<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>11 Remaja Terlibat Aksi Kejahatan di Jateng Ditangkap Polisi</title><description>Sebanyak 11 remaja diamankan tim Resmob Polres Sleman, Jawa Tengah, setelah terbukti terlibat aksi kejahatan jalanan</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/17/512/2169630/11-remaja-terlibat-aksi-kejahatan-di-jateng-ditangkap-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/17/512/2169630/11-remaja-terlibat-aksi-kejahatan-di-jateng-ditangkap-polisi"/><item><title>11 Remaja Terlibat Aksi Kejahatan di Jateng Ditangkap Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/17/512/2169630/11-remaja-terlibat-aksi-kejahatan-di-jateng-ditangkap-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/17/512/2169630/11-remaja-terlibat-aksi-kejahatan-di-jateng-ditangkap-polisi</guid><pubDate>Senin 17 Februari 2020 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/17/512/2169630/11-remaja-terlibat-aksi-kejahatan-di-jateng-ditangkap-polisi-JVNKXvIOiU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Tersangka Kejahatan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/17/512/2169630/11-remaja-terlibat-aksi-kejahatan-di-jateng-ditangkap-polisi-JVNKXvIOiU.jpg</image><title>Ilustrasi Tersangka Kejahatan (Foto: Okezone)</title></images><description>SLEMAN - Sebanyak 11 remaja diamankan tim Resmob Polres Sleman, Jawa Tengah, setelah terbukti terlibat aksi kejahatan jalanan. Dua tersangka dari kelompok yang tergabung geng Maarif Garis Keras (MGK) itu berperan sebagai eksekutor melakukan pembacokan di wilayah Kasongan Bantul.
Wakapolres Sleman Kompol M Kasim Akbar Bantilan, didampingi Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo menerangkan, dari 11 remaja yang diamankan, beberapa diantaranya masih berstatus pelajar SMK. Selain itu, juga ada 3 alumni yang diduga sebagai penggerak MGK.
Mereka diamankan dari beberapa lokasi berbeda. Dua tersangka, RS (20) warga Ngestiharjo Kasihan Bantul dan MBL alias Mayik (17), warga Karangjati Bangunjiwo Kasihan yang berperan sebagai eksekutor dilimpahkan ke Polres Bantul sesuai Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembacokan.
&quot;Sebelum beraksi, RS sebagai pimpinan geng mengajak anak buahnya berkumpul melalui status Whatsapp. Dia mengajak balas dendam karena anak buahnya ada yang terkena bacokan saat di jalan,&quot; kata M Kasim saat jumpa pers di Mapolres Sleman, Minggu 16 Februari 2020.

Baca Juga: DPRD DIY Keluarkan Rekomendasi Penanganan Kasus Klitih
Dari instruksi RS yang merupakan alumni sekolah para pelaku ini, sejumlah remaja berkumpul dan mencari sasaran untuk balas dendam. Saat mereka melintas di daerah Kasongan berpapasan dengan seorang mahasiswa AM (19), warga Baturetno Bantul.
Tanpa basa-basi, tersangka langsung menyabetkan clurit yang dibawanya hingga mengenai tangan kiri korban. Meski dalam kondisi terluka, korban berusaha mengejar pelaku hingga para pelaku melarikan diri ke wilayah Sleman.
&quot;Saat mereka melintas di Jalan Kabupaten Dusun Kronggahan Desa Trihanggo Kecamatan Gamping, anggota polisi curiga karena mereka naik motor pukul 02.00 dan kebut-kebutan. Bahkan menerobos lampu merah,&quot; ungkap Wakapolres.Anggota yang tengah berpatroli kemudian melakukan pengejaran dan  berhasil mengamankan RS (20) dan Mayik (17) di Jalan Magelang. Setelah  diinterogasi, mereka mengaku sejumlah temannya tengah berkumpul di rumah  FRP (18), warga Karangjati Sinduadi Mlati. Mereka adalah FTA (17) dan  DAP (17), warga Karangjati Sinduadi, FAI (19), DS (17) dan PIS (17),  ketiganya warga Kecamatan Kasihan Bantul.
Selanjutnya, AGO (19)  dan AR (16), warga Wirobrajan, Kota Yogya, YNS (20), warga Kecamatan  Ngampilan dan FYK (22), warga Kecamatan Gondokusuman. Total ada 11  remaja yang dibawa petugas kepolisian.
Polisi juga menyita barang  bukti sebilah pedang dan satu buah clurit dari tangan pelaku. &quot;Satu  tersangka diproses di Sleman karena kasus kepemilikan sajam,&quot; ujar  Wakapolres.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudi Prabowo  menambahkan, otak aksi penganiayaan ini yakni RS yang merupakan pentolan  geng MGK. Awalnya mereka ingin mencari sasaran untuk balas dendam.  Namun justru salah sasaran dan mengenai korban saat berpapasan di daerah  Kasongan.
Dari hasil pemeriksaan, sebelum beraksi beberapa pelaku juga  mengonsumsi pil. Tersangka RS menuturkan, ia mengajak juniornya untuk  memburu geng sekolah lain karena tidak terima anggotanya menjadi korban  geng lain.</description><content:encoded>SLEMAN - Sebanyak 11 remaja diamankan tim Resmob Polres Sleman, Jawa Tengah, setelah terbukti terlibat aksi kejahatan jalanan. Dua tersangka dari kelompok yang tergabung geng Maarif Garis Keras (MGK) itu berperan sebagai eksekutor melakukan pembacokan di wilayah Kasongan Bantul.
Wakapolres Sleman Kompol M Kasim Akbar Bantilan, didampingi Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo menerangkan, dari 11 remaja yang diamankan, beberapa diantaranya masih berstatus pelajar SMK. Selain itu, juga ada 3 alumni yang diduga sebagai penggerak MGK.
Mereka diamankan dari beberapa lokasi berbeda. Dua tersangka, RS (20) warga Ngestiharjo Kasihan Bantul dan MBL alias Mayik (17), warga Karangjati Bangunjiwo Kasihan yang berperan sebagai eksekutor dilimpahkan ke Polres Bantul sesuai Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembacokan.
&quot;Sebelum beraksi, RS sebagai pimpinan geng mengajak anak buahnya berkumpul melalui status Whatsapp. Dia mengajak balas dendam karena anak buahnya ada yang terkena bacokan saat di jalan,&quot; kata M Kasim saat jumpa pers di Mapolres Sleman, Minggu 16 Februari 2020.

Baca Juga: DPRD DIY Keluarkan Rekomendasi Penanganan Kasus Klitih
Dari instruksi RS yang merupakan alumni sekolah para pelaku ini, sejumlah remaja berkumpul dan mencari sasaran untuk balas dendam. Saat mereka melintas di daerah Kasongan berpapasan dengan seorang mahasiswa AM (19), warga Baturetno Bantul.
Tanpa basa-basi, tersangka langsung menyabetkan clurit yang dibawanya hingga mengenai tangan kiri korban. Meski dalam kondisi terluka, korban berusaha mengejar pelaku hingga para pelaku melarikan diri ke wilayah Sleman.
&quot;Saat mereka melintas di Jalan Kabupaten Dusun Kronggahan Desa Trihanggo Kecamatan Gamping, anggota polisi curiga karena mereka naik motor pukul 02.00 dan kebut-kebutan. Bahkan menerobos lampu merah,&quot; ungkap Wakapolres.Anggota yang tengah berpatroli kemudian melakukan pengejaran dan  berhasil mengamankan RS (20) dan Mayik (17) di Jalan Magelang. Setelah  diinterogasi, mereka mengaku sejumlah temannya tengah berkumpul di rumah  FRP (18), warga Karangjati Sinduadi Mlati. Mereka adalah FTA (17) dan  DAP (17), warga Karangjati Sinduadi, FAI (19), DS (17) dan PIS (17),  ketiganya warga Kecamatan Kasihan Bantul.
Selanjutnya, AGO (19)  dan AR (16), warga Wirobrajan, Kota Yogya, YNS (20), warga Kecamatan  Ngampilan dan FYK (22), warga Kecamatan Gondokusuman. Total ada 11  remaja yang dibawa petugas kepolisian.
Polisi juga menyita barang  bukti sebilah pedang dan satu buah clurit dari tangan pelaku. &quot;Satu  tersangka diproses di Sleman karena kasus kepemilikan sajam,&quot; ujar  Wakapolres.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudi Prabowo  menambahkan, otak aksi penganiayaan ini yakni RS yang merupakan pentolan  geng MGK. Awalnya mereka ingin mencari sasaran untuk balas dendam.  Namun justru salah sasaran dan mengenai korban saat berpapasan di daerah  Kasongan.
Dari hasil pemeriksaan, sebelum beraksi beberapa pelaku juga  mengonsumsi pil. Tersangka RS menuturkan, ia mengajak juniornya untuk  memburu geng sekolah lain karena tidak terima anggotanya menjadi korban  geng lain.</content:encoded></item></channel></rss>
