<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Umrah Dihentikan Sementara, Kerugian Penyelenggara Indonesia Capai Rp2,5 Triliun</title><description>Potensi penjualan kerugian sampai Rp2 sampai Rp2,5 triliun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/337/2176069/umrah-dihentikan-sementara-kerugian-penyelenggara-indonesia-capai-rp2-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/29/337/2176069/umrah-dihentikan-sementara-kerugian-penyelenggara-indonesia-capai-rp2-5-triliun"/><item><title>Umrah Dihentikan Sementara, Kerugian Penyelenggara Indonesia Capai Rp2,5 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/337/2176069/umrah-dihentikan-sementara-kerugian-penyelenggara-indonesia-capai-rp2-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/29/337/2176069/umrah-dihentikan-sementara-kerugian-penyelenggara-indonesia-capai-rp2-5-triliun</guid><pubDate>Sabtu 29 Februari 2020 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/29/337/2176069/umrah-dihentikan-sementara-kerugian-penyelenggara-indonesia-capai-rp2-5-triliun-zbg58gRSIs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Polemik MNC Trijaya Radio (Foto : Okezone.com/Harits)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/29/337/2176069/umrah-dihentikan-sementara-kerugian-penyelenggara-indonesia-capai-rp2-5-triliun-zbg58gRSIs.jpg</image><title>Diskusi Polemik MNC Trijaya Radio (Foto : Okezone.com/Harits)</title></images><description>JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan ibadah umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi sejak 27 Februari 2020 sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Akibat dari penutupan itu, memberikan dampak kepada jamaah umrah asal Indonesia yang akan berangkat.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Joko Asmoro mengungkapkan kerugaian sementara perusahaan penyelenggara Umrah para jamaah Indonesia mencapai Rp2,5 triliun.

&quot;Potensi penjualan kerugian sampai Rp2 sampai Rp2,5 triliun. Efek luar biasa karena sampai terkena ke tenaga kami,&quot; ujar Joko dalam diskusi MNC Trijaya bertajuk 'Mengukur Efek Korona:Siapkah Kita?' di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

Menurut Joko, kerugian itu dihitung dari data pengelola paket umrah. Di mana biasanya jamaah memakai jasa dengan Rp20 juta. Sementara dalan satu bulannya ada 100-150 ribu jamaah asal Indonesia yang mendaftar.

&quot;Tapi mereka memahami itu karena ini juga ibadah, dan kami tegaskan ke teman-teman untuk memahami kondisi ini karena keamanan nomor satu,&quot; tuturnya.

Selain itu, ada 2.393 jamaah umrah yang tidak dapat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta usai kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara ibadah di tanah suci.

&quot;Sementara yang sudah berangkat tapi enggak bisa masuk sebanyak 1.685 yang sudah berangkat dari Indonesia. Yang sempat transit kemarin balik lagi semua. Kecuali yang sudah berada di sana,&quot; tutur Joko.

Baca Juga : 124 Jamaah Umrah Asal Lamongan Tertunda Berangkat ke Arab Saudi

Sebagaimana diketahui, sejak tanggal 27 Februari Kerajaan Arab Saudi memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan ibadah umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi, sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, sebagaimana diberitakan VoA Indonesia, kebijakan itu hanya untuk warga dari negara-negara yang suspect korona. Namun ia akan memastikan informasi ini lebih jauh kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, termasuk soal apakah Indonesia akan terkena dampak kebijakan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan ibadah umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi sejak 27 Februari 2020 sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Akibat dari penutupan itu, memberikan dampak kepada jamaah umrah asal Indonesia yang akan berangkat.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Joko Asmoro mengungkapkan kerugaian sementara perusahaan penyelenggara Umrah para jamaah Indonesia mencapai Rp2,5 triliun.

&quot;Potensi penjualan kerugian sampai Rp2 sampai Rp2,5 triliun. Efek luar biasa karena sampai terkena ke tenaga kami,&quot; ujar Joko dalam diskusi MNC Trijaya bertajuk 'Mengukur Efek Korona:Siapkah Kita?' di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

Menurut Joko, kerugian itu dihitung dari data pengelola paket umrah. Di mana biasanya jamaah memakai jasa dengan Rp20 juta. Sementara dalan satu bulannya ada 100-150 ribu jamaah asal Indonesia yang mendaftar.

&quot;Tapi mereka memahami itu karena ini juga ibadah, dan kami tegaskan ke teman-teman untuk memahami kondisi ini karena keamanan nomor satu,&quot; tuturnya.

Selain itu, ada 2.393 jamaah umrah yang tidak dapat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta usai kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara ibadah di tanah suci.

&quot;Sementara yang sudah berangkat tapi enggak bisa masuk sebanyak 1.685 yang sudah berangkat dari Indonesia. Yang sempat transit kemarin balik lagi semua. Kecuali yang sudah berada di sana,&quot; tutur Joko.

Baca Juga : 124 Jamaah Umrah Asal Lamongan Tertunda Berangkat ke Arab Saudi

Sebagaimana diketahui, sejak tanggal 27 Februari Kerajaan Arab Saudi memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan ibadah umrah dan kunjungan ke Masjid Nabawi, sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, sebagaimana diberitakan VoA Indonesia, kebijakan itu hanya untuk warga dari negara-negara yang suspect korona. Namun ia akan memastikan informasi ini lebih jauh kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, termasuk soal apakah Indonesia akan terkena dampak kebijakan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
