<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Pesan Orangtua ke Anaknya yang Sempat Terkepung Virus Korona di Wuhan</title><description>Kala itu dia hanya bisa berpasrah kepada Sang Pencipta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/15/337/2169073/ini-pesan-orangtua-ke-anaknya-yang-sempat-terkepung-virus-korona-di-wuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/15/337/2169073/ini-pesan-orangtua-ke-anaknya-yang-sempat-terkepung-virus-korona-di-wuhan"/><item><title>Ini Pesan Orangtua ke Anaknya yang Sempat Terkepung Virus Korona di Wuhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/15/337/2169073/ini-pesan-orangtua-ke-anaknya-yang-sempat-terkepung-virus-korona-di-wuhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/15/337/2169073/ini-pesan-orangtua-ke-anaknya-yang-sempat-terkepung-virus-korona-di-wuhan</guid><pubDate>Sabtu 15 Februari 2020 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/15/337/2169073/ini-pesan-orangtua-ke-anaknya-yang-sempat-terkepung-virus-korona-di-wuhan-6fNi5HjTE5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WNI di Natuna. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/15/337/2169073/ini-pesan-orangtua-ke-anaknya-yang-sempat-terkepung-virus-korona-di-wuhan-6fNi5HjTE5.jpg</image><title>WNI di Natuna. (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Virus korona membuat masyarakat dunia resah, terutama yang punya sanak keluarga di China. Hal inilah yang dialami orangtua dari WNI yang baru pulang dari Wuhan, salah satunya Muhammad Cik Anang, ayah Yusuf Azhar.
Cik Anang mengungkapkan, ketika mendapat kabar virus korona mewabah di Wuhan, tempat anaknya kuliaa, dia langsung mengkhawatirkan kondisi putranya.
Dia pun berpesan kepada anaknya untuk tetap tenang dan banyak beribadah ketika terkepung wabah berbahaya yang telah merenggut ribuan nyawa itu.

&quot;Pas tahu merebak virus korona saya bilang anak saya, ibadah. Tenang saja. Kenapa? Kalau meninggalkan di mana saja tidak masalah. Di Indonesia juga pas banjir banyak yang meninggal. Bukan karena virus, karena tenggelam, kesetrum. Jadi tenang saja. Jadi anak saya bilang, &amp;lsquo;tenang ini nanti pulih kembali&amp;rsquo;&quot; kata Cik Anang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).
Baca juga: Orangtua WNI Berharap Anaknya Bisa Kembali Kuliah di Wuhan China
Kala itu dia hanya bisa berpasrah kepada Sang Pencipta. Ia tak mau menunjukan kekhawatirannya kepada sang anak. Dia percaya bahwa maut sudah diatur .
Saat tahu anaknya akan dipulangkan ke Indonesia, dia dan istri merasa lega. Kini dia sudah bisa kembali berkumpul dengan anaknya yang selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Virus korona membuat masyarakat dunia resah, terutama yang punya sanak keluarga di China. Hal inilah yang dialami orangtua dari WNI yang baru pulang dari Wuhan, salah satunya Muhammad Cik Anang, ayah Yusuf Azhar.
Cik Anang mengungkapkan, ketika mendapat kabar virus korona mewabah di Wuhan, tempat anaknya kuliaa, dia langsung mengkhawatirkan kondisi putranya.
Dia pun berpesan kepada anaknya untuk tetap tenang dan banyak beribadah ketika terkepung wabah berbahaya yang telah merenggut ribuan nyawa itu.

&quot;Pas tahu merebak virus korona saya bilang anak saya, ibadah. Tenang saja. Kenapa? Kalau meninggalkan di mana saja tidak masalah. Di Indonesia juga pas banjir banyak yang meninggal. Bukan karena virus, karena tenggelam, kesetrum. Jadi tenang saja. Jadi anak saya bilang, &amp;lsquo;tenang ini nanti pulih kembali&amp;rsquo;&quot; kata Cik Anang di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).
Baca juga: Orangtua WNI Berharap Anaknya Bisa Kembali Kuliah di Wuhan China
Kala itu dia hanya bisa berpasrah kepada Sang Pencipta. Ia tak mau menunjukan kekhawatirannya kepada sang anak. Dia percaya bahwa maut sudah diatur .
Saat tahu anaknya akan dipulangkan ke Indonesia, dia dan istri merasa lega. Kini dia sudah bisa kembali berkumpul dengan anaknya yang selesai menjalani observasi selama 14 hari di Natuna.</content:encoded></item></channel></rss>
