<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Polantas di Wajo Mendadak Jadi Guru Sekolah</title><description>Untuk menciptakan generasi pelopor keselamatan berlalulintas, berbagai upaya terus dilakukan Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Wajo</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/20/609/2171714/10-polantas-di-wajo-mendadak-jadi-guru-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/20/609/2171714/10-polantas-di-wajo-mendadak-jadi-guru-sekolah"/><item><title>10 Polantas di Wajo Mendadak Jadi Guru Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/20/609/2171714/10-polantas-di-wajo-mendadak-jadi-guru-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/20/609/2171714/10-polantas-di-wajo-mendadak-jadi-guru-sekolah</guid><pubDate>Kamis 20 Februari 2020 21:29 WIB</pubDate><dc:creator>Amnar Sengkang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/20/609/2171714/10-polantas-di-wajo-mendadak-jadi-guru-sekolah-OfSg7wELyX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polantas di Wajo Menjadi Guru (Foto: Okezone/Amnar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/20/609/2171714/10-polantas-di-wajo-mendadak-jadi-guru-sekolah-OfSg7wELyX.jpg</image><title>Polantas di Wajo Menjadi Guru (Foto: Okezone/Amnar)</title></images><description>WAJO - Untuk menciptakan generasi pelopor keselamatan berlalulintas, berbagai upaya terus dilakukan Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Wajo, Sulawesi Selatan. Salah satu upaya menciptakan generasi pelopor, dengan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan meluncurkan program baru &quot;Polantas Mengajar&quot;.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut implementasi kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang pengintegrasian pendidikan lalu lintas dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn).
Ada 15 sekolah yang menjadi sasaran dari program tersebut, terdiri dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dipilih untuk menjadi tenaga pengajar berdasarkan kerawanan pelanggaran lalu lintas maupun tingkat kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Wajo AKP Muh. Yusuf mengungkapkan, sebanyak 10 personel yang dibagi menjadi 5 kelompok melaksanakan kegiatan ini.

Baca Juga: Tak Terima Ditilang, Pemuda Ini Rampas HP Milik Polantas
Dalam pelaksanaannya, kata dia anggota memberi materi tentang mata pelajaran etika dan budaya berlalu lintas dan mengikuti jadwal kurikulum dari guru Pkn di sekolah masing-masing.
&quot;Kita telah menunjuk personil Satlantas untuk mengajar di beberapa sekolah mendampingi guru PKN, dengan materi tentang etika dan budaya berlalu lintas,&quot; kata Muh. Yusuf.
Kegiatan ini, lanjut Mantan Kasat Lantas Polres Bone ini, dilakukan mulai dari SD dan SMP dengan tujuan upaya menanamkan sejak dini tentang tata cara berlalu lintas.Dia menegaskan, perlunya ditanam sejak dini agar memberikan  pengetahuan terhadap kelengkapan kendaraan, para pelajar juga dibekali  dengan pengenalan terhadap rambu-rambu lalu lintas serta bagaimana cara  menangani secara dini kecelakaan dalam berlalu lintas.
&quot;Dengan  pengetahuan ini, kita katakan sangat penting agar kedepan mereka bisa  tahu bagaimana berkendara yang baik dan kelak mereka juga jadi pelopor  keselamatan berlalu lintas,&quot; ujar mantan Kasat Lantas Soppeng ini.
Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari para Kepala Sekolah dan guru di Kabupaten Wajo.</description><content:encoded>WAJO - Untuk menciptakan generasi pelopor keselamatan berlalulintas, berbagai upaya terus dilakukan Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Wajo, Sulawesi Selatan. Salah satu upaya menciptakan generasi pelopor, dengan menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan meluncurkan program baru &quot;Polantas Mengajar&quot;.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut implementasi kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang pengintegrasian pendidikan lalu lintas dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn).
Ada 15 sekolah yang menjadi sasaran dari program tersebut, terdiri dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dipilih untuk menjadi tenaga pengajar berdasarkan kerawanan pelanggaran lalu lintas maupun tingkat kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Wajo AKP Muh. Yusuf mengungkapkan, sebanyak 10 personel yang dibagi menjadi 5 kelompok melaksanakan kegiatan ini.

Baca Juga: Tak Terima Ditilang, Pemuda Ini Rampas HP Milik Polantas
Dalam pelaksanaannya, kata dia anggota memberi materi tentang mata pelajaran etika dan budaya berlalu lintas dan mengikuti jadwal kurikulum dari guru Pkn di sekolah masing-masing.
&quot;Kita telah menunjuk personil Satlantas untuk mengajar di beberapa sekolah mendampingi guru PKN, dengan materi tentang etika dan budaya berlalu lintas,&quot; kata Muh. Yusuf.
Kegiatan ini, lanjut Mantan Kasat Lantas Polres Bone ini, dilakukan mulai dari SD dan SMP dengan tujuan upaya menanamkan sejak dini tentang tata cara berlalu lintas.Dia menegaskan, perlunya ditanam sejak dini agar memberikan  pengetahuan terhadap kelengkapan kendaraan, para pelajar juga dibekali  dengan pengenalan terhadap rambu-rambu lalu lintas serta bagaimana cara  menangani secara dini kecelakaan dalam berlalu lintas.
&quot;Dengan  pengetahuan ini, kita katakan sangat penting agar kedepan mereka bisa  tahu bagaimana berkendara yang baik dan kelak mereka juga jadi pelopor  keselamatan berlalu lintas,&quot; ujar mantan Kasat Lantas Soppeng ini.
Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari para Kepala Sekolah dan guru di Kabupaten Wajo.</content:encoded></item></channel></rss>
