<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahap Awal, Korban Banjir-Longsor Sukajaya Dibuatkan 223 Hunian Tetap</title><description>Korban banjir dan tanah longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor, dibuatkan hunian tetap. Ini untuk tahap awal sebanyak 223 unit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/21/338/2171885/tahap-awal-korban-banjir-longsor-sukajaya-dibuatkan-223-hunian-tetap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/21/338/2171885/tahap-awal-korban-banjir-longsor-sukajaya-dibuatkan-223-hunian-tetap"/><item><title>Tahap Awal, Korban Banjir-Longsor Sukajaya Dibuatkan 223 Hunian Tetap</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/21/338/2171885/tahap-awal-korban-banjir-longsor-sukajaya-dibuatkan-223-hunian-tetap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/21/338/2171885/tahap-awal-korban-banjir-longsor-sukajaya-dibuatkan-223-hunian-tetap</guid><pubDate>Jum'at 21 Februari 2020 08:59 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/21/338/2171885/tahap-awal-korban-banjir-longsor-sukajaya-dibuatkan-223-hunian-tetap-wtHRZQEy4o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Bogor Ade Yasin memberikan keterangan terkait penanganan korban banjir dan tanah longsor di Sukajaya. (Foto: Putra RA/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/21/338/2171885/tahap-awal-korban-banjir-longsor-sukajaya-dibuatkan-223-hunian-tetap-wtHRZQEy4o.jpg</image><title>Bupati Bogor Ade Yasin memberikan keterangan terkait penanganan korban banjir dan tanah longsor di Sukajaya. (Foto: Putra RA/Okezone)</title></images><description>BOGOR &amp;ndash; Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan tahapan pembersihan lahan kelapa sawit milik PTPN untuk membangun hunian tetap bagi korban bencana alam Sukajaya di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan untuk tahap awal disiapkan lahan kelapa sawit seluas 3,8 haktare milik PTPN yang nantinya dibangun hunian tetap oleh Kementerian PUPR sebanyak 223 unit.
Baca juga:    Pascabanjir dan Longsor, Jalur di Sukajaya Bogor Sudah Bisa Dilalui&amp;nbsp;
 
&quot;Pemilihan lokasi hunian tetap itu sudah melalui kajian secara geologi, sudah dibuatkan siteplane, lalu sudah mendapat persetujuan dari pihak Kementerian PUPR,&quot; ungkapnya, Kamis (20/2/2020).
Ia menambahkan, lahan tersebut terlebih dahulu dilakukan pembersihan lahan. Setelah selesai, tahap berikutnya diserahkan kepada Kementerian PUPR untuk dibangun hunian tetap dengan estimasi biaya Rp50 juta per unitnya.
&quot;Ya kalau saya sih maunya tiga bulan ini selesai (pembersihan lahan). Sebelum selesai, para pengungsi masih mengisi hunian sementara dulu,&quot; ungkapnya.
Baca juga:   Jokowi: Penanganan Banjir dan Longsor Bukan Fisik Saja, tapi Vegetatif&amp;nbsp;
 
Namun, lanjut Ade, pihaknya akan mengajukan kembali perluasan lahan kepada PTPN sehingga total menjadi 28,02 hektare untuk 1.400 hunian tetap. Kemudian ada juga lahan seluas 5,6 hektare untuk 200 unit.
&quot;Kalau di Sukajaya hanya sebagian kecil, karena beberapa lokasi zona merah. Sambil menunggu, tinggal di hunian sementara dulu,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BOGOR &amp;ndash; Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan tahapan pembersihan lahan kelapa sawit milik PTPN untuk membangun hunian tetap bagi korban bencana alam Sukajaya di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan untuk tahap awal disiapkan lahan kelapa sawit seluas 3,8 haktare milik PTPN yang nantinya dibangun hunian tetap oleh Kementerian PUPR sebanyak 223 unit.
Baca juga:    Pascabanjir dan Longsor, Jalur di Sukajaya Bogor Sudah Bisa Dilalui&amp;nbsp;
 
&quot;Pemilihan lokasi hunian tetap itu sudah melalui kajian secara geologi, sudah dibuatkan siteplane, lalu sudah mendapat persetujuan dari pihak Kementerian PUPR,&quot; ungkapnya, Kamis (20/2/2020).
Ia menambahkan, lahan tersebut terlebih dahulu dilakukan pembersihan lahan. Setelah selesai, tahap berikutnya diserahkan kepada Kementerian PUPR untuk dibangun hunian tetap dengan estimasi biaya Rp50 juta per unitnya.
&quot;Ya kalau saya sih maunya tiga bulan ini selesai (pembersihan lahan). Sebelum selesai, para pengungsi masih mengisi hunian sementara dulu,&quot; ungkapnya.
Baca juga:   Jokowi: Penanganan Banjir dan Longsor Bukan Fisik Saja, tapi Vegetatif&amp;nbsp;
 
Namun, lanjut Ade, pihaknya akan mengajukan kembali perluasan lahan kepada PTPN sehingga total menjadi 28,02 hektare untuk 1.400 hunian tetap. Kemudian ada juga lahan seluas 5,6 hektare untuk 200 unit.
&quot;Kalau di Sukajaya hanya sebagian kecil, karena beberapa lokasi zona merah. Sambil menunggu, tinggal di hunian sementara dulu,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
