<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Bandang Landa Lombok Timur, 250 Warga Mengungsi</title><description>Selain itu, Agus menyebutkan, 59 rumah terendam banjir dengan ketinggian sekira 1 meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172952/banjir-bandang-landa-lombok-timur-250-warga-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172952/banjir-bandang-landa-lombok-timur-250-warga-mengungsi"/><item><title>Banjir Bandang Landa Lombok Timur, 250 Warga Mengungsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172952/banjir-bandang-landa-lombok-timur-250-warga-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/23/340/2172952/banjir-bandang-landa-lombok-timur-250-warga-mengungsi</guid><pubDate>Minggu 23 Februari 2020 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/23/340/2172952/banjir-bandang-landa-lombok-timur-250-warga-mengungsi-68NiGJkAGv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Situasi pascabanjir bandang landa Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Minggu (23/2/2020). (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/23/340/2172952/banjir-bandang-landa-lombok-timur-250-warga-mengungsi-68NiGJkAGv.jpg</image><title>Situasi pascabanjir bandang landa Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Minggu (23/2/2020). (BNPB)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK) atau 250 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir bandang yang melanda Dusun Melempo, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (23/2/2020) sore, sekira pukul 16.00 Wita.

&quot;Korban jiwa dan luka-luka nihil, mengungsi 59 KK (250) jiwa,&quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Minggu (23/2/2020).


Selain itu, Agus menyebutkan, 59 rumah terendam banjir dengan ketinggian sekira 1 meter. Namun, saat ini air sudah surut.

&quot;Pukul 19.45 wita, genangan air sudah surut, menyisakan lumpur,&quot; ucapnya.



Saat ini, BPBD setempat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi dan menyelamatkan warga. Pihaknya juga memasang 2 tenda pengungsian.

Sementara itu, Agus menjelaskan, banjir bandang yang terjadi di Sambelia, Lombok Timur, disebabkan curah hujan yang cukup intens selama seminggu terakhir. Selain itu, banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Melempo.

Baca Juga : Banjir Bandang Landa Lombok Timur NTB

Mengingat cuaca ekstrem masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, Agus mengimbau  masyarakat dapat mengantisipasi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung serta kilatan petir yang dapat terjadi, dengan membersihkan lingkungan masing-masing guna meminimalkan dampaknya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 59 Kepala Keluarga (KK) atau 250 jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir bandang yang melanda Dusun Melempo, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (23/2/2020) sore, sekira pukul 16.00 Wita.

&quot;Korban jiwa dan luka-luka nihil, mengungsi 59 KK (250) jiwa,&quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Minggu (23/2/2020).


Selain itu, Agus menyebutkan, 59 rumah terendam banjir dengan ketinggian sekira 1 meter. Namun, saat ini air sudah surut.

&quot;Pukul 19.45 wita, genangan air sudah surut, menyisakan lumpur,&quot; ucapnya.



Saat ini, BPBD setempat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi dan menyelamatkan warga. Pihaknya juga memasang 2 tenda pengungsian.

Sementara itu, Agus menjelaskan, banjir bandang yang terjadi di Sambelia, Lombok Timur, disebabkan curah hujan yang cukup intens selama seminggu terakhir. Selain itu, banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Melempo.

Baca Juga : Banjir Bandang Landa Lombok Timur NTB

Mengingat cuaca ekstrem masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, Agus mengimbau  masyarakat dapat mengantisipasi potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung serta kilatan petir yang dapat terjadi, dengan membersihkan lingkungan masing-masing guna meminimalkan dampaknya.
</content:encoded></item></channel></rss>
