<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Peserta Observasi di Natuna, Mau Olahraga Apa Saja Bisa</title><description>Sempat kaget juga saat tiba langsung diberi makan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/16/340/2169320/cerita-peserta-observasi-di-natuna-mau-olahraga-apa-saja-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/16/340/2169320/cerita-peserta-observasi-di-natuna-mau-olahraga-apa-saja-bisa"/><item><title>Cerita Peserta Observasi di Natuna, Mau Olahraga Apa Saja Bisa</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/16/340/2169320/cerita-peserta-observasi-di-natuna-mau-olahraga-apa-saja-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/16/340/2169320/cerita-peserta-observasi-di-natuna-mau-olahraga-apa-saja-bisa</guid><pubDate>Minggu 16 Februari 2020 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/16/340/2169320/cerita-peserta-observasi-di-natuna-mau-olahraga-apa-saja-bisa-nS7VOJ8pyN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WNI saat menjalani observasi di Natuna (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/16/340/2169320/cerita-peserta-observasi-di-natuna-mau-olahraga-apa-saja-bisa-nS7VOJ8pyN.jpg</image><title>WNI saat menjalani observasi di Natuna (Foto : Istimewa)</title></images><description>BENGKULU - Sebanyak dua warga asal Bengkulu, yang telah menjalani telah menjalani observasi di Kabupaten Natuna selama dua pekan, telah kembali ke rumahnya, Minggu (16/2/2020).

Mereka berdua diberangkatkan dengan menggunakan salah satu maskapai dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangeran, Banten tujuan Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

Kepulangan dua warga Bengkulu itu, ikut didampingi kakak dari salah satu mahasiswi Sinta Destiana Putri, Santi Ding. Di mana Santi ikut dalam penerbangan bersama Sinta dan Rapiska.



Saat dievakuasi di Natuna, kata perempuan berparas cantik ini, semua fasilitas dan kebutuhan telah disediakan pemerintah Indonesia. Fasilitas dan kebutuhan itu diberikan secara keseluruhan kepada warga Indonesia dari berbagai daerah yang diobservasi.

Pada hari pertama di Natuna, cerita Sinta, WNI yang dievakasi langsung diberi makan siang oleh petugas di lokasi observasi. Saat tiba pun Sinta sempat kaget jika sajian makanan yang berikan berupa ayam berukuran besar.

Bahkan, kata Sinta, fasilitas berupa tempat tidur, peralatan mandi, sendal, kamar mandi, telah disiapkan di ruang observasi.

&quot;Sempat kaget juga saat tiba langsung diberi makan, dengan menu ayam yang besar serta fasilitas setiap orang lengkap,&quot; kata perempuan kelahiran Bengkulu, 16 Desember 2000, saat ditemui okezone di rumahnya.

Tidak hanya itu, Sinta mengatakan, pemerintah juga menyediakan sarana olahraga. Mulai dari badminton, tenis meja, basket dan voli. hingga ruang karoke dan catur.

Baca Juga : Anaknya Pulang dari Natuna, Orangtua Harap Tak Ada Stigma Negatif Masyarakat

Jadwal olahraga itu, perempuan yang menempuh pendidikan di Beijing Foreign Studies University, Kota Beijing, China ini mencertiakan, dilakukan pada pagi dan sore hari. Setiap orang yang diobservasi boleh memilih untuk berolahraga apa saja dengan fasilitas yang telah disedikan pemerintah.

Olahraga tersebut dilakukan secara rutin selama 14 hari atau semasa diobservasi. &quot;Kalau setiap pagi, kami selalu senam. Sore olahraga dengan menggunakan fasilitas yang telah disedikan,&quot; kata dia.</description><content:encoded>BENGKULU - Sebanyak dua warga asal Bengkulu, yang telah menjalani telah menjalani observasi di Kabupaten Natuna selama dua pekan, telah kembali ke rumahnya, Minggu (16/2/2020).

Mereka berdua diberangkatkan dengan menggunakan salah satu maskapai dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangeran, Banten tujuan Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

Kepulangan dua warga Bengkulu itu, ikut didampingi kakak dari salah satu mahasiswi Sinta Destiana Putri, Santi Ding. Di mana Santi ikut dalam penerbangan bersama Sinta dan Rapiska.



Saat dievakuasi di Natuna, kata perempuan berparas cantik ini, semua fasilitas dan kebutuhan telah disediakan pemerintah Indonesia. Fasilitas dan kebutuhan itu diberikan secara keseluruhan kepada warga Indonesia dari berbagai daerah yang diobservasi.

Pada hari pertama di Natuna, cerita Sinta, WNI yang dievakasi langsung diberi makan siang oleh petugas di lokasi observasi. Saat tiba pun Sinta sempat kaget jika sajian makanan yang berikan berupa ayam berukuran besar.

Bahkan, kata Sinta, fasilitas berupa tempat tidur, peralatan mandi, sendal, kamar mandi, telah disiapkan di ruang observasi.

&quot;Sempat kaget juga saat tiba langsung diberi makan, dengan menu ayam yang besar serta fasilitas setiap orang lengkap,&quot; kata perempuan kelahiran Bengkulu, 16 Desember 2000, saat ditemui okezone di rumahnya.

Tidak hanya itu, Sinta mengatakan, pemerintah juga menyediakan sarana olahraga. Mulai dari badminton, tenis meja, basket dan voli. hingga ruang karoke dan catur.

Baca Juga : Anaknya Pulang dari Natuna, Orangtua Harap Tak Ada Stigma Negatif Masyarakat

Jadwal olahraga itu, perempuan yang menempuh pendidikan di Beijing Foreign Studies University, Kota Beijing, China ini mencertiakan, dilakukan pada pagi dan sore hari. Setiap orang yang diobservasi boleh memilih untuk berolahraga apa saja dengan fasilitas yang telah disedikan pemerintah.

Olahraga tersebut dilakukan secara rutin selama 14 hari atau semasa diobservasi. &quot;Kalau setiap pagi, kami selalu senam. Sore olahraga dengan menggunakan fasilitas yang telah disedikan,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
