<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir di Subang, Ridwan Kamil: Pendangkalan Sungai Pangkal Masalah</title><description>Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/27/525/2175222/banjir-di-subang-ridwan-kamil-pendangkalan-sungai-pangkal-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/27/525/2175222/banjir-di-subang-ridwan-kamil-pendangkalan-sungai-pangkal-masalah"/><item><title>Banjir di Subang, Ridwan Kamil: Pendangkalan Sungai Pangkal Masalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/27/525/2175222/banjir-di-subang-ridwan-kamil-pendangkalan-sungai-pangkal-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/27/525/2175222/banjir-di-subang-ridwan-kamil-pendangkalan-sungai-pangkal-masalah</guid><pubDate>Kamis 27 Februari 2020 20:00 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/27/525/2175222/banjir-di-subang-ridwan-kamil-pendangkalan-sungai-pangkal-masalah-jSGP4rBcZN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ridwan kamil tinjau banjir di Subang (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/27/525/2175222/banjir-di-subang-ridwan-kamil-pendangkalan-sungai-pangkal-masalah-jSGP4rBcZN.jpg</image><title>Ridwan kamil tinjau banjir di Subang (Foto: Ist)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Kamis (27/2/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Emil sapaan lain Ridwan Kamil, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan banjir, yakni pembangunan Bendungan Sadawarna dan normalisasi sungai.

&amp;ldquo;Semua proyek di Jawa Barat itu sedang dikerjakan, selama proses pengerjaan kan hujan datang dan itu berlangsung bersamaan, maka tidak bisa dihindari,&amp;rdquo; kata Emil.

&amp;ldquo;Tapi, pesannya ke masyarakat bahwa kita semua sedang bekerja, tidak ada yang diam hanya butuh proses waktu saja,&amp;rdquo; imbuhnya.

Selain dapat mengendalikan banjir, Bendungan Sadawarna dapat digunakan sebagai irigasi, air baku, maupun pariwisata. Jika pembangunan selesai, Bendungan Sadawarna mampu mengendalikan debit air yang mengalir ke-12 kecamatan di wilayah Subang Utara.

Baca Juga: Ratusan Rumah di Ciasem Subang Terendam Banjir Akibat Tanggul Jebol

&amp;ldquo;Dan salah satu yang paling besar sudah disepakati adalah normalisasi (sungai), karena pendangkalan ini adalah pangkal dari permasalahan,&quot; ucapnya.

&quot;Kita akan terus upayakan, walaupun wilayahnya di kita, tapi proses harus dikoordinasikan. Karena itu, dalam tata kelolanya, air sungai dikelola BBWS melalui Kementerian PUPR,&amp;rdquo; tambahnya.

Sampai saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melalui  Dinas Sosial (Dinsos) membuka dapur umum dan menurunkan 98 anggota  Tagana. Kemudian, Pemda Provinsi Jabar juga menyalurkan bantuan  logistik, seperti beras, dan kebutuhan dasar lainnya.

Untuk menangani banjir di Subang, Karawang, Kota dan Kabupaten  Bekasi, Kang Emil sudah memberikan arahan kepada kepala daerah. Selain  itu, kata dia, penanganan bencana seperti banjir dilakukan secara  berjenjang.

&amp;ldquo;Dan kalau dari sisi penanganan, yang namanya provinsi itu sesuai  Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang namanya kebencanaan itu  (penanganannya) sifatnya berjenjang,&amp;rdquo; imbuhnya.

&amp;ldquo;Jadi, first responder-nya itu ada di level bupati/walikota di BPBD  tingkat dua. Kalau di level tingkat dua ada kesulitan baru ke level  provinsi, sehingga kalau bupati/wali kotanya sudah di depan seperti Pak  Ruhimat (Bupati Subang), maka kita bantu untuk logistik dan trauma  healing,&amp;rdquo; tambahnya.

Sedangkan, Bupati Subang Ruhimat, dalam rapat koordinasi (rakor)  penanganan banjir Subang, mengatakan bahwa ada 12 kecamatan di Subang  Utara yang terendam banjir. Hal ini disebabkan oleh meluapnya Sungai  Cipunagara dan jebolnya 17 tanggul sungai.

Ruhimat meminta agar dilakukan upaya konkrit penanganan banjir di  Subang, seperti normalisasi sungai dan pembangunan tanggul secara  permanen.

&amp;ldquo;Terkait keberadaan Sungai Cipunagara, kami mengusulkan untuk  pemasangan tanggul beton kurang lebih tiga kilometer. Normalisasi sungai  yang ada lima anak sungai yang sudah sangat dibutuhkan supaya  pembuangan ke pantai bisa lancar,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Kamis (27/2/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Emil sapaan lain Ridwan Kamil, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan banjir, yakni pembangunan Bendungan Sadawarna dan normalisasi sungai.

&amp;ldquo;Semua proyek di Jawa Barat itu sedang dikerjakan, selama proses pengerjaan kan hujan datang dan itu berlangsung bersamaan, maka tidak bisa dihindari,&amp;rdquo; kata Emil.

&amp;ldquo;Tapi, pesannya ke masyarakat bahwa kita semua sedang bekerja, tidak ada yang diam hanya butuh proses waktu saja,&amp;rdquo; imbuhnya.

Selain dapat mengendalikan banjir, Bendungan Sadawarna dapat digunakan sebagai irigasi, air baku, maupun pariwisata. Jika pembangunan selesai, Bendungan Sadawarna mampu mengendalikan debit air yang mengalir ke-12 kecamatan di wilayah Subang Utara.

Baca Juga: Ratusan Rumah di Ciasem Subang Terendam Banjir Akibat Tanggul Jebol

&amp;ldquo;Dan salah satu yang paling besar sudah disepakati adalah normalisasi (sungai), karena pendangkalan ini adalah pangkal dari permasalahan,&quot; ucapnya.

&quot;Kita akan terus upayakan, walaupun wilayahnya di kita, tapi proses harus dikoordinasikan. Karena itu, dalam tata kelolanya, air sungai dikelola BBWS melalui Kementerian PUPR,&amp;rdquo; tambahnya.

Sampai saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melalui  Dinas Sosial (Dinsos) membuka dapur umum dan menurunkan 98 anggota  Tagana. Kemudian, Pemda Provinsi Jabar juga menyalurkan bantuan  logistik, seperti beras, dan kebutuhan dasar lainnya.

Untuk menangani banjir di Subang, Karawang, Kota dan Kabupaten  Bekasi, Kang Emil sudah memberikan arahan kepada kepala daerah. Selain  itu, kata dia, penanganan bencana seperti banjir dilakukan secara  berjenjang.

&amp;ldquo;Dan kalau dari sisi penanganan, yang namanya provinsi itu sesuai  Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang namanya kebencanaan itu  (penanganannya) sifatnya berjenjang,&amp;rdquo; imbuhnya.

&amp;ldquo;Jadi, first responder-nya itu ada di level bupati/walikota di BPBD  tingkat dua. Kalau di level tingkat dua ada kesulitan baru ke level  provinsi, sehingga kalau bupati/wali kotanya sudah di depan seperti Pak  Ruhimat (Bupati Subang), maka kita bantu untuk logistik dan trauma  healing,&amp;rdquo; tambahnya.

Sedangkan, Bupati Subang Ruhimat, dalam rapat koordinasi (rakor)  penanganan banjir Subang, mengatakan bahwa ada 12 kecamatan di Subang  Utara yang terendam banjir. Hal ini disebabkan oleh meluapnya Sungai  Cipunagara dan jebolnya 17 tanggul sungai.

Ruhimat meminta agar dilakukan upaya konkrit penanganan banjir di  Subang, seperti normalisasi sungai dan pembangunan tanggul secara  permanen.

&amp;ldquo;Terkait keberadaan Sungai Cipunagara, kami mengusulkan untuk  pemasangan tanggul beton kurang lebih tiga kilometer. Normalisasi sungai  yang ada lima anak sungai yang sudah sangat dibutuhkan supaya  pembuangan ke pantai bisa lancar,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
