<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Ingin Budaya Sadar &amp; Taat Hukum Mewujud di Masyarakat</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin masyarakat Indonesia menumbuhkan budaya sadar dan taat hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174327/presiden-jokowi-ingin-budaya-sadar-taat-hukum-mewujud-di-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174327/presiden-jokowi-ingin-budaya-sadar-taat-hukum-mewujud-di-masyarakat"/><item><title>Presiden Jokowi Ingin Budaya Sadar &amp; Taat Hukum Mewujud di Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174327/presiden-jokowi-ingin-budaya-sadar-taat-hukum-mewujud-di-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/26/337/2174327/presiden-jokowi-ingin-budaya-sadar-taat-hukum-mewujud-di-masyarakat</guid><pubDate>Rabu 26 Februari 2020 12:51 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/26/337/2174327/presiden-jokowi-ingin-budaya-sadar-taat-hukum-mewujud-di-masyarakat-PiITMVv4xs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Okezone/Fahreza Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/26/337/2174327/presiden-jokowi-ingin-budaya-sadar-taat-hukum-mewujud-di-masyarakat-PiITMVv4xs.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Okezone/Fahreza Rizky)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin masyarakat Indonesia menumbuhkan budaya sadar dan taat hukum. Jika kondisi itu sudah terwujud, maka wajah hukum tak lagi berbentuk represif yang identik dengan cara menekan atau paksaan.

&quot;Kita ingin dalam masyarakat Indonesia tumbuh budaya sadar dan taat hukum sehingga hukum tampil bukan hanya dalam wajah yang represif yang menuntut kerja para penegak hukum, tapi sadar hukum sudah hidup dalam budaya masyarakat,&quot; kata Jokowi di acara laporan tahunan Mahkamah Agung (MA), JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Perintahkan Jajarannya Perkuat Daya Tahan Ekonomi&amp;nbsp;

Budaya sadar dan taat hukum dapat dimulai dari pengembalian kepercayaan publik terhadap dunia peradilan. Pasalnya, rasa percaya pada institusi peradilan adalah hal yang sangat mendasar. Jika taat hukum terwujud maka secara otomatis kerja para penegak hukum menjadi lebih ringan.

&quot;Sehingga kerja-kerja para penegak hukum menjadi lebih ringan,&quot; imbuhnya.

Jokowi mengapresiasi kinerja MA di bawah kepemimpinan Hatta Ali yang telah melakukan reformasi besar-besaran dalam dunia peradilan. Reformasi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi para pencari keadilan.

&quot;Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada jajaran MA di bawah kepemimpinan Hatta Ali yang telah melakukan reformasi besar besaran terhadap dunia peradilan,&quot; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Survei Median: 55,4% Masyarakat Puas dengan Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma'ruf&amp;nbsp;
Jokowi memahami tantangan yang dihadapi MA saat ini tidaklah mudah. Menurut dia, semua warga negara terutama dari kalangan keluarga kurang beruntung harus semakin berani untuk memerjuangkan keadilan.

&quot;Masyarakat harus memperoleh layanan yang semakin baik dan cepat di tengah masalah yang semakin kompleks. Masyarakat harus memperoleh keputusan yang seadil-adilnya di tengah kepentingan antar pihak yang berperkara,&quot; kata Jokowi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin masyarakat Indonesia menumbuhkan budaya sadar dan taat hukum. Jika kondisi itu sudah terwujud, maka wajah hukum tak lagi berbentuk represif yang identik dengan cara menekan atau paksaan.

&quot;Kita ingin dalam masyarakat Indonesia tumbuh budaya sadar dan taat hukum sehingga hukum tampil bukan hanya dalam wajah yang represif yang menuntut kerja para penegak hukum, tapi sadar hukum sudah hidup dalam budaya masyarakat,&quot; kata Jokowi di acara laporan tahunan Mahkamah Agung (MA), JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Perintahkan Jajarannya Perkuat Daya Tahan Ekonomi&amp;nbsp;

Budaya sadar dan taat hukum dapat dimulai dari pengembalian kepercayaan publik terhadap dunia peradilan. Pasalnya, rasa percaya pada institusi peradilan adalah hal yang sangat mendasar. Jika taat hukum terwujud maka secara otomatis kerja para penegak hukum menjadi lebih ringan.

&quot;Sehingga kerja-kerja para penegak hukum menjadi lebih ringan,&quot; imbuhnya.

Jokowi mengapresiasi kinerja MA di bawah kepemimpinan Hatta Ali yang telah melakukan reformasi besar-besaran dalam dunia peradilan. Reformasi tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi para pencari keadilan.

&quot;Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada jajaran MA di bawah kepemimpinan Hatta Ali yang telah melakukan reformasi besar besaran terhadap dunia peradilan,&quot; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Survei Median: 55,4% Masyarakat Puas dengan Kinerja 100 Hari Jokowi-Ma'ruf&amp;nbsp;
Jokowi memahami tantangan yang dihadapi MA saat ini tidaklah mudah. Menurut dia, semua warga negara terutama dari kalangan keluarga kurang beruntung harus semakin berani untuk memerjuangkan keadilan.

&quot;Masyarakat harus memperoleh layanan yang semakin baik dan cepat di tengah masalah yang semakin kompleks. Masyarakat harus memperoleh keputusan yang seadil-adilnya di tengah kepentingan antar pihak yang berperkara,&quot; kata Jokowi.
</content:encoded></item></channel></rss>
