<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Warga Kampung Pulo Hidup Berdampingan dengan Banjir</title><description>Warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Eli mengaku betah meskipun tempat tinggalnya berdampingan dengan banjir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/338/2176146/cerita-warga-kampung-pulo-hidup-berdampingan-dengan-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/29/338/2176146/cerita-warga-kampung-pulo-hidup-berdampingan-dengan-banjir"/><item><title>Cerita Warga Kampung Pulo Hidup Berdampingan dengan Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/338/2176146/cerita-warga-kampung-pulo-hidup-berdampingan-dengan-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/29/338/2176146/cerita-warga-kampung-pulo-hidup-berdampingan-dengan-banjir</guid><pubDate>Sabtu 29 Februari 2020 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/29/338/2176146/cerita-warga-kampung-pulo-hidup-berdampingan-dengan-banjir-i2wvqZzY5m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Kampung Pulo, Jakarta (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/29/338/2176146/cerita-warga-kampung-pulo-hidup-berdampingan-dengan-banjir-i2wvqZzY5m.jpg</image><title>Banjir di Kampung Pulo, Jakarta (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Eli mengaku betah meskipun tempat tinggalnya berdampingan dengan banjir. Eli mengaku, banyak kenangan di sana yang membuatnya ogah pindah.

&quot;Di sini mah banjir terus. Saya tinggal dari saya lahir tahun 1975,&quot; katanya saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (29/2/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Faktor Penyebab Banjir Jakarta pada 23-24 Februari&amp;nbsp;
Eli mengaku walaupun berdampingan dengan banjir, namun dirinya merasa betah tingga di Kampung Pulo. &quot;Ya di sini rumah sendiri, jadi lebih nyaman aja, gimana yah kita kan lahir di sini, apa-apa di sini jadi betah aja gitu. Meskipun suka banjir,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Namun, Eli tak membantah jika dirinya selalu saja khawatir jika banjir tiba-tiba datang. Bahkan, dia sangat mengingat saat banjir dalam usai malam pergantian tahun 2020.

&quot;Kalau was-was pasti ada. Tapi kalau kaya kemarin pas tahun baru, saya enggak ada persiapan apa-apa. Tiba-tiba langsung tinggi aja,&quot; ujarnya.

Saat banjir datang, Eli bersama warga lainnya sudah pasrah jika barang-barang berharga miliknya terendam. Dia menuturkan, bersama keluarga kerap mengungsi ke rumah saudaranya jika banjir tinggi merendam tempat tinggalnya.

&quot;Ya kalau banjir, pasti alat masak, kasur, kursi. TV dan motor pasti dah jadi korban. Kalau banjir dalem, saya nginep di rumah saudara di daerah Manggarai,&quot; ujarnya.

Saat ditanya apakah akan pindah dari Kampung Pulo, Eli mengaku akan bermusyawarah dengan warga lain. Hal ini menyusul jika ada penggusuran atau relokasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

&quot;Kita mah ikut warga lainnya saja. Kalau mau direlokasi terus harga cocok,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;495 Ruas Jalan di Jakarta Rusak Pasca-Banjir</description><content:encoded>JAKARTA - Warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Eli mengaku betah meskipun tempat tinggalnya berdampingan dengan banjir. Eli mengaku, banyak kenangan di sana yang membuatnya ogah pindah.

&quot;Di sini mah banjir terus. Saya tinggal dari saya lahir tahun 1975,&quot; katanya saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (29/2/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Faktor Penyebab Banjir Jakarta pada 23-24 Februari&amp;nbsp;
Eli mengaku walaupun berdampingan dengan banjir, namun dirinya merasa betah tingga di Kampung Pulo. &quot;Ya di sini rumah sendiri, jadi lebih nyaman aja, gimana yah kita kan lahir di sini, apa-apa di sini jadi betah aja gitu. Meskipun suka banjir,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Namun, Eli tak membantah jika dirinya selalu saja khawatir jika banjir tiba-tiba datang. Bahkan, dia sangat mengingat saat banjir dalam usai malam pergantian tahun 2020.

&quot;Kalau was-was pasti ada. Tapi kalau kaya kemarin pas tahun baru, saya enggak ada persiapan apa-apa. Tiba-tiba langsung tinggi aja,&quot; ujarnya.

Saat banjir datang, Eli bersama warga lainnya sudah pasrah jika barang-barang berharga miliknya terendam. Dia menuturkan, bersama keluarga kerap mengungsi ke rumah saudaranya jika banjir tinggi merendam tempat tinggalnya.

&quot;Ya kalau banjir, pasti alat masak, kasur, kursi. TV dan motor pasti dah jadi korban. Kalau banjir dalem, saya nginep di rumah saudara di daerah Manggarai,&quot; ujarnya.

Saat ditanya apakah akan pindah dari Kampung Pulo, Eli mengaku akan bermusyawarah dengan warga lain. Hal ini menyusul jika ada penggusuran atau relokasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

&quot;Kita mah ikut warga lainnya saja. Kalau mau direlokasi terus harga cocok,&quot; tuturnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;495 Ruas Jalan di Jakarta Rusak Pasca-Banjir</content:encoded></item></channel></rss>
