<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Virus Korona di Korsel Bertambah 169, Lebih dari 1.100 Dikonfirmasi</title><description>Pemerintah Korsel berencana menguji 200.000 orang yang berkaitan dengan sekte Shincheonji, yang menjadi pusat penyebaran virus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/26/18/2174480/kasus-virus-korona-di-korsel-bertambah-169-lebih-dari-1-100-dikonfirmasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/26/18/2174480/kasus-virus-korona-di-korsel-bertambah-169-lebih-dari-1-100-dikonfirmasi"/><item><title>Kasus Virus Korona di Korsel Bertambah 169, Lebih dari 1.100 Dikonfirmasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/26/18/2174480/kasus-virus-korona-di-korsel-bertambah-169-lebih-dari-1-100-dikonfirmasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/26/18/2174480/kasus-virus-korona-di-korsel-bertambah-169-lebih-dari-1-100-dikonfirmasi</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/18/2174480/kasus-virus-korona-di-korsel-bertambah-169-lebih-dari-1-100-dikonfirmasi-BVTXxRF1ua.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/18/2174480/kasus-virus-korona-di-korsel-bertambah-169-lebih-dari-1-100-dikonfirmasi-BVTXxRF1ua.jpg</image><title>Foto: Okezone.</title></images><description>SEOUL - Korea Selatan melaporkan 169 kasus virus korona baru, atau Covid-19 pada Rabu, 26 Februari 2020, termasuk seorang tentara Amerika Serikat (AS). Laporan itu dirilis di saat otoritas kesehatan Korea Selatan tengah menyiapkan rencana ambisius untuk menguji lebih dari 200.000 anggota gereja yang terdampak paling parah oleh wabah di negara itu.
Dengan bertambahnya kasus baru itu total pasien virus korona yang telah dikonfirmasi di Korea Selatan telah mencapai 1.146, dan diperkirakan akan bertambah seiring dengan perluasan pengujian yang dilakukan pemerintah.
BACA JUGA: Jumlah Kematian Virus Korona di Seluruh Dunia Capai 2.764
Berdasarkan keterangan Pusat Pengendalian &amp;amp; Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), dari kasus-kasus baru, 134 di antaranya berasal dari Kota Daegu, di mana cabang dari Gereja Shincheonji Yesus, yang telah dikaitkan dengan wabah, terletak.
Militer AS militer melaporkan kasus pertama virus korona pada Rabu, pada seorang prajurit berusia 23 tahun yang berbasis di Camp Carroll, sekira 20 km dari Daegu. Kamp itu juga dekat dengan pusat disabilitas yang juga memiliki wabah virus korona yang dikonfirmasi.
Menurut pernyataan Pasukan Amerika Serikat Korea (USFK), tentara itu dikarantina sendiri di rumahnya di luar pangkalan.
BACA JUGA: Jumlah Kematian Akibat Virus Korona di Italia Meningkat, 11 Orang Meninggal
&quot;KCDC dan profesional kesehatan USFK secara aktif melakukan pelacakan kontak untuk menentukan apakah ada orang lain yang terpapar,&quot; demikian isi pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (26/2/2020). Pernyataan itu mencatat bahwa tentara itu juga baru-baru ini mengunjungi Camp Walker, sebuah pangkalan di Daegu.
Pada Senin, janda dari seorang mantan tentara AS dinyatakan positif terkena virus setelah mengunjungi beberapa pangkalan di dekat Daegu, termasuk Camp Walker.

Pangkalan militer Amerika di seluruh Korea Selatan membatasi masuknya  dan memberlakukan tindakan pemeriksaan kesehatan di gerbang mereka  pekan ini. Langkah itu menyebabkan beberapa orang yang bekerja di  pangkalan terpaksa menunggu selama beberapa jam.
Militer AS dan Korea Selatan mengatakan mereka mempertimbangkan untuk  meningkatkan pelatihan bersama karena meningkatnya kekhawatiran tentang  virus korona.
Pada Rabu, surat kabar Joongang Ilbo juga melaporkan kematian ke-12 akibat virus itu di Korea Selatan.
Hingga saat ini Covid-19 telah menginfeksi sedikitnya 80.000 orang di  seluruh dunia, dan menyebabkan lebih dari 2.700 orang, sebagian besar  di China.</description><content:encoded>SEOUL - Korea Selatan melaporkan 169 kasus virus korona baru, atau Covid-19 pada Rabu, 26 Februari 2020, termasuk seorang tentara Amerika Serikat (AS). Laporan itu dirilis di saat otoritas kesehatan Korea Selatan tengah menyiapkan rencana ambisius untuk menguji lebih dari 200.000 anggota gereja yang terdampak paling parah oleh wabah di negara itu.
Dengan bertambahnya kasus baru itu total pasien virus korona yang telah dikonfirmasi di Korea Selatan telah mencapai 1.146, dan diperkirakan akan bertambah seiring dengan perluasan pengujian yang dilakukan pemerintah.
BACA JUGA: Jumlah Kematian Virus Korona di Seluruh Dunia Capai 2.764
Berdasarkan keterangan Pusat Pengendalian &amp;amp; Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), dari kasus-kasus baru, 134 di antaranya berasal dari Kota Daegu, di mana cabang dari Gereja Shincheonji Yesus, yang telah dikaitkan dengan wabah, terletak.
Militer AS militer melaporkan kasus pertama virus korona pada Rabu, pada seorang prajurit berusia 23 tahun yang berbasis di Camp Carroll, sekira 20 km dari Daegu. Kamp itu juga dekat dengan pusat disabilitas yang juga memiliki wabah virus korona yang dikonfirmasi.
Menurut pernyataan Pasukan Amerika Serikat Korea (USFK), tentara itu dikarantina sendiri di rumahnya di luar pangkalan.
BACA JUGA: Jumlah Kematian Akibat Virus Korona di Italia Meningkat, 11 Orang Meninggal
&quot;KCDC dan profesional kesehatan USFK secara aktif melakukan pelacakan kontak untuk menentukan apakah ada orang lain yang terpapar,&quot; demikian isi pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (26/2/2020). Pernyataan itu mencatat bahwa tentara itu juga baru-baru ini mengunjungi Camp Walker, sebuah pangkalan di Daegu.
Pada Senin, janda dari seorang mantan tentara AS dinyatakan positif terkena virus setelah mengunjungi beberapa pangkalan di dekat Daegu, termasuk Camp Walker.

Pangkalan militer Amerika di seluruh Korea Selatan membatasi masuknya  dan memberlakukan tindakan pemeriksaan kesehatan di gerbang mereka  pekan ini. Langkah itu menyebabkan beberapa orang yang bekerja di  pangkalan terpaksa menunggu selama beberapa jam.
Militer AS dan Korea Selatan mengatakan mereka mempertimbangkan untuk  meningkatkan pelatihan bersama karena meningkatnya kekhawatiran tentang  virus korona.
Pada Rabu, surat kabar Joongang Ilbo juga melaporkan kematian ke-12 akibat virus itu di Korea Selatan.
Hingga saat ini Covid-19 telah menginfeksi sedikitnya 80.000 orang di  seluruh dunia, dan menyebabkan lebih dari 2.700 orang, sebagian besar  di China.</content:encoded></item></channel></rss>
