<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Evakuasi WNI Awak Princess Diamond Tiba di Jepang</title><description>Tim gabungan pusat dan KBRI Tokyo ini bersandarkan pada protokol kesehatan Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/18/2176091/tim-evakuasi-wni-awak-princess-diamond-tiba-di-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/29/18/2176091/tim-evakuasi-wni-awak-princess-diamond-tiba-di-jepang"/><item><title>Tim Evakuasi WNI Awak Princess Diamond Tiba di Jepang</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/18/2176091/tim-evakuasi-wni-awak-princess-diamond-tiba-di-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/29/18/2176091/tim-evakuasi-wni-awak-princess-diamond-tiba-di-jepang</guid><pubDate>Sabtu 29 Februari 2020 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/29/18/2176091/tim-evakuasi-wni-awak-princess-diamond-tiba-di-jepang-C1XexnodVG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Retno Marsudi melepas tim evakuasi WNI awak Diamond Princess. (Foto/Kemenlu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/29/18/2176091/tim-evakuasi-wni-awak-princess-diamond-tiba-di-jepang-C1XexnodVG.jpg</image><title>Menlu Retno Marsudi melepas tim evakuasi WNI awak Diamond Princess. (Foto/Kemenlu)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tim evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess tiba di Tokyo, Jepang, Sabtu (29/2/2020).
Melalui rilis yang diterima Okezone dari Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Tokyo, tim evakuasi WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess terdiri dari unsur Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI dan maskapai Garuda Indonesia telah bergabung dengan KBRI Tokyo. Tim evakuasi telah memulai proses persiapan untuk evakuasi para WNI tersebut dengan mengadakan rapat.
KBRI menyebut ada 3 mitra yang penting bagi kelancaran evakuasi ini dan sejak awal proses karantina ini telah dijalin hubungan baik oleh KBRI tokyo, yaitu Kemlu Jepang sebagai mitra harian Tokyo yang membantu kontak, dengan aparat kesehatan pemerintah Jepang, Manajemen Princess Cruises selaku mitra WNI, serta para WNI sendiri yang kita jaga semangatnya walaupun mereka harus bekerja saat dikarantina.
Baca juga:&amp;nbsp;Pemerintah Harus Buktikan Secara Ilmiah Tak Ada Virus Korona di Indonesia
Baca juga:&amp;nbsp;Melihat Suasana Pulau Sebaru di Hari Kedua Observasi 188 WNI
Dalam mempersiapkan proses evakuasi, tim gabungan pusat dan KBRI Tokyo ini bersandarkan pada protokol kesehatan Indonesia dengan perhatian pada prinsip pencegahan penyebaran virus.
&amp;ldquo;Operasi evakuasi di lapangan akan dibantu sepenuhnya oleh Kemlu Jepang, Japan Self Defence Forces (JSDF), manajemen Princess Cruises, serta Kepolisian Tokyo Metropolitan,&amp;rdquo; isi penyataan KBRI Tokyo.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Jumat 28 Februari, mengumumkan WNI yang bekerja sebagai awak kapal pesiar Diamond Princess dijemput menggunakan pesawat Garuda Airbus 330. Namun, dua WNI ingin tetap tinggal dan menolak pulang meskipun dinyatakan negatif dari virus korona (Covid-19).Ia menjelaskan bahwa mereka menolak dievakuasi karena memilih melanjutkan pekerjaan mereka di kapal tersebut. Sehingga, WNI yang dipastikan pulang berjumlah 68 WNI dari total 70 WNI yang sehat.
Sedangkan 8 WNI lainnya yang dinyatakan positif virus korona hingga saat ini masih tersebar di berbagai rumah sakit di Jepang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tim evakuasi berangkat pada Jumat pukul 16.00 WIB, dan tiba esok hari di Haneda Airport pukul 01.00 waktu setempat. Tim beserta WNI yang berhasil dievakuasi akan kembali ke Tanah Air pada Minggu 1 Maret 2020 tengah malam.
Kapal Diamond Princess dijalankan perusahaan Princess Cruises, yang berbasis di Amerika Serikat membawa 3.711 orang, terdiri dari 2.666 penumpang dan 1.405 kru yang berasal dari 56 negara. Di antara ribuan kru tersebut, 78 adalah warga negara Indonesia.
Kapal dikarantina pemerintah Jepang sejak 5 Februari di Pelabuhan Yokohama karena salah satu penumpangnya yang turun di Hong Kong, dinayatakan postif virus korona. Proses karantina berakhir pada 19 Februari 2020.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tim evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess tiba di Tokyo, Jepang, Sabtu (29/2/2020).
Melalui rilis yang diterima Okezone dari Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Tokyo, tim evakuasi WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess terdiri dari unsur Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), TNI dan maskapai Garuda Indonesia telah bergabung dengan KBRI Tokyo. Tim evakuasi telah memulai proses persiapan untuk evakuasi para WNI tersebut dengan mengadakan rapat.
KBRI menyebut ada 3 mitra yang penting bagi kelancaran evakuasi ini dan sejak awal proses karantina ini telah dijalin hubungan baik oleh KBRI tokyo, yaitu Kemlu Jepang sebagai mitra harian Tokyo yang membantu kontak, dengan aparat kesehatan pemerintah Jepang, Manajemen Princess Cruises selaku mitra WNI, serta para WNI sendiri yang kita jaga semangatnya walaupun mereka harus bekerja saat dikarantina.
Baca juga:&amp;nbsp;Pemerintah Harus Buktikan Secara Ilmiah Tak Ada Virus Korona di Indonesia
Baca juga:&amp;nbsp;Melihat Suasana Pulau Sebaru di Hari Kedua Observasi 188 WNI
Dalam mempersiapkan proses evakuasi, tim gabungan pusat dan KBRI Tokyo ini bersandarkan pada protokol kesehatan Indonesia dengan perhatian pada prinsip pencegahan penyebaran virus.
&amp;ldquo;Operasi evakuasi di lapangan akan dibantu sepenuhnya oleh Kemlu Jepang, Japan Self Defence Forces (JSDF), manajemen Princess Cruises, serta Kepolisian Tokyo Metropolitan,&amp;rdquo; isi penyataan KBRI Tokyo.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Jumat 28 Februari, mengumumkan WNI yang bekerja sebagai awak kapal pesiar Diamond Princess dijemput menggunakan pesawat Garuda Airbus 330. Namun, dua WNI ingin tetap tinggal dan menolak pulang meskipun dinyatakan negatif dari virus korona (Covid-19).Ia menjelaskan bahwa mereka menolak dievakuasi karena memilih melanjutkan pekerjaan mereka di kapal tersebut. Sehingga, WNI yang dipastikan pulang berjumlah 68 WNI dari total 70 WNI yang sehat.
Sedangkan 8 WNI lainnya yang dinyatakan positif virus korona hingga saat ini masih tersebar di berbagai rumah sakit di Jepang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tim evakuasi berangkat pada Jumat pukul 16.00 WIB, dan tiba esok hari di Haneda Airport pukul 01.00 waktu setempat. Tim beserta WNI yang berhasil dievakuasi akan kembali ke Tanah Air pada Minggu 1 Maret 2020 tengah malam.
Kapal Diamond Princess dijalankan perusahaan Princess Cruises, yang berbasis di Amerika Serikat membawa 3.711 orang, terdiri dari 2.666 penumpang dan 1.405 kru yang berasal dari 56 negara. Di antara ribuan kru tersebut, 78 adalah warga negara Indonesia.
Kapal dikarantina pemerintah Jepang sejak 5 Februari di Pelabuhan Yokohama karena salah satu penumpangnya yang turun di Hong Kong, dinayatakan postif virus korona. Proses karantina berakhir pada 19 Februari 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
