<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinas Pendidikan Pertimbangkan Sanksi Guru Pemukul Siswa SMA di Bekasi</title><description>Dinas Pendidikan Jawa Barat mempertimbangkan sanksi untuk guru berinisial I usai melakukan pemukulan terhadap sejumlah siswa SMA di Bekasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/13/338/2168095/dinas-pendidikan-pertimbangkan-sanksi-guru-pemukul-siswa-sma-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/13/338/2168095/dinas-pendidikan-pertimbangkan-sanksi-guru-pemukul-siswa-sma-di-bekasi"/><item><title>Dinas Pendidikan Pertimbangkan Sanksi Guru Pemukul Siswa SMA di Bekasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/13/338/2168095/dinas-pendidikan-pertimbangkan-sanksi-guru-pemukul-siswa-sma-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/13/338/2168095/dinas-pendidikan-pertimbangkan-sanksi-guru-pemukul-siswa-sma-di-bekasi</guid><pubDate>Kamis 13 Februari 2020 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/13/338/2168095/dinas-pendidikan-pertimbangkan-sanksi-guru-pemukul-siswa-sma-12-di-bekasi-u4xeHLn4vG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Bidang Guru dan Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Suhanggan (foto: Okezone/Wisnu Y)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/13/338/2168095/dinas-pendidikan-pertimbangkan-sanksi-guru-pemukul-siswa-sma-12-di-bekasi-u4xeHLn4vG.jpg</image><title>Kepala Bidang Guru dan Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Suhanggan (foto: Okezone/Wisnu Y)</title></images><description>BEKASI - Dinas Pendidikan Jawa Barat mempertimbangkan sanksi untuk Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 12 Kota Bekasi berinisial I usai melakukan pemukulan terhadap sejumlah siswanya.
Kepala Bidang Guru dan Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asep Suhanggan mengaku pihaknya tidak bisa memutuskan begitu saja nasib I.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kronologi Guru Pukul Siswa SMA di Bekasi yang Viral&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, pihaknya akan terlebih dulu melaporkan peristiwa-peristiwa yang terjadi kepada pimpinan yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Baru kemudian, pihaknya bisa memutuskan nasib I ke depanya.
&quot;Tapi tentunya hal-hal yang sifatnya obyektif, riil dan komperehensif sudah kami dapatkan dengan kondisi yang seperti hal-hal yang sifatnya anomali itu tadi, ketika ada siswanya yang histeris itu menjadi bagian dari pertimbangan kami,&quot; kata Asep ketika ditemui usai acara di SMA 12 Kota Bekasi, Kamis (13/2/2020).
&amp;nbsp;
Pencopotan I, lanjut dia, merupakan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat. Intinya, saat ini pihaknya akan melaporkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan pasca pemukulan terhadap siswa di SMA 12 ini.
&quot;Itu bagian dari kebijakan pimpinan, tetapi yang pasti harus ada tindakan administratif yang harus ditindaklanjuti. Apapun bentuknya kita akan sampaikan,&quot; kata dia.
Adapun mengenai sejumlah wali murid yang meminta I dipindahkan, kata Asep, itu juga menjadi salah satu pertimbangan. Apakah I dikeluarkan atau justru tetap mengejar di SMA 12 ini.
&quot;Itu bagian dari masukan untuk nanti kami pertimbangkan,&quot; kata dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Guru Pemukul Siswa SMA 12 Kota Bekasi Dinonaktifkan&amp;nbsp;
Termasuk, dinamika dari para siswa yang ogah I dicopot dari sekolah tersebut. Pasalnya, berdasarkan pengamatan Okezone ada sejumlah siswa yang menggelar aksi membela I agar tetap mengajar di sekolah tersebut.
&quot;Ya mungkin pada bagian lain, dia itu guru yang bisa mensugesti siswa. Begitu semangatnya, idealismenya, tapi mungkin ada sesuatu yang berlebihan juga dalam kaitan dengan pembinaan, dan itu fakta yang bicara bawa dia memang melakukan kekerasan yang apapun juga kebaikan dari dia sulit untuk bagian dari pembinaan,&quot; kata dia.</description><content:encoded>BEKASI - Dinas Pendidikan Jawa Barat mempertimbangkan sanksi untuk Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 12 Kota Bekasi berinisial I usai melakukan pemukulan terhadap sejumlah siswanya.
Kepala Bidang Guru dan Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asep Suhanggan mengaku pihaknya tidak bisa memutuskan begitu saja nasib I.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kronologi Guru Pukul Siswa SMA di Bekasi yang Viral&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, pihaknya akan terlebih dulu melaporkan peristiwa-peristiwa yang terjadi kepada pimpinan yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Baru kemudian, pihaknya bisa memutuskan nasib I ke depanya.
&quot;Tapi tentunya hal-hal yang sifatnya obyektif, riil dan komperehensif sudah kami dapatkan dengan kondisi yang seperti hal-hal yang sifatnya anomali itu tadi, ketika ada siswanya yang histeris itu menjadi bagian dari pertimbangan kami,&quot; kata Asep ketika ditemui usai acara di SMA 12 Kota Bekasi, Kamis (13/2/2020).
&amp;nbsp;
Pencopotan I, lanjut dia, merupakan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat. Intinya, saat ini pihaknya akan melaporkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan pasca pemukulan terhadap siswa di SMA 12 ini.
&quot;Itu bagian dari kebijakan pimpinan, tetapi yang pasti harus ada tindakan administratif yang harus ditindaklanjuti. Apapun bentuknya kita akan sampaikan,&quot; kata dia.
Adapun mengenai sejumlah wali murid yang meminta I dipindahkan, kata Asep, itu juga menjadi salah satu pertimbangan. Apakah I dikeluarkan atau justru tetap mengejar di SMA 12 ini.
&quot;Itu bagian dari masukan untuk nanti kami pertimbangkan,&quot; kata dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Guru Pemukul Siswa SMA 12 Kota Bekasi Dinonaktifkan&amp;nbsp;
Termasuk, dinamika dari para siswa yang ogah I dicopot dari sekolah tersebut. Pasalnya, berdasarkan pengamatan Okezone ada sejumlah siswa yang menggelar aksi membela I agar tetap mengajar di sekolah tersebut.
&quot;Ya mungkin pada bagian lain, dia itu guru yang bisa mensugesti siswa. Begitu semangatnya, idealismenya, tapi mungkin ada sesuatu yang berlebihan juga dalam kaitan dengan pembinaan, dan itu fakta yang bicara bawa dia memang melakukan kekerasan yang apapun juga kebaikan dari dia sulit untuk bagian dari pembinaan,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
