<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Heroik Mbah Sudiro Selamatkan Siswa SMPN 1 Turi hingga Terluka</title><description>udiro tercatat menjadi orang yang juga berjasa atas aksi penyelamatannya terhadap siswa SMPN 1 Turi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/24/510/2173446/aksi-heroik-mbah-sudiro-selamatkan-siswa-smpn-1-turi-hingga-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/24/510/2173446/aksi-heroik-mbah-sudiro-selamatkan-siswa-smpn-1-turi-hingga-terluka"/><item><title>Aksi Heroik Mbah Sudiro Selamatkan Siswa SMPN 1 Turi hingga Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/24/510/2173446/aksi-heroik-mbah-sudiro-selamatkan-siswa-smpn-1-turi-hingga-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/24/510/2173446/aksi-heroik-mbah-sudiro-selamatkan-siswa-smpn-1-turi-hingga-terluka</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2020 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Jogja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/24/510/2173446/aksi-heroik-mbah-sudiro-selamatkan-siswa-smpn-1-turi-hingga-terluka-4EIBNWUQk7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mbah Sudiro. (Foto: Harian Jogja/Hafit)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/24/510/2173446/aksi-heroik-mbah-sudiro-selamatkan-siswa-smpn-1-turi-hingga-terluka-4EIBNWUQk7.jpg</image><title>Mbah Sudiro. (Foto: Harian Jogja/Hafit)</title></images><description>SLEMAN &amp;ndash; Ahmad Hidayat alias Sudiro (71), warga Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman ikut membantu siswa hanyut di Sungai Sempor, Jumat 21 Februari 2020. Sudiro tercatat menjadi orang yang juga berjasa atas aksi penyelamatannya terhadap siswa SMPN 1 Turi.
Sudiro yang kebetulan menjadi mbah kaum atau rois di Dusun Dukuh, pada Jumat lalu sudah berniat ingin membersihkan Makam Dukuh sehabis Salat Jumat. Aksi bersih-bersih itu karena akan dilaksanakan kegiatan kerja bakti di makam tersebut.
&quot;Tiba-tiba sekira pukul 15.30 WIB saya dapat kabar dari anak saya ada anak yang minta tolong dari kali, mereka hanyut, saya langsung menuju ke kali, langsung turun menuju ke kali dari makam,&quot; ujar Sudiro, Senin (24/2/2020).
Sudiro sesungguhnya sudah bertanya-tanya ketika ia sedang bersih-bersih di makam. Dia heran mengapa anak-anak melakukan kegiatan di sungai, sedangkan daerah tersebut baru diguyur hujan cukup deras. Adapun, jarak makam menuju ke sungai sekitar 10 meter.
&quot;Saya sempat menyelamatkan lima orang siswa, kebetulan siswa perempuan yang meminta tolong, kebetulan tangan dari salah satu anak itu kewir-kewir (seperti patah tulang), saya tanya kenapa mbak, ia menjawab, tadi sempat terbentur tebing, sesampainya mereka (korban) di atas ada satu siswa yang pingsan,&quot; ucapnya.

Setelah menolong kelima siswa, Sudiro yang dibantu sekitar 10 warga Dukuh yang notabene juga sudah sepuh tidak patah arang. Ia menuju ke sebelah utara kali karena masih ada siswa yang membutuhkan pertolongan. Kurang lebih ada 10 siswa yang masih membutuhkan bantuan.
&quot;Saya mengambil dua bilah bambu, saya taruh dan saya tempelkan ke tebing agar mempermudah siswa untuk mencapai tebing, dan mempermudah menyeberang sungai, satu siswa ndak berani lewat mungkin karena trauma, akhirnya saya gendong,&quot; ucapnya.
Saat mencoba untuk menggendong salah satu korban yang tidak berani untuk melewati derasnya aliran sungai, Sudiro sempat terpeleset dan kakinya yang sebelah kanan pun terjepit di sela-sela batu sungai.
Baca juga: Tim Psikologi Polda DIY Dampingi Korban Susur Sungai Sempor
&quot;Karena keadaan yang sangat genting, saya coba tidak rasakan sakit di kaki saya, walaupun darah juga bercucuran di kaki, saya tetap maju, saya paksakan kaki saya untuk melangkah, akhirnya kaki saya pun sempat luka sobek, mungkin kena tajamnya batu wadas di sungai, alhamdulillah saya direndam dengan air garam juga sudah lumayan, petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) juga sempat data ke sini (rumah Sudiro),&quot; jelasnya.
Di sebelah utara Sungai Sempor lebih menyeramkan lagi. Banyak siswa putri yang masih terjebak di aliran Sungai Sempor yang berwarna cokelat dan deras.
&quot;Mereka hanya pegangan akar pohon yang terdapat di pinggir kali, itu kalau sampai lepas mereka juga bisa hanyut, dengan kesigapan penuh, warga menyiapkan tangga, akhirnya siswa bisa naik ke pinggir sungai, siswa yang masih terjebak juga dibantu naik oleh Mas Kodir, beliau lari dari selatan ke utara,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>SLEMAN &amp;ndash; Ahmad Hidayat alias Sudiro (71), warga Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman ikut membantu siswa hanyut di Sungai Sempor, Jumat 21 Februari 2020. Sudiro tercatat menjadi orang yang juga berjasa atas aksi penyelamatannya terhadap siswa SMPN 1 Turi.
Sudiro yang kebetulan menjadi mbah kaum atau rois di Dusun Dukuh, pada Jumat lalu sudah berniat ingin membersihkan Makam Dukuh sehabis Salat Jumat. Aksi bersih-bersih itu karena akan dilaksanakan kegiatan kerja bakti di makam tersebut.
&quot;Tiba-tiba sekira pukul 15.30 WIB saya dapat kabar dari anak saya ada anak yang minta tolong dari kali, mereka hanyut, saya langsung menuju ke kali, langsung turun menuju ke kali dari makam,&quot; ujar Sudiro, Senin (24/2/2020).
Sudiro sesungguhnya sudah bertanya-tanya ketika ia sedang bersih-bersih di makam. Dia heran mengapa anak-anak melakukan kegiatan di sungai, sedangkan daerah tersebut baru diguyur hujan cukup deras. Adapun, jarak makam menuju ke sungai sekitar 10 meter.
&quot;Saya sempat menyelamatkan lima orang siswa, kebetulan siswa perempuan yang meminta tolong, kebetulan tangan dari salah satu anak itu kewir-kewir (seperti patah tulang), saya tanya kenapa mbak, ia menjawab, tadi sempat terbentur tebing, sesampainya mereka (korban) di atas ada satu siswa yang pingsan,&quot; ucapnya.

Setelah menolong kelima siswa, Sudiro yang dibantu sekitar 10 warga Dukuh yang notabene juga sudah sepuh tidak patah arang. Ia menuju ke sebelah utara kali karena masih ada siswa yang membutuhkan pertolongan. Kurang lebih ada 10 siswa yang masih membutuhkan bantuan.
&quot;Saya mengambil dua bilah bambu, saya taruh dan saya tempelkan ke tebing agar mempermudah siswa untuk mencapai tebing, dan mempermudah menyeberang sungai, satu siswa ndak berani lewat mungkin karena trauma, akhirnya saya gendong,&quot; ucapnya.
Saat mencoba untuk menggendong salah satu korban yang tidak berani untuk melewati derasnya aliran sungai, Sudiro sempat terpeleset dan kakinya yang sebelah kanan pun terjepit di sela-sela batu sungai.
Baca juga: Tim Psikologi Polda DIY Dampingi Korban Susur Sungai Sempor
&quot;Karena keadaan yang sangat genting, saya coba tidak rasakan sakit di kaki saya, walaupun darah juga bercucuran di kaki, saya tetap maju, saya paksakan kaki saya untuk melangkah, akhirnya kaki saya pun sempat luka sobek, mungkin kena tajamnya batu wadas di sungai, alhamdulillah saya direndam dengan air garam juga sudah lumayan, petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) juga sempat data ke sini (rumah Sudiro),&quot; jelasnya.
Di sebelah utara Sungai Sempor lebih menyeramkan lagi. Banyak siswa putri yang masih terjebak di aliran Sungai Sempor yang berwarna cokelat dan deras.
&quot;Mereka hanya pegangan akar pohon yang terdapat di pinggir kali, itu kalau sampai lepas mereka juga bisa hanyut, dengan kesigapan penuh, warga menyiapkan tangga, akhirnya siswa bisa naik ke pinggir sungai, siswa yang masih terjebak juga dibantu naik oleh Mas Kodir, beliau lari dari selatan ke utara,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
