<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Kera Liar Serbu Perumahan, Jarah Hasil Kebun dan Makanan Warga</title><description>Warga perbukitan Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ratusan kera datang menjarah kebun dan rumah mereka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/11/512/2166808/ratusan-kera-liar-serbu-perumahan-jarah-hasil-kebun-dan-makanan-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/11/512/2166808/ratusan-kera-liar-serbu-perumahan-jarah-hasil-kebun-dan-makanan-warga"/><item><title>Ratusan Kera Liar Serbu Perumahan, Jarah Hasil Kebun dan Makanan Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/11/512/2166808/ratusan-kera-liar-serbu-perumahan-jarah-hasil-kebun-dan-makanan-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/11/512/2166808/ratusan-kera-liar-serbu-perumahan-jarah-hasil-kebun-dan-makanan-warga</guid><pubDate>Selasa 11 Februari 2020 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/11/512/2166808/ratusan-kera-liar-serbu-perumahan-jarah-hasil-kebun-dan-makanan-warga-n1KTPzR4tH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/11/512/2166808/ratusan-kera-liar-serbu-perumahan-jarah-hasil-kebun-dan-makanan-warga-n1KTPzR4tH.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SUKOHARJO - Warga perbukitan Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ratusan kera datang menjarah kebun dan rumah mereka.

Serangan kera liar itu diduga karena  faktor belum tersedianya bahan pangan alam di atas bukit.

Sukidi, Warga Sungsan, Desan Gentan, Kecamatan Bulu Sukidi, Selasa (11/2/2020) mengatakan, kawanan kera liar sering terlihat saat siang hingga sore hari seperti dikutip dari KRJogja.

Kera turun dari atas bukit Batu Seribu, Bulu dalam jumlah banyak dan langsung menjarah bahan pangan milik warga. Bahkan kera liar juga mengambil hasil perkebunan milik warga seperti singkong, kacang dan pisang.

&amp;ldquo;Kawanan kera liar itu seperti sering saya lihat saat siang hari berkeliaran di sekitar SDN Gentan 2 Bulu saat siang hari. Kera mencabut tanaman singkong dan pisang di kebun milik sekolah. Bahkan bahan pangan yang ada di rumah warga juga diambil,&amp;rdquo; ujarnya.

Kawanan kera liar sudah terlihat sejak musim kemarau tahun 2019 lalu. Namun, Sukidi menjelaskan, serangan kawanan kera liar sekarang sudah sedikit reda karena memasuki musim hujan.

&amp;ldquo;Meski sudah musim hujan tapi kawanan kera liar masih turun bukit dan menjarah pangan warga. Sebab di atas bukit sana kebutuhan pangan alam seperti buah belum banyak. Disisi lain populasi kera justru bertambah banyak atau tidak sebanding,&amp;rdquo; lanjutnya.

Sukidi mengatakan, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan. Namun penanganan belum bisa tuntas dilakukan mengingat kawanan kera liar yang ditangani jumlahnya sangat banyak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri  Maryanto mengatakan, sudah mendengar keluhan warga. Kawanan kera liar  memang masih terlihat turun bukit dan menjarah bahan pangan warga di  kebun.

Serangan tersebut diduga karena faktor kebutuhan pangan alam pohon  buah di atas bukit belum semuanya berbuah. Selain itu kondisi sekarang  tidak sebanding antara stok pangan buah dengan banyaknya populasi kera  liar.

&amp;ldquo;Habitat alam kera liar itu memang di atas bukit dan mereka turun  mencari makan. Karena di bawah bukit merupakan perkampungan warga maka  kawanan kera liar itu menjarah hasil kebun seperti singkong, pisang,  kacang dan lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.
</description><content:encoded>SUKOHARJO - Warga perbukitan Batu Seribu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ratusan kera datang menjarah kebun dan rumah mereka.

Serangan kera liar itu diduga karena  faktor belum tersedianya bahan pangan alam di atas bukit.

Sukidi, Warga Sungsan, Desan Gentan, Kecamatan Bulu Sukidi, Selasa (11/2/2020) mengatakan, kawanan kera liar sering terlihat saat siang hingga sore hari seperti dikutip dari KRJogja.

Kera turun dari atas bukit Batu Seribu, Bulu dalam jumlah banyak dan langsung menjarah bahan pangan milik warga. Bahkan kera liar juga mengambil hasil perkebunan milik warga seperti singkong, kacang dan pisang.

&amp;ldquo;Kawanan kera liar itu seperti sering saya lihat saat siang hari berkeliaran di sekitar SDN Gentan 2 Bulu saat siang hari. Kera mencabut tanaman singkong dan pisang di kebun milik sekolah. Bahkan bahan pangan yang ada di rumah warga juga diambil,&amp;rdquo; ujarnya.

Kawanan kera liar sudah terlihat sejak musim kemarau tahun 2019 lalu. Namun, Sukidi menjelaskan, serangan kawanan kera liar sekarang sudah sedikit reda karena memasuki musim hujan.

&amp;ldquo;Meski sudah musim hujan tapi kawanan kera liar masih turun bukit dan menjarah pangan warga. Sebab di atas bukit sana kebutuhan pangan alam seperti buah belum banyak. Disisi lain populasi kera justru bertambah banyak atau tidak sebanding,&amp;rdquo; lanjutnya.

Sukidi mengatakan, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pemerintah desa dan diteruskan ke kecamatan. Namun penanganan belum bisa tuntas dilakukan mengingat kawanan kera liar yang ditangani jumlahnya sangat banyak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri  Maryanto mengatakan, sudah mendengar keluhan warga. Kawanan kera liar  memang masih terlihat turun bukit dan menjarah bahan pangan warga di  kebun.

Serangan tersebut diduga karena faktor kebutuhan pangan alam pohon  buah di atas bukit belum semuanya berbuah. Selain itu kondisi sekarang  tidak sebanding antara stok pangan buah dengan banyaknya populasi kera  liar.

&amp;ldquo;Habitat alam kera liar itu memang di atas bukit dan mereka turun  mencari makan. Karena di bawah bukit merupakan perkampungan warga maka  kawanan kera liar itu menjarah hasil kebun seperti singkong, pisang,  kacang dan lainnya,&amp;rdquo; ujarnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
