadi 455 bencana di seluruh Tanah Air.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 994.932 orang menderita dan mengungsi akibat bencana yang terjadi sejak awal 2020.
Pengungsi terbanyak ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
&amp;ldquo;Sebanyak 994.932 orang tercatat menderita dan mengungsi akibat bencana. Tiga wilayah provinsi dengan jumlah bencana tinggi yaitu Jawa Tengah 119 kejadian, Jawa Barat 72 dan  Jawa Timur 69,&amp;rdquo; kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Senin (10/2/2020).
Selain mengakibatkan warga mengungsi, bencana yang terjadi sejak awal tahun hingga minggu ketiga Februari 2020 telah menyebabkan 94 jiwa melayang. Rinciannya, 86 orang meninggal akibat bencana banjir, 5 orang tewas akibat tanah longsor, dan 3 lainnya meninggal karena puting beliung.
&amp;ldquo;Korban meninggal dunia 94 orang dan hilang 2 orang,&amp;rdquo; ujar Agus.
Selain itu, bencana yang terjadi juga mengakibatkan kerusakan terhadap infrastruktur, seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.



&amp;ldquo;Jumlah total rumah rusak dengan kategori rusak berat (RB) mencapai 2.512 unit, rusak sedang (RS) 1,725 dan rusak ringan 6.707,&amp;rdquo; kata Agus.

Ia melanjutkan, kerusakan infrastruktur lain seperti fasilitas pendidikan berjumlah 142, peribadatan 121, perkantoran 47 dan kesehatan 11.
&amp;ldquo;Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori rusak sedang disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi,&amp;rdquo; katanya.
Sebagaimana diketahui, BNPB mencatat sejak awal tahun 2020 hingga minggu ketiga Februari, setidaknya terjadi 455 bencana di seluruh Tanah Air.
</content:encoded></item></channel></rss>
