<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: 47.670 Warga Karawang Terdampak Banjir </title><description>Banjir melanda secara luas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat hingga menggenangi 14 kecamatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174258/bnpb-47-670-warga-karawang-terdampak-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174258/bnpb-47-670-warga-karawang-terdampak-banjir"/><item><title>BNPB: 47.670 Warga Karawang Terdampak Banjir </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174258/bnpb-47-670-warga-karawang-terdampak-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174258/bnpb-47-670-warga-karawang-terdampak-banjir</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/337/2174258/bnpb-47-670-warga-karawang-terdampak-banjir-rkyYqwdiUO.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/337/2174258/bnpb-47-670-warga-karawang-terdampak-banjir-rkyYqwdiUO.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Banjir mengakibatkan 15.734 Kepala Keluarga (KK) atau 47.670 warga Karawang terdampak pada Senin 24 Februari 2020. Banjir melanda secara luas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat hingga menggenangi 14 kecamatan.
Kecamatan terdampak yaitu, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kutawaluya, Jayakerta, Cilebar, Rengasdengklok, Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, Karawang Timur, Pedes, Karawang Barat, Cikampek, Teluk Jambe dan Cilamaya Wetan. Paling parah Kecamatan Rengasdengklok.
&quot;Berdasarkan data BPBD Kabupaten Karawang per 25 Februari 2020, pukul 20.00 WIB, dari jumlah warga yang terdampak di kabupaten sebanyak 3.111 KK atau 9.770 jiwa mengungsi,&quot; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Rabu (26/2/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;142 RW di Jakarta Masih Terendam dan 9.890 Jiwa Mengungsi
Ditambahkan Agus, banjir dipicu berbagai faktor seperti intensitas hujan tinggi di wilayah Karawang, drainase yang buruk serta sumbatan sampah pada Sipon. Dalam bahasa teknik, sipon adalah saluran sungai yang dibangun di bawah permukaan sungai.

BPBD setempat dibantu dengan dengan instantsi terkait lainnya telah melakukan upaya evakuasi sejak Senin 24 Februari. Tenda dan dapur umum dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka yang mengungsi. Selain itu, mereka juga menerima bantuan logistik permakanan dan selimut.
&quot;Pendataan sementara kerugian materiil yaitu 14.808 unit rumah yang terendam banjir, 3 masjid, 1 sekolah dan 842 hektare sawah. Perkiraan nilai kerugian senilai Rp179 juta,&quot; katanya.
Sehubungan dengan kejadian banjir, Bupati Karawang telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam tidak hanya banjir tetapi juga longsor dan angin puting beliung. Status ini berlaku pada periode 14 hari, terhitung sejak 26 Februari 2020 hingga 10 Maret 2020.
Pascainsiden, Kepala BNPB Doni Monardo meninjau dampak banjir di wilayah itu pada hari ini, Rabu 26 Februari. Doni memastikan segala kesulitan warga bisa teratasi dan menyiapkan langkah pencegahan serta penanggulangan bencana di masa mendatang.
&quot;Catatan BNPB melalui Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Kabupaten Karawang memiliki historis bencana banjir dilihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada 2016 banjir besar mengakibatkan 71.333 jiwa terdampak dan 10.272 rumah terendam di wilayah Kecamatan Karawang Barat,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Banjir mengakibatkan 15.734 Kepala Keluarga (KK) atau 47.670 warga Karawang terdampak pada Senin 24 Februari 2020. Banjir melanda secara luas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat hingga menggenangi 14 kecamatan.
Kecamatan terdampak yaitu, Kecamatan Teluk Jambe Barat, Kutawaluya, Jayakerta, Cilebar, Rengasdengklok, Tegalwaru, Pangkalan, Ciampel, Karawang Timur, Pedes, Karawang Barat, Cikampek, Teluk Jambe dan Cilamaya Wetan. Paling parah Kecamatan Rengasdengklok.
&quot;Berdasarkan data BPBD Kabupaten Karawang per 25 Februari 2020, pukul 20.00 WIB, dari jumlah warga yang terdampak di kabupaten sebanyak 3.111 KK atau 9.770 jiwa mengungsi,&quot; ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Rabu (26/2/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;142 RW di Jakarta Masih Terendam dan 9.890 Jiwa Mengungsi
Ditambahkan Agus, banjir dipicu berbagai faktor seperti intensitas hujan tinggi di wilayah Karawang, drainase yang buruk serta sumbatan sampah pada Sipon. Dalam bahasa teknik, sipon adalah saluran sungai yang dibangun di bawah permukaan sungai.

BPBD setempat dibantu dengan dengan instantsi terkait lainnya telah melakukan upaya evakuasi sejak Senin 24 Februari. Tenda dan dapur umum dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka yang mengungsi. Selain itu, mereka juga menerima bantuan logistik permakanan dan selimut.
&quot;Pendataan sementara kerugian materiil yaitu 14.808 unit rumah yang terendam banjir, 3 masjid, 1 sekolah dan 842 hektare sawah. Perkiraan nilai kerugian senilai Rp179 juta,&quot; katanya.
Sehubungan dengan kejadian banjir, Bupati Karawang telah menetapkan status tanggap darurat bencana alam tidak hanya banjir tetapi juga longsor dan angin puting beliung. Status ini berlaku pada periode 14 hari, terhitung sejak 26 Februari 2020 hingga 10 Maret 2020.
Pascainsiden, Kepala BNPB Doni Monardo meninjau dampak banjir di wilayah itu pada hari ini, Rabu 26 Februari. Doni memastikan segala kesulitan warga bisa teratasi dan menyiapkan langkah pencegahan serta penanggulangan bencana di masa mendatang.
&quot;Catatan BNPB melalui Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), Kabupaten Karawang memiliki historis bencana banjir dilihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pada 2016 banjir besar mengakibatkan 71.333 jiwa terdampak dan 10.272 rumah terendam di wilayah Kecamatan Karawang Barat,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
