<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menaker Genjot Kualitas Pekerja Indonesia untuk Hadapi Era 4.0</title><description>Untuk menghadapi era industri 4.0, Menaker Ida Fauziyah terus berupaya meningkatkan kualitas para pekerja di Indonesia</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/14/337/2168496/menaker-genjot-kualitas-pekerja-indonesia-untuk-hadapi-era-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/14/337/2168496/menaker-genjot-kualitas-pekerja-indonesia-untuk-hadapi-era-4-0"/><item><title>Menaker Genjot Kualitas Pekerja Indonesia untuk Hadapi Era 4.0</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/14/337/2168496/menaker-genjot-kualitas-pekerja-indonesia-untuk-hadapi-era-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/14/337/2168496/menaker-genjot-kualitas-pekerja-indonesia-untuk-hadapi-era-4-0</guid><pubDate>Jum'at 14 Februari 2020 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/14/337/2168496/menaker-genjot-kualitas-pekerja-indonesia-untuk-hadapi-era-4-0-uVzqv3zRfR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Serikat Buruh (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/14/337/2168496/menaker-genjot-kualitas-pekerja-indonesia-untuk-hadapi-era-4-0-uVzqv3zRfR.jpg</image><title>Ilustrasi Serikat Buruh (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Untuk menghadapi era industri 4.0, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah terus berupaya meningkatkan kualitas para pekerja di Indonesia.
Menurut Ida, banyak pekejaan yang menuntut untuk bersinggungan dengan teknologi saat memasuki era industri 4.0. Jika hal ini tidak dipersiapkan ke generasi muda saat ini dikhawatirkan akan kalah dari mesin-mesin.
&quot;Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memiliki acuan strategi penciptaan tenaga kerja yang berdaya saing dengan menggenjot kualitas, kuantitas dan persebaran, sehingga akan ada banyak program kerja yang dirancang untuk memperbesar peluang angkatan kerja kita untuk memenangi persaingan global,&quot; ujar Meteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, belum lama ini.

Baca Juga: Sertifikasi Kompetensi, Jaminan Kualitas Pekerja Indonesia
Pendidikan dan keterampilan menjadi kunci bagi pekerja dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Saat ini, Indonesia berhadapan dengan era dimana manusia tidak lagi menjadi satu-satunya penggerak utama. Sebab, perkembangan teknologi dan informasi telah berpengaruh terhadap perkembangan ketenagakerjaan.
&quot;Kita ini sedang bersaing dengan mesin karena perubahan teknologi yang bergerak begitu cepat. Di dunia teknologi informasi, bisnis-bisnis baru bermunculan mengalahkan pemain lama yang mungkin tak sengaja lambat berinovasi,&quot; tuturnya.Ida menilai untuk ke depannya, yang paling cerdas berinovasilah yang  unggul di masyarakat. Yang paling responsif terhadap perubahanlah yang  bertahan.
&quot;Karakter industri pun berubah tidak lagi berbasis pada  sumber daya alam (SDA) melainkan berbasis pengetahuan, inovasi, SDM.  Jadi, beranilah bersaing,&quot; bebernya.
Ida menambahkan orentasi  program kerja Kemnaker adalah mencetak angkatan kerja yang bisa diterima  Industri dan mampu berwirausaha dengan SDM berkualitas dan berdaya  saing.
&quot;Saya kira Indonesia akan menjadi negara yang lebih besar  dan lebih maju dan tahun 2045 kita melompat menjadi empat negara  terbesar di dunia,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk menghadapi era industri 4.0, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah terus berupaya meningkatkan kualitas para pekerja di Indonesia.
Menurut Ida, banyak pekejaan yang menuntut untuk bersinggungan dengan teknologi saat memasuki era industri 4.0. Jika hal ini tidak dipersiapkan ke generasi muda saat ini dikhawatirkan akan kalah dari mesin-mesin.
&quot;Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memiliki acuan strategi penciptaan tenaga kerja yang berdaya saing dengan menggenjot kualitas, kuantitas dan persebaran, sehingga akan ada banyak program kerja yang dirancang untuk memperbesar peluang angkatan kerja kita untuk memenangi persaingan global,&quot; ujar Meteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, belum lama ini.

Baca Juga: Sertifikasi Kompetensi, Jaminan Kualitas Pekerja Indonesia
Pendidikan dan keterampilan menjadi kunci bagi pekerja dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Saat ini, Indonesia berhadapan dengan era dimana manusia tidak lagi menjadi satu-satunya penggerak utama. Sebab, perkembangan teknologi dan informasi telah berpengaruh terhadap perkembangan ketenagakerjaan.
&quot;Kita ini sedang bersaing dengan mesin karena perubahan teknologi yang bergerak begitu cepat. Di dunia teknologi informasi, bisnis-bisnis baru bermunculan mengalahkan pemain lama yang mungkin tak sengaja lambat berinovasi,&quot; tuturnya.Ida menilai untuk ke depannya, yang paling cerdas berinovasilah yang  unggul di masyarakat. Yang paling responsif terhadap perubahanlah yang  bertahan.
&quot;Karakter industri pun berubah tidak lagi berbasis pada  sumber daya alam (SDA) melainkan berbasis pengetahuan, inovasi, SDM.  Jadi, beranilah bersaing,&quot; bebernya.
Ida menambahkan orentasi  program kerja Kemnaker adalah mencetak angkatan kerja yang bisa diterima  Industri dan mampu berwirausaha dengan SDM berkualitas dan berdaya  saing.
&quot;Saya kira Indonesia akan menjadi negara yang lebih besar  dan lebih maju dan tahun 2045 kita melompat menjadi empat negara  terbesar di dunia,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
