<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amerika Serikat Tuding 4 Tentara China Bobol Data Perusahaan Kartu Kredit</title><description>Keempat orang tersebut diduga anggota Lembaga Penelitian Angkatan Darat ke-54 Tentara Pembebasan Rakyat China.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/11/18/2166522/amerika-serikat-tuding-4-tentara-china-bobol-data-perusahaan-kartu-kredit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/11/18/2166522/amerika-serikat-tuding-4-tentara-china-bobol-data-perusahaan-kartu-kredit"/><item><title>Amerika Serikat Tuding 4 Tentara China Bobol Data Perusahaan Kartu Kredit</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/11/18/2166522/amerika-serikat-tuding-4-tentara-china-bobol-data-perusahaan-kartu-kredit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/11/18/2166522/amerika-serikat-tuding-4-tentara-china-bobol-data-perusahaan-kartu-kredit</guid><pubDate>Selasa 11 Februari 2020 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/11/18/2166522/amerika-serikat-tuding-4-tentara-china-bobol-data-perusahaan-kartu-kredit-oaWgnj4M2F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">4 orang yang diduga anggota Tentara China yang meretas Equifax. (Foto/FBI/BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/11/18/2166522/amerika-serikat-tuding-4-tentara-china-bobol-data-perusahaan-kartu-kredit-oaWgnj4M2F.jpg</image><title>4 orang yang diduga anggota Tentara China yang meretas Equifax. (Foto/FBI/BBC)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) menuduh empat perwira militer China melakukan serangan siber kepada perusahaan penyimpanan data kartu kredit, Equifax.
Sebanyak 147 juta data pengguna kartu kredit warga AS tereskpos, yang meliputi nama pemilik kartu, nomor jaminan sosial, tanggal lahir, alamat dan nomor izin surat mengemudi. Beberapa pelanggan dari Inggris dan Kanada juga terpengaruh.
Mengutip BBC, Selasa (11/2/2020) Jaksa Agung William Barr dalam dakwaannya menyebut peretasan yang terjadi pada 2017, itu merupakan salah satu pelanggaran data terbesar dalam sejarah.
Menurut dokumen pengadilan, keempat orang tersebut diduga anggota Lembaga Penelitian Angkatan Darat ke-54 Tentara Pembebasan Rakyat China.
Mereka menghabiskan berminggu-minggu meretas sistem perusahaan, membobol jaringan keamanan dan mencuri data pribadi.
Keberadaan para tersangka tidak diketahui dan sulit diadili di AS.
&quot;Kami tidak bisa menahan mereka, mengadili mereka di pengadilan, dan mengunci mereka, mungkin bukan hari ini,&quot; kata Wakil Direktur FBI (Badan Intelijen AS) David Bowdich.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) menuduh empat perwira militer China melakukan serangan siber kepada perusahaan penyimpanan data kartu kredit, Equifax.
Sebanyak 147 juta data pengguna kartu kredit warga AS tereskpos, yang meliputi nama pemilik kartu, nomor jaminan sosial, tanggal lahir, alamat dan nomor izin surat mengemudi. Beberapa pelanggan dari Inggris dan Kanada juga terpengaruh.
Mengutip BBC, Selasa (11/2/2020) Jaksa Agung William Barr dalam dakwaannya menyebut peretasan yang terjadi pada 2017, itu merupakan salah satu pelanggaran data terbesar dalam sejarah.
Menurut dokumen pengadilan, keempat orang tersebut diduga anggota Lembaga Penelitian Angkatan Darat ke-54 Tentara Pembebasan Rakyat China.
Mereka menghabiskan berminggu-minggu meretas sistem perusahaan, membobol jaringan keamanan dan mencuri data pribadi.
Keberadaan para tersangka tidak diketahui dan sulit diadili di AS.
&quot;Kami tidak bisa menahan mereka, mengadili mereka di pengadilan, dan mengunci mereka, mungkin bukan hari ini,&quot; kata Wakil Direktur FBI (Badan Intelijen AS) David Bowdich.</content:encoded></item></channel></rss>
