<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Memohon Maaf Atas Musibah Susur Sungai Sempor   </title><description>Kepala SMPN 1 Turi, Tutik Nurdiana angkat suara perihal tragedi susur Sungai Sempor, yang mengakibatkan sejumlah siswanya tewas.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/22/510/2172561/kepala-sekolah-smpn-1-turi-memohon-maaf-atas-musibah-susur-sungai-sempor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/22/510/2172561/kepala-sekolah-smpn-1-turi-memohon-maaf-atas-musibah-susur-sungai-sempor"/><item><title> Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Memohon Maaf Atas Musibah Susur Sungai Sempor   </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/22/510/2172561/kepala-sekolah-smpn-1-turi-memohon-maaf-atas-musibah-susur-sungai-sempor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/22/510/2172561/kepala-sekolah-smpn-1-turi-memohon-maaf-atas-musibah-susur-sungai-sempor</guid><pubDate>Sabtu 22 Februari 2020 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi KR Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/22/510/2172561/kepala-sekolah-smpn-1-turi-memohon-maaf-atas-musibah-susur-sungai-sempor-FOHTjJEiQa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/22/510/2172561/kepala-sekolah-smpn-1-turi-memohon-maaf-atas-musibah-susur-sungai-sempor-FOHTjJEiQa.jpg</image><title>Foto Ilustrasi shutterstock</title></images><description>
SLEMAN - Kepala SMPN 1 Turi, Tutik Nurdiana angkat suara perihal tragedi susur Sungai Sempor, yang mengakibatkan sejumlah siswanya tewas. Ia pun mengaku tak mendapatkan informasi kegiatan susur sungai, ia meminta maaf atas kejadian yang dinilai sebagai musibah.

&amp;ldquo;Kami atas nama pihak sekolah memohon maaf, yang sebesar-besarnya atas musibah yang terjadi ini, yang benar-benar tidak kami prediksi sama sekali dari awal. Tidak kami duga,&amp;rdquo; kata Tutik di hadapan wartawan di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020).

Tutik pun meminta doa dan dukungan atas hal tak menyenangkan yang menimpa siswa, dan membuat banyak pihak merasa bersedih. Ia dengan raut wajah lesu pun berharap doa agar arwah siswi-siswinya yang meninggal bisa diterima di sisi Tuhan.

&amp;ldquo;Kami juga memohon dukungannya, mohon doanya agar anak-anak yang sudah ditemukan diberikan khusnul khotimah dan amal ibadahnya, diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ternyata Kegiatan Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai Tidak Ada Koordinasi
Tutik juga mengakui tak ada koordinasi antara kepala sekolah dengan pembina tentang penyelenggaraan susur sungai. Menurut dia, kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan setiap semester sehingga dianggap hal yang lumrah saja untuk dilaksanakan.

&amp;ldquo;Kemarin ada program kegiatan susur sungai, ini rutin di latihan pramuka. Anak-anak, penduduk sini pasti familiar dengan lingkungan Turi ini maka tidak ada hal khusus. Pendamping 7 itu dari sekolah, bapak dan ibu guru. Saya kebetulan baru 1,5 bulan di sini dan program itu melanjutkan program lama. Semester lalu sudah ada, tapi jujur saya tak tahu program kemarin (susur sungai) karena dinilai hal biasa, anak Turi susur sungai itu biasa,&amp;rdquo; pungkasnya.

Hingga pukul 13.50 WIB terkonfirmasi delapan korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Terakhir pukul 10.35 WIB, jenazah atasnama Nadine Fadillah diidentifikasi oleh tim DVI Polda DIY yang bersiaga di Puskesmas Turi.</description><content:encoded>
SLEMAN - Kepala SMPN 1 Turi, Tutik Nurdiana angkat suara perihal tragedi susur Sungai Sempor, yang mengakibatkan sejumlah siswanya tewas. Ia pun mengaku tak mendapatkan informasi kegiatan susur sungai, ia meminta maaf atas kejadian yang dinilai sebagai musibah.

&amp;ldquo;Kami atas nama pihak sekolah memohon maaf, yang sebesar-besarnya atas musibah yang terjadi ini, yang benar-benar tidak kami prediksi sama sekali dari awal. Tidak kami duga,&amp;rdquo; kata Tutik di hadapan wartawan di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020).

Tutik pun meminta doa dan dukungan atas hal tak menyenangkan yang menimpa siswa, dan membuat banyak pihak merasa bersedih. Ia dengan raut wajah lesu pun berharap doa agar arwah siswi-siswinya yang meninggal bisa diterima di sisi Tuhan.

&amp;ldquo;Kami juga memohon dukungannya, mohon doanya agar anak-anak yang sudah ditemukan diberikan khusnul khotimah dan amal ibadahnya, diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ternyata Kegiatan Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai Tidak Ada Koordinasi
Tutik juga mengakui tak ada koordinasi antara kepala sekolah dengan pembina tentang penyelenggaraan susur sungai. Menurut dia, kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan setiap semester sehingga dianggap hal yang lumrah saja untuk dilaksanakan.

&amp;ldquo;Kemarin ada program kegiatan susur sungai, ini rutin di latihan pramuka. Anak-anak, penduduk sini pasti familiar dengan lingkungan Turi ini maka tidak ada hal khusus. Pendamping 7 itu dari sekolah, bapak dan ibu guru. Saya kebetulan baru 1,5 bulan di sini dan program itu melanjutkan program lama. Semester lalu sudah ada, tapi jujur saya tak tahu program kemarin (susur sungai) karena dinilai hal biasa, anak Turi susur sungai itu biasa,&amp;rdquo; pungkasnya.

Hingga pukul 13.50 WIB terkonfirmasi delapan korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Terakhir pukul 10.35 WIB, jenazah atasnama Nadine Fadillah diidentifikasi oleh tim DVI Polda DIY yang bersiaga di Puskesmas Turi.</content:encoded></item></channel></rss>
