<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Setop Umrah, Ganjar Minta Jamaah Tak Dipungut Biaya Tambahan</title><description>Kasus penghentian ibadah umrah oleh pemerintah Arab Saudi membuat ribuan calon jemaah asal Indonesia cemas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/28/512/2175567/arab-saudi-setop-umrah-ganjar-minta-jamaah-tak-dipungut-biaya-tambahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/28/512/2175567/arab-saudi-setop-umrah-ganjar-minta-jamaah-tak-dipungut-biaya-tambahan"/><item><title>Arab Saudi Setop Umrah, Ganjar Minta Jamaah Tak Dipungut Biaya Tambahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/28/512/2175567/arab-saudi-setop-umrah-ganjar-minta-jamaah-tak-dipungut-biaya-tambahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/28/512/2175567/arab-saudi-setop-umrah-ganjar-minta-jamaah-tak-dipungut-biaya-tambahan</guid><pubDate>Jum'at 28 Februari 2020 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/28/512/2175567/arab-saudi-setop-umrah-ganjar-minta-jamaah-tak-dipungut-biaya-tambahan-7kG20kQHKT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/28/512/2175567/arab-saudi-setop-umrah-ganjar-minta-jamaah-tak-dipungut-biaya-tambahan-7kG20kQHKT.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)</title></images><description>SEMARANG - Kasus penghentian ibadah umrah oleh pemerintah Arab Saudi membuat ribuan calon jemaah asal Indonesia cemas.

Untuk menghindari masalah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi termasuk memastikan calon jemaah tidak dikenakan biaya tambahan.

&quot;Saya minta kepada Kemenag untuk komunikasi dengan para penyelenggara ibadah haji dan umrah dan calon jamaah. Sampaikan apa yang sebenarnya terjadi agar semuanya tenang,&quot; kata Ganjar usai melantik 170 kepala sekolah SMA/SMK dan SLB negeri Jateng di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (28/2/2020).

Ganjar juga meminta Kanwil Kemenag Jateng untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Sebab sampai saat ini, keputusan penghentian ibadah umrah itu masih simpang siur.

Baca Juga: Khawatir Wabah Virus Korona, Arab Saudi Hentikan Sementara Pelaksanaan Umrah

&quot;Semua harus aktif agar tahu keputusan akhirnya seperti apa. Kan kita belum tahu keputusan dari Kerajaan Arab Saudi seperti apa, termasuk dari Kementerian Luar Negeri. Saya kira, Kemenlu sampai saat ini masih bicara dan mencari solusi terbaik,&quot; imbuhnya.

Selain itu, Kemenag lanjut Ganjar juga diminta memastikan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada para calon jamaah akibat penghentian ini. Dirinya khawatir, akibat masalah ini, para calon jemaah dirugikan.

&quot;Jangan sampai nanti ada konsumen yang dirugikan. Kemenag harus hadir sebagai representasi negara. Maka saya minta Kanwil Kemenag Jateng segera turun untuk koordinasi dengan penyelenggara ibadah haji dan umroh serta sosialisasi kepada para jamaah agar tidak ada yang dirugikan,&quot; pungkasnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Arab Saudi melakukan penghentian  sementara perjalanan ibadah umrah. Hal itu dilakukan karena untuk  menanggulangi penyebaran virus korona yang dalam beberapa pekan terakhir  menjangkiti sejumlah negara.

Akibatnya, sejumlah biro perjalanan haji dan umrah merasa dirugikan.  Mereka yang telah mempersiapkan segala hal dan telah membayar sejumlah  kebutuhan.

Pemerintah pusat melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, M Arfi  Hatim telah melarang biro haji umrah mengenakan biaya tambahan kepada  jemaah akibat kejadian ini. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini adalah  force majeure, dan pemerintah akan mencarikan solusinya.
</description><content:encoded>SEMARANG - Kasus penghentian ibadah umrah oleh pemerintah Arab Saudi membuat ribuan calon jemaah asal Indonesia cemas.

Untuk menghindari masalah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Agama (Kemenag) Jateng gencar melakukan sosialisasi termasuk memastikan calon jemaah tidak dikenakan biaya tambahan.

&quot;Saya minta kepada Kemenag untuk komunikasi dengan para penyelenggara ibadah haji dan umrah dan calon jamaah. Sampaikan apa yang sebenarnya terjadi agar semuanya tenang,&quot; kata Ganjar usai melantik 170 kepala sekolah SMA/SMK dan SLB negeri Jateng di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (28/2/2020).

Ganjar juga meminta Kanwil Kemenag Jateng untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Sebab sampai saat ini, keputusan penghentian ibadah umrah itu masih simpang siur.

Baca Juga: Khawatir Wabah Virus Korona, Arab Saudi Hentikan Sementara Pelaksanaan Umrah

&quot;Semua harus aktif agar tahu keputusan akhirnya seperti apa. Kan kita belum tahu keputusan dari Kerajaan Arab Saudi seperti apa, termasuk dari Kementerian Luar Negeri. Saya kira, Kemenlu sampai saat ini masih bicara dan mencari solusi terbaik,&quot; imbuhnya.

Selain itu, Kemenag lanjut Ganjar juga diminta memastikan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada para calon jamaah akibat penghentian ini. Dirinya khawatir, akibat masalah ini, para calon jemaah dirugikan.

&quot;Jangan sampai nanti ada konsumen yang dirugikan. Kemenag harus hadir sebagai representasi negara. Maka saya minta Kanwil Kemenag Jateng segera turun untuk koordinasi dengan penyelenggara ibadah haji dan umroh serta sosialisasi kepada para jamaah agar tidak ada yang dirugikan,&quot; pungkasnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Arab Saudi melakukan penghentian  sementara perjalanan ibadah umrah. Hal itu dilakukan karena untuk  menanggulangi penyebaran virus korona yang dalam beberapa pekan terakhir  menjangkiti sejumlah negara.

Akibatnya, sejumlah biro perjalanan haji dan umrah merasa dirugikan.  Mereka yang telah mempersiapkan segala hal dan telah membayar sejumlah  kebutuhan.

Pemerintah pusat melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, M Arfi  Hatim telah melarang biro haji umrah mengenakan biaya tambahan kepada  jemaah akibat kejadian ini. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini adalah  force majeure, dan pemerintah akan mencarikan solusinya.
</content:encoded></item></channel></rss>
