<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selesai Diobservasi, Mahasiswi Bengkulu Minta Ibunya Buatkan Pisang Goreng </title><description>Ia meminta ibunya untuk memasakkan pisang goreng kesukaannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/17/340/2169439/selesai-diobservasi-mahasiswi-bengkulu-minta-ibunya-buatkan-pisang-goreng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/17/340/2169439/selesai-diobservasi-mahasiswi-bengkulu-minta-ibunya-buatkan-pisang-goreng"/><item><title>Selesai Diobservasi, Mahasiswi Bengkulu Minta Ibunya Buatkan Pisang Goreng </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/17/340/2169439/selesai-diobservasi-mahasiswi-bengkulu-minta-ibunya-buatkan-pisang-goreng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/17/340/2169439/selesai-diobservasi-mahasiswi-bengkulu-minta-ibunya-buatkan-pisang-goreng</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2020 04:05 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/17/340/2169439/selesai-diobservasi-mahasiswi-bengkulu-minta-ibunya-buatkan-pisang-goreng-z30vmcFxMw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dua peserta observasi asal Bengkulu saat tiba di Bandara Fatmawati-Soekarno. (Foto : Okezone.com/Demon Fajri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/17/340/2169439/selesai-diobservasi-mahasiswi-bengkulu-minta-ibunya-buatkan-pisang-goreng-z30vmcFxMw.jpg</image><title>Dua peserta observasi asal Bengkulu saat tiba di Bandara Fatmawati-Soekarno. (Foto : Okezone.com/Demon Fajri)</title></images><description>BENGKULU &amp;ndash; Mahasiswi asal Bengkulu, Sinta Destiana Putri (19), telah kembali ke rumahnya setelah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau. Ia diobservasi setelah dievakuasi dari China menyusul wabahnya virus korona (Covid-19) di sana.

Kepulangan anak bungsu tersebut telah lama ditunggu ibundanya sejak Sinta menempuh pendidikan di Beijing Foreign Studies University, Kota Beijing, China.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu pun meminta ibunya Siti Marsiah (53) untuk memasakkan makanan kesukaannya yakni pisang goreng. Sinta merasa kangen dengan masakan ibundanya.

''Saya meminta sama Mak untuk memasak pisang goreng. Itu adalah makanan kesukaan saya,'' kata Sinta, saat ditemui Okezone, di rumahnya, Minggu (16/2/2020).



Sinta mengatakan, sangat senang bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarganya. Terlebih setelah menjalani masa observasi di Natuna, selama dua minggu. Sebab, selama ini hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon, chatting, maupun video call.

''Sangat terharu saat tiba tadi. Disambut sama Mak. Rasa rindu selama ini terobati dengan bertemu langsung dengan Mak saat tiba di rumah,'' ucap Sinta.

Baca Juga : Mahasiswi Asal Bengkulu Tunggu Informasi Sebelum Kembali ke China
</description><content:encoded>BENGKULU &amp;ndash; Mahasiswi asal Bengkulu, Sinta Destiana Putri (19), telah kembali ke rumahnya setelah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau. Ia diobservasi setelah dievakuasi dari China menyusul wabahnya virus korona (Covid-19) di sana.

Kepulangan anak bungsu tersebut telah lama ditunggu ibundanya sejak Sinta menempuh pendidikan di Beijing Foreign Studies University, Kota Beijing, China.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu pun meminta ibunya Siti Marsiah (53) untuk memasakkan makanan kesukaannya yakni pisang goreng. Sinta merasa kangen dengan masakan ibundanya.

''Saya meminta sama Mak untuk memasak pisang goreng. Itu adalah makanan kesukaan saya,'' kata Sinta, saat ditemui Okezone, di rumahnya, Minggu (16/2/2020).



Sinta mengatakan, sangat senang bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarganya. Terlebih setelah menjalani masa observasi di Natuna, selama dua minggu. Sebab, selama ini hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon, chatting, maupun video call.

''Sangat terharu saat tiba tadi. Disambut sama Mak. Rasa rindu selama ini terobati dengan bertemu langsung dengan Mak saat tiba di rumah,'' ucap Sinta.

Baca Juga : Mahasiswi Asal Bengkulu Tunggu Informasi Sebelum Kembali ke China
</content:encoded></item></channel></rss>
