<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Ganjar Diminta Jelaskan Jenazah Pasien Negatif Korona Dibungkus Plastik</title><description>Seorang pasien yang menjalani observasi karena diduga terpapar virus korona, meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/512/2176206/cerita-ganjar-diminta-jelaskan-jenazah-pasien-negatif-korona-dibungkus-plastik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/02/29/512/2176206/cerita-ganjar-diminta-jelaskan-jenazah-pasien-negatif-korona-dibungkus-plastik"/><item><title>Cerita Ganjar Diminta Jelaskan Jenazah Pasien Negatif Korona Dibungkus Plastik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/02/29/512/2176206/cerita-ganjar-diminta-jelaskan-jenazah-pasien-negatif-korona-dibungkus-plastik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/02/29/512/2176206/cerita-ganjar-diminta-jelaskan-jenazah-pasien-negatif-korona-dibungkus-plastik</guid><pubDate>Sabtu 29 Februari 2020 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/29/512/2176206/cerita-ganjar-diminta-jelaskan-jenazah-pasien-negatif-korona-dibungkus-plastik-juF6N5zhlR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/29/512/2176206/cerita-ganjar-diminta-jelaskan-jenazah-pasien-negatif-korona-dibungkus-plastik-juF6N5zhlR.jpg</image><title>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Dokumentasi Humas Pemprov Jateng)</title></images><description>SEMARANG - Seorang pasien yang menjalani observasi karena diduga terpapar virus korona, meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah. Masyarakat masih banyak yang mempertanyakan alasan jenazah dibungkus plastik, padahal hasil pemeriksaan menyatakan negatif korona.

&quot;Kemarin yang meninggal itu H1N1 atau flu babi. Kenapa kok dibungkus plastik?&quot; kata Ganjar usai memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak Virus Corona terhadap Perekonomian Jawa Tengah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pasien Terduga Virus Korona Meninggal, Ini Alasan Jenazah Tetap Dibungkus Plastik&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/07/60920/313650_medium.jpg&quot; alt=&quot;Simulasi Penanganan terhadap Virus Korona&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ini banyak tanya kepada saya. Kenapa dibungkus plastik, karena waktu itu kita antisipasi. Karena sudah meninggal hasil labnya belum jadi, maka kita pakai protokol itu, dibungkus plastik,&quot; terangnya.

Ganjar pun mendapat penjelasan dari dinas terkait mengenai kondisi terakhir pasien sebelum meninggal. Pasien laki-laki berusia 37 tahun itu sebelumnya memiliki riwayat bepergian dari dia memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yaitu baru kembali Spanyol dan transit di Dubai Uni Emirat Arab.

Pasien itu mulai menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi sejak 19 Februari. Ketika menjalani observasi di ruang isolasi dengan pengawasan ketat dokter, pasien menghembuskan napas terakhir pada Minggu 23 Februari.

Saat itu, hasil laboratorium dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan masih belum keluar. Proses pemulasaraan jenazah dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan standar perlakuan pasien korona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bukan karena Virus Korona, Ini Penyebab Meninggal Pasien Observasi di RS Kariadi Semarang&amp;nbsp;
Di antaranya, jenazah pasien dibungkus plastik dan dimasukkan ke peti sebelum diantar ke rumah duka untuk dimakamkan. Sehari setelah dimakamkan, hasil uji laboratorium keluar dan memastikan bahwa pasien itu negatif virus korona. Dia meninggal karena penyakit infeksi saluran pernapasan.

&quot;Setelah itu turun (hasil pemeriksaan laboratoriumnya) setelah dikubur. Hasilnya turun, negatif enggak korona tapi flu babi. Maka kondisi ini yang kemudian kita sampaikan pada publik,&quot; tandas Ganjar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMi8xNy8xLzEyMTE5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>SEMARANG - Seorang pasien yang menjalani observasi karena diduga terpapar virus korona, meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah. Masyarakat masih banyak yang mempertanyakan alasan jenazah dibungkus plastik, padahal hasil pemeriksaan menyatakan negatif korona.

&quot;Kemarin yang meninggal itu H1N1 atau flu babi. Kenapa kok dibungkus plastik?&quot; kata Ganjar usai memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak Virus Corona terhadap Perekonomian Jawa Tengah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pasien Terduga Virus Korona Meninggal, Ini Alasan Jenazah Tetap Dibungkus Plastik&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/07/60920/313650_medium.jpg&quot; alt=&quot;Simulasi Penanganan terhadap Virus Korona&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Ini banyak tanya kepada saya. Kenapa dibungkus plastik, karena waktu itu kita antisipasi. Karena sudah meninggal hasil labnya belum jadi, maka kita pakai protokol itu, dibungkus plastik,&quot; terangnya.

Ganjar pun mendapat penjelasan dari dinas terkait mengenai kondisi terakhir pasien sebelum meninggal. Pasien laki-laki berusia 37 tahun itu sebelumnya memiliki riwayat bepergian dari dia memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yaitu baru kembali Spanyol dan transit di Dubai Uni Emirat Arab.

Pasien itu mulai menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi sejak 19 Februari. Ketika menjalani observasi di ruang isolasi dengan pengawasan ketat dokter, pasien menghembuskan napas terakhir pada Minggu 23 Februari.

Saat itu, hasil laboratorium dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan masih belum keluar. Proses pemulasaraan jenazah dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan standar perlakuan pasien korona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bukan karena Virus Korona, Ini Penyebab Meninggal Pasien Observasi di RS Kariadi Semarang&amp;nbsp;
Di antaranya, jenazah pasien dibungkus plastik dan dimasukkan ke peti sebelum diantar ke rumah duka untuk dimakamkan. Sehari setelah dimakamkan, hasil uji laboratorium keluar dan memastikan bahwa pasien itu negatif virus korona. Dia meninggal karena penyakit infeksi saluran pernapasan.

&quot;Setelah itu turun (hasil pemeriksaan laboratoriumnya) setelah dikubur. Hasilnya turun, negatif enggak korona tapi flu babi. Maka kondisi ini yang kemudian kita sampaikan pada publik,&quot; tandas Ganjar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wMi8xNy8xLzEyMTE5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
