<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Nilai Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Terjadi karena Ada Unsur Kecerobohan</title><description>Ada unsur kecerobohan dalam peristiwa susur sungai yang menyebabkan 9 orang siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, meninggal dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/23/337/2172737/dpr-nilai-tragedi-susur-sungai-smpn-1-turi-terjadi-karena-ada-unsur-kecerobohan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/23/337/2172737/dpr-nilai-tragedi-susur-sungai-smpn-1-turi-terjadi-karena-ada-unsur-kecerobohan"/><item><title>DPR Nilai Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Terjadi karena Ada Unsur Kecerobohan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/23/337/2172737/dpr-nilai-tragedi-susur-sungai-smpn-1-turi-terjadi-karena-ada-unsur-kecerobohan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/23/337/2172737/dpr-nilai-tragedi-susur-sungai-smpn-1-turi-terjadi-karena-ada-unsur-kecerobohan</guid><pubDate>Minggu 23 Februari 2020 06:34 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/23/337/2172737/dpr-nilai-tragedi-susur-sungai-smpn-1-turi-terjadi-karena-ada-unsur-kecerobohan-U7txgKUsJo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Usai Kegiatan Susur Sungai Sempor, Sleman (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/23/337/2172737/dpr-nilai-tragedi-susur-sungai-smpn-1-turi-terjadi-karena-ada-unsur-kecerobohan-U7txgKUsJo.jpg</image><title>Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Usai Kegiatan Susur Sungai Sempor, Sleman (foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pariera menilai, ada unsur kecerobohan dalam peristiwa susur sungai yang menyebabkan 9 orang siswa dari SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, meninggal dunia.

Unsur kecerobohan tersebut dimaksudkan oleh Andreas adalah guru yang menjadi pemimbing anak-anak di sekolah. Menurutnya, guru atau pembina pramuka di SMPN 1 Turi seharusnya mengetahui cuaca sedang ekstrem dan tak mengizinkan siswa berkegiatan di luar sekolah.
Baca Juga:&amp;nbsp;BMKG Klaim Sudah Keluarkan Peringatan Dini Sebelum Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi&amp;nbsp;
&quot;Seharusnya tidak perlu terjadi kalau para guru pembimbing lebih waspada dan berhati-hati. Membawa lebih dari 200 siswa/i SMP di saat musim penghujan seperti saat ini, tanpa mengetahui risiko adalah sebuah kecerobohan,&quot; ucap Andreas kepada Okezone, Minggu (23/2/2020).
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan tersebut berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi setiap guru dan pihak sekolah agar lebih waspada dan antisipatif terhadap risiko bencana, dan kecelakaan.

&quot;Peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran agar dalam kegiatan-kegiatan guru dan murid di luar sekolah berikutnya untuk lebih waspada dan antisipatif terhadap risiko-risiko bencana dan kecelakaan,&quot; paparnya.

&quot;Bagaimanapun kecelakaan ini telah terjadi, kita semua ikut prihatin dan menyampaikan turut berduka cita yang paling dalam atas meninggalnya siswa-siswa dalam peristiwa ini,&quot; tambah Andreas.

Seperti diketahui sebelumnya, kejadian susur sungai yang menyebabkan sembilan orang siswa tewas tersebut dilakukan dalam kegiatan pramuka pada Jumat, 21 Februari 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Fakta Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman

Pada saat itu, banjir di Sungai Sempor terjadi cukup cepat, beberapa siswa yang sedang mengikuti kegiatan tersebut hanyut terbawa arus sungai yang deras.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pariera menilai, ada unsur kecerobohan dalam peristiwa susur sungai yang menyebabkan 9 orang siswa dari SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, meninggal dunia.

Unsur kecerobohan tersebut dimaksudkan oleh Andreas adalah guru yang menjadi pemimbing anak-anak di sekolah. Menurutnya, guru atau pembina pramuka di SMPN 1 Turi seharusnya mengetahui cuaca sedang ekstrem dan tak mengizinkan siswa berkegiatan di luar sekolah.
Baca Juga:&amp;nbsp;BMKG Klaim Sudah Keluarkan Peringatan Dini Sebelum Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi&amp;nbsp;
&quot;Seharusnya tidak perlu terjadi kalau para guru pembimbing lebih waspada dan berhati-hati. Membawa lebih dari 200 siswa/i SMP di saat musim penghujan seperti saat ini, tanpa mengetahui risiko adalah sebuah kecerobohan,&quot; ucap Andreas kepada Okezone, Minggu (23/2/2020).
&amp;nbsp;
Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan tersebut berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi setiap guru dan pihak sekolah agar lebih waspada dan antisipatif terhadap risiko bencana, dan kecelakaan.

&quot;Peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran agar dalam kegiatan-kegiatan guru dan murid di luar sekolah berikutnya untuk lebih waspada dan antisipatif terhadap risiko-risiko bencana dan kecelakaan,&quot; paparnya.

&quot;Bagaimanapun kecelakaan ini telah terjadi, kita semua ikut prihatin dan menyampaikan turut berduka cita yang paling dalam atas meninggalnya siswa-siswa dalam peristiwa ini,&quot; tambah Andreas.

Seperti diketahui sebelumnya, kejadian susur sungai yang menyebabkan sembilan orang siswa tewas tersebut dilakukan dalam kegiatan pramuka pada Jumat, 21 Februari 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;6 Fakta Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman

Pada saat itu, banjir di Sungai Sempor terjadi cukup cepat, beberapa siswa yang sedang mengikuti kegiatan tersebut hanyut terbawa arus sungai yang deras.</content:encoded></item></channel></rss>
