<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tembakan Mortir Hantam Sekolah di Rakhine, Myanmar, 21 Anak Luka-Luka</title><description>Tentara Myanmar tengah terlibar pertempuran dengan pemberontak Tentara Arakan di Rakhine.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/14/18/2168400/tembakan-mortir-hantam-sekolah-di-rakhine-myanmar-21-anak-luka-luka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/14/18/2168400/tembakan-mortir-hantam-sekolah-di-rakhine-myanmar-21-anak-luka-luka"/><item><title>Tembakan Mortir Hantam Sekolah di Rakhine, Myanmar, 21 Anak Luka-Luka</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/14/18/2168400/tembakan-mortir-hantam-sekolah-di-rakhine-myanmar-21-anak-luka-luka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/14/18/2168400/tembakan-mortir-hantam-sekolah-di-rakhine-myanmar-21-anak-luka-luka</guid><pubDate>Jum'at 14 Februari 2020 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/14/18/2168400/tembakan-mortir-hantam-sekolah-di-rakhine-myanmar-21-anak-luka-luka-FnMhgNCnww.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/14/18/2168400/tembakan-mortir-hantam-sekolah-di-rakhine-myanmar-21-anak-luka-luka-FnMhgNCnww.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>SITTWE &amp;ndash; Sedikitnya 21 anak mengalami luka-luka setelah sebuah tembakan mortir menghantam sebuah sekolah dasar di kawasan pinggiran Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Militer Myanmar tengah terlibat dalam pertempuran dengan kelompok pemberontak Tentara Arakan (AA) di wilayah itu.
Belum ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di desa Khamwe, Buthidaung pada Kamis, 13 Februari 2020 itu.
Puluhan warga sipil tewas, ratusan terluka, dan sekira 100.000 orang terpaksa mengungsi sejak Januari 2019 sewaktu kedua pihak meningkatkan operasi mereka. AA mengklaim perang mereka bertujuan untuk meningkatkan hak otonomi bagi masyarakat Buddha.
&amp;ldquo;Seorang siswa perempuan mengalami luka berat. Siswa-siswa lainnya mengalami cidera di tangan dan kaki, &amp;ldquo; kata Thar Aye Maung, guru di sekolah itu sebagaimana dilansir VOA, Jumat (14/2/2020).
Ia mengatakan, semua anak yang terluka beretnis Khami, sebuah kelompok minoritas Buddha di Rakhine.
Ia menjelaskan, perang yang berkecamuk di wilayah itu berlangsung di sebuah kawasan yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari sekolah itu. &amp;ldquo;Saya tadinya berpikir, aksi tembak menembak tidak akan mengenai sekolah kami,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>SITTWE &amp;ndash; Sedikitnya 21 anak mengalami luka-luka setelah sebuah tembakan mortir menghantam sebuah sekolah dasar di kawasan pinggiran Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Militer Myanmar tengah terlibat dalam pertempuran dengan kelompok pemberontak Tentara Arakan (AA) di wilayah itu.
Belum ada yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di desa Khamwe, Buthidaung pada Kamis, 13 Februari 2020 itu.
Puluhan warga sipil tewas, ratusan terluka, dan sekira 100.000 orang terpaksa mengungsi sejak Januari 2019 sewaktu kedua pihak meningkatkan operasi mereka. AA mengklaim perang mereka bertujuan untuk meningkatkan hak otonomi bagi masyarakat Buddha.
&amp;ldquo;Seorang siswa perempuan mengalami luka berat. Siswa-siswa lainnya mengalami cidera di tangan dan kaki, &amp;ldquo; kata Thar Aye Maung, guru di sekolah itu sebagaimana dilansir VOA, Jumat (14/2/2020).
Ia mengatakan, semua anak yang terluka beretnis Khami, sebuah kelompok minoritas Buddha di Rakhine.
Ia menjelaskan, perang yang berkecamuk di wilayah itu berlangsung di sebuah kawasan yang jaraknya sekitar tiga kilometer dari sekolah itu. &amp;ldquo;Saya tadinya berpikir, aksi tembak menembak tidak akan mengenai sekolah kami,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
