<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bandang Landa Lombok Timur NTB</title><description>Banjir bandang itu disebabkan cuaca ekstrem di Lombok Timur sejak beberapa hari terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172950/banjir-bandang-landa-lombok-timur-ntb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172950/banjir-bandang-landa-lombok-timur-ntb"/><item><title>Banjir Bandang Landa Lombok Timur NTB</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172950/banjir-bandang-landa-lombok-timur-ntb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172950/banjir-bandang-landa-lombok-timur-ntb</guid><pubDate>Minggu 23 Februari 2020 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/23/340/2172950/banjir-bandang-landa-lombok-timur-ntb-0Hqp9wIVpW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir bandang landa Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, pada Minggu (23/2/2020). (Foto : BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/23/340/2172950/banjir-bandang-landa-lombok-timur-ntb-0Hqp9wIVpW.jpg</image><title>Banjir bandang landa Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, pada Minggu (23/2/2020). (Foto : BNPB)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Banjir bandang melanda Dusun Melempo, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (23/2/2020) sore, sekira pukul 16.00 Wita.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, banjir bandang itu disebabkan cuaca ekstrem di Lombok Timur sejak beberapa hari terakhir.

&quot;Curah hujan yang cukup intens selama seminggu terakhir dan dalam beberapa hari ke depan dengan skala rendah-sedang-tinggi d wilayah Kabupaten Lombok Timur,&quot; kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (23/2/2020).

Selain itu, Agus melanjutkan, banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Melempo.



Saat ini, BPBD setempat berkoordinasi dengan pihak terkait mengecek ke lokasi untuk mengevakuasi dan menyelamatkan warga. Pihaknya juga memasang 2 tenda pengungsian.

Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, 2 Desa di Probolinggo Terendam Banjir

Mengingat cuaca ekstrem masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, Agus mengimbau  masyarakat dapat mengantisipasi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung serta kilatan petir yang dapat terjadi, dengan membersihkan lingkungan masing-masing guna meminimalkan dampaknya.

Baca Juga : BMKG Prakirakan 11 Daerah Diguyur Hujan Lebat, Waspada Banjir

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Banjir bandang melanda Dusun Melempo, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (23/2/2020) sore, sekira pukul 16.00 Wita.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, banjir bandang itu disebabkan cuaca ekstrem di Lombok Timur sejak beberapa hari terakhir.

&quot;Curah hujan yang cukup intens selama seminggu terakhir dan dalam beberapa hari ke depan dengan skala rendah-sedang-tinggi d wilayah Kabupaten Lombok Timur,&quot; kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (23/2/2020).

Selain itu, Agus melanjutkan, banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Melempo.



Saat ini, BPBD setempat berkoordinasi dengan pihak terkait mengecek ke lokasi untuk mengevakuasi dan menyelamatkan warga. Pihaknya juga memasang 2 tenda pengungsian.

Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, 2 Desa di Probolinggo Terendam Banjir

Mengingat cuaca ekstrem masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, Agus mengimbau  masyarakat dapat mengantisipasi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung serta kilatan petir yang dapat terjadi, dengan membersihkan lingkungan masing-masing guna meminimalkan dampaknya.

Baca Juga : BMKG Prakirakan 11 Daerah Diguyur Hujan Lebat, Waspada Banjir

</content:encoded></item></channel></rss>
