<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>22 Rumah Rusak dan 4 KK Mengungsi Imbas Pergeseran Tanah di Bengkulu</title><description>Ujang menyebut, fenomena alam di daerah tersebut diketahui sudah dirasakan sejak beberapa tahun terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/24/340/2173554/22-rumah-rusak-dan-4-kk-mengungsi-imbas-pergeseran-tanah-di-bengkulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/24/340/2173554/22-rumah-rusak-dan-4-kk-mengungsi-imbas-pergeseran-tanah-di-bengkulu"/><item><title>22 Rumah Rusak dan 4 KK Mengungsi Imbas Pergeseran Tanah di Bengkulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/24/340/2173554/22-rumah-rusak-dan-4-kk-mengungsi-imbas-pergeseran-tanah-di-bengkulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/24/340/2173554/22-rumah-rusak-dan-4-kk-mengungsi-imbas-pergeseran-tanah-di-bengkulu</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2020 23:11 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/24/340/2173554/22-rumah-rusak-dan-4-kk-mengungsi-imbas-pergeseran-tanah-di-bengkulu-0urDhbAK6P.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pergeseran tanah di Kabupaten Kaur, Bengkulu (Foto: Okezone/Demon Fajri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/24/340/2173554/22-rumah-rusak-dan-4-kk-mengungsi-imbas-pergeseran-tanah-di-bengkulu-0urDhbAK6P.jpeg</image><title>Pergeseran tanah di Kabupaten Kaur, Bengkulu (Foto: Okezone/Demon Fajri)</title></images><description>BENGKULU - Warga Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mendadak heboh. Hal tersebut lantaran adanya fenomena alam pergeseran tanah di Dusun Simpang Betung, Desa Air Pahlawan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.&amp;nbsp;
Akibatnya, 22 unit rumah mengalami rusak sedang pada bagian lantai. Tidak hanya itu, jalan di desa itu pun mengalami keretakan dengan kedalaman sekira 30 cm hingga 50 cm, dengan panjang sekira 50 meter dan lebar 30 cm hingga 40 cm.
Fenomena alam itu juga menyebabkan 4 KK di desa tersebut mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara 18 KK lainnya masih tetap bertahan di rumah masing-masing. Meskipun bagian lantai mereka sudah mengalami keretakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sistem Peringatan Dini Bencana di Labuan Bajo-Pulau Komodo Diperkuat untuk Pengembangan Wisata
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Ujang Syafiri mengatakan, fenomena alam pergeseran tanah diduga disebabkan daerah Desa Air Pahlawan, Kecamatan Nasal, banyak serapan air. Sehingga berdampak tanah bergeser.

Saat ini, kata Ujang, masyarakat yang terdampak masih tetap bertahan di rumah masing-masing. Namun, jelas Ujang, 4 unit rumah yang mengalami rusak berat sudah tidak dapat dihuni sehingga mereka mengungsi ke tempat aman.
''Fenomena alam ini merusak jalan dan lantai rumah warga. Tanah bergerak kemungkinan besar banyaknya resapan air. Kedepannya warga yang terdampak mesti direlokasi ke tempat yang lebih aman,'' kata Ujang, saat dikonfirmasi Okezone, Senin (24/2/2020).
Ujang menyebut, fenomena alam di daerah tersebut diketahui sudah dirasakan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, pergerakan tanah dari tahun ke tahun terus bergerak dan hingga pada akhirnya merusak bangunan bagian lantai dan jalan.
''Peristiwa ini sebenarnya sudah lama bergerak secara sedikit demi sedikit hingga keretakan terjadi seperti saat ini,'' kata Ujang.
Baca Juga:&amp;nbsp;BNPB : 994.932 Jiwa Mengungsi Akibat Bencana sejak Awal 2020</description><content:encoded>BENGKULU - Warga Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mendadak heboh. Hal tersebut lantaran adanya fenomena alam pergeseran tanah di Dusun Simpang Betung, Desa Air Pahlawan, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.&amp;nbsp;
Akibatnya, 22 unit rumah mengalami rusak sedang pada bagian lantai. Tidak hanya itu, jalan di desa itu pun mengalami keretakan dengan kedalaman sekira 30 cm hingga 50 cm, dengan panjang sekira 50 meter dan lebar 30 cm hingga 40 cm.
Fenomena alam itu juga menyebabkan 4 KK di desa tersebut mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara 18 KK lainnya masih tetap bertahan di rumah masing-masing. Meskipun bagian lantai mereka sudah mengalami keretakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sistem Peringatan Dini Bencana di Labuan Bajo-Pulau Komodo Diperkuat untuk Pengembangan Wisata
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaur, Ujang Syafiri mengatakan, fenomena alam pergeseran tanah diduga disebabkan daerah Desa Air Pahlawan, Kecamatan Nasal, banyak serapan air. Sehingga berdampak tanah bergeser.

Saat ini, kata Ujang, masyarakat yang terdampak masih tetap bertahan di rumah masing-masing. Namun, jelas Ujang, 4 unit rumah yang mengalami rusak berat sudah tidak dapat dihuni sehingga mereka mengungsi ke tempat aman.
''Fenomena alam ini merusak jalan dan lantai rumah warga. Tanah bergerak kemungkinan besar banyaknya resapan air. Kedepannya warga yang terdampak mesti direlokasi ke tempat yang lebih aman,'' kata Ujang, saat dikonfirmasi Okezone, Senin (24/2/2020).
Ujang menyebut, fenomena alam di daerah tersebut diketahui sudah dirasakan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, pergerakan tanah dari tahun ke tahun terus bergerak dan hingga pada akhirnya merusak bangunan bagian lantai dan jalan.
''Peristiwa ini sebenarnya sudah lama bergerak secara sedikit demi sedikit hingga keretakan terjadi seperti saat ini,'' kata Ujang.
Baca Juga:&amp;nbsp;BNPB : 994.932 Jiwa Mengungsi Akibat Bencana sejak Awal 2020</content:encoded></item></channel></rss>
