<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Siaga Potensi Banjir pada Februari-Maret</title><description>BNPB menyatakan, pihaknya tetap memantau dan mengikuti pola yang akan dikeluarkan oleh pihak BMKG.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/11/337/2166913/bnpb-siaga-potensi-banjir-pada-februari-maret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/11/337/2166913/bnpb-siaga-potensi-banjir-pada-februari-maret"/><item><title>BNPB Siaga Potensi Banjir pada Februari-Maret</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/11/337/2166913/bnpb-siaga-potensi-banjir-pada-februari-maret</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/11/337/2166913/bnpb-siaga-potensi-banjir-pada-februari-maret</guid><pubDate>Selasa 11 Februari 2020 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/11/337/2166913/bnpb-siaga-potensi-banjir-pada-februari-maret-IgSBRrHvEg.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja (Foto: Okezone.com/Sarah Hutagaol)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/11/337/2166913/bnpb-siaga-potensi-banjir-pada-februari-maret-IgSBRrHvEg.JPG</image><title>Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernardus Wisnu Widjaja (Foto: Okezone.com/Sarah Hutagaol)</title></images><description>JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bernardus Wisnu Widjaja memastikan pihaknya akan tetap siaga terkait puncak hujan yang diprediksi bakal terjadi pada pertengahan Februari.
&quot;Di bulan Februari itu harus kita waspadai, bahkan sampai pertengahan Maret. Jadi, kita masih siaga di situ,&quot; ucap Wisnu saat ditemui di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020).
Kendati demikian, BNPB terus mengikuti perkembangan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perubahan-perubahan cuaca yang akan terjadi.
&quot;Ya, kita terus menginformasikan, mengingatkan terus karena kita sifatnya mendukung. Jadi kita mendukung itu, mendukung informasi,&quot; tuturnya.
Senada dengan Wisnu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, pihaknya tetap memantau dan mengikuti pola yang akan dikeluarkan oleh pihak BMKG.

&quot;Kita mengikuti warning dari BMKG. Jadi, BMKG sudah merilis bahwa puncaknya itu kan bulan Februari, itu biasanya kan dia akan meng-updatenya rutin kepada perubahan-perubahan. Kita mengikuti setiap pola seperti yang disampaikan oleh BMKG,&quot; papar Agus.
&quot;Nah, itu kita secara umum me-warning untuk memberitahu ke seluruh pimpinan kepala daerah, kemudian kita juga melakukan sosialisasi publikasi lewat website, twitter, rilis, supaya masyarakat mengindahkan apa yang di-warning sama BMKG,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bernardus Wisnu Widjaja memastikan pihaknya akan tetap siaga terkait puncak hujan yang diprediksi bakal terjadi pada pertengahan Februari.
&quot;Di bulan Februari itu harus kita waspadai, bahkan sampai pertengahan Maret. Jadi, kita masih siaga di situ,&quot; ucap Wisnu saat ditemui di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020).
Kendati demikian, BNPB terus mengikuti perkembangan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perubahan-perubahan cuaca yang akan terjadi.
&quot;Ya, kita terus menginformasikan, mengingatkan terus karena kita sifatnya mendukung. Jadi kita mendukung itu, mendukung informasi,&quot; tuturnya.
Senada dengan Wisnu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, pihaknya tetap memantau dan mengikuti pola yang akan dikeluarkan oleh pihak BMKG.

&quot;Kita mengikuti warning dari BMKG. Jadi, BMKG sudah merilis bahwa puncaknya itu kan bulan Februari, itu biasanya kan dia akan meng-updatenya rutin kepada perubahan-perubahan. Kita mengikuti setiap pola seperti yang disampaikan oleh BMKG,&quot; papar Agus.
&quot;Nah, itu kita secara umum me-warning untuk memberitahu ke seluruh pimpinan kepala daerah, kemudian kita juga melakukan sosialisasi publikasi lewat website, twitter, rilis, supaya masyarakat mengindahkan apa yang di-warning sama BMKG,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
