<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eksekusi Mati Pelaku Perkosaan Geng Brutal di Bus India Kembali Ditunda </title><description>Eksekusi terhadap para tersangka telah berulangkali ditunda sejak vonis pada 2017.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/03/18/2177335/eksekusi-mati-pelaku-perkosaan-geng-brutal-di-bus-india-kembali-ditunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/03/18/2177335/eksekusi-mati-pelaku-perkosaan-geng-brutal-di-bus-india-kembali-ditunda"/><item><title>Eksekusi Mati Pelaku Perkosaan Geng Brutal di Bus India Kembali Ditunda </title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/03/18/2177335/eksekusi-mati-pelaku-perkosaan-geng-brutal-di-bus-india-kembali-ditunda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/03/18/2177335/eksekusi-mati-pelaku-perkosaan-geng-brutal-di-bus-india-kembali-ditunda</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2020 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/03/18/2177335/eksekusi-mati-pelaku-perkosaan-geng-brutal-di-bus-india-kembali-ditunda-oGOjVP3KBK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/03/18/2177335/eksekusi-mati-pelaku-perkosaan-geng-brutal-di-bus-india-kembali-ditunda-oGOjVP3KBK.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>NEW DELHI - Eksekusi empat pria yang dihukum karena pemerkosaan geng brutal dan pembunuhan seorang siswa di sebuah bus New Delhi pada 2012, telah ditunda tanpa batas waktu oleh pengadilan pada Senin, 2 Maret 2020.
Bulan lalu, pengadilan khusus India memutuskan para pria itu akan dihukum digantung pada Selasa, 3 Maret 2020. Namun, eksekusi kemudian ditunda setelah setelah salah satu dari mereka mengajukan permohonan belas kasihan, penolong terakhir bagi terpidana hukuman mati di India, kepada presiden.
BACA JUGA: Pengadilan Tetapkan Vonis Mati Pelaku Kasus Perkosaan Sadis Delhi
&quot;Eksekusi telah ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut,&quot; kata Pengacara Pembela A.P. Singh kepada wartawan di luar pengadilan di Ibu Kota New Delhi, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (3/3/2020).
Enam orang, lima pria dan satu remaja, didakwa atas tuduhan serangan terhadap Jyoti Singh dalam sebuah kasus yang menjadi berita utama di seluruh dunia dan memicu protes besar-besaran nasional.
Salah satu dari mereka, yang diduga merupakan pemimpin komplotan, diduga melakukan bunuh diri di sel penjaranya, sementara empat lainnya dihukum pada 2013.
Remaja itu dibebaskan setelah menghabiskan tiga tahun di pusat penahanan.
Mahkamah Agung menguatkan hukuman mati terhadap empat pria pada 2017 dan sejak itu eksekusi mereka telah tertunda karena proses hukum yang berbelit-belit.
BACA JUGA: PM India Kecam Tragedi Perkosaan Mahasiswi Hingga Tewas
Hukuman gantung itu awalnya akan dilakukan pada Januari lalu, tetapi ditunda karena beberapa orang masih memiliki opsi hukum untuk mengajukan banding. Penundaan yang diputuskan pengadilan pada Senin adalah yang ketiga kalinya terjadi.
&quot;Itu bukan salah siapa-siapa. Ini adalah prosedur hukum,&quot; kata ayah korban, Badrinath Singh pada Senin.
&quot;Saya berharap tanggal (eksekusi) berikutnya akan final.&quot;

Singh, seorang pelajar berusia 23 tahun itu diserang ketika kembali  ke rumah setelah menonton film dengan seorang teman pria pada Desember  2012.
Para penyerangnya bergantian memerkosa dan melukainya dengan batang  logam ketika bus melaju di sekitar Delhi, sebelum mencampakkannya dan  temannya, yang dipukuli, di jalan.
Dia meninggal karena lukanya di sebuah rumah sakit di Singapura hampir dua pekan setelah serangan tersebut.
Puluhan ribu orang India turun ke jalan melakukan protes menuntut  hukuman berat bagi para pelaku kejahatan brutal itu. Kasus ini juga  menyebabkan perombakan besar-besaran hukum seputar kekerasan seksual.</description><content:encoded>NEW DELHI - Eksekusi empat pria yang dihukum karena pemerkosaan geng brutal dan pembunuhan seorang siswa di sebuah bus New Delhi pada 2012, telah ditunda tanpa batas waktu oleh pengadilan pada Senin, 2 Maret 2020.
Bulan lalu, pengadilan khusus India memutuskan para pria itu akan dihukum digantung pada Selasa, 3 Maret 2020. Namun, eksekusi kemudian ditunda setelah setelah salah satu dari mereka mengajukan permohonan belas kasihan, penolong terakhir bagi terpidana hukuman mati di India, kepada presiden.
BACA JUGA: Pengadilan Tetapkan Vonis Mati Pelaku Kasus Perkosaan Sadis Delhi
&quot;Eksekusi telah ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut,&quot; kata Pengacara Pembela A.P. Singh kepada wartawan di luar pengadilan di Ibu Kota New Delhi, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (3/3/2020).
Enam orang, lima pria dan satu remaja, didakwa atas tuduhan serangan terhadap Jyoti Singh dalam sebuah kasus yang menjadi berita utama di seluruh dunia dan memicu protes besar-besaran nasional.
Salah satu dari mereka, yang diduga merupakan pemimpin komplotan, diduga melakukan bunuh diri di sel penjaranya, sementara empat lainnya dihukum pada 2013.
Remaja itu dibebaskan setelah menghabiskan tiga tahun di pusat penahanan.
Mahkamah Agung menguatkan hukuman mati terhadap empat pria pada 2017 dan sejak itu eksekusi mereka telah tertunda karena proses hukum yang berbelit-belit.
BACA JUGA: PM India Kecam Tragedi Perkosaan Mahasiswi Hingga Tewas
Hukuman gantung itu awalnya akan dilakukan pada Januari lalu, tetapi ditunda karena beberapa orang masih memiliki opsi hukum untuk mengajukan banding. Penundaan yang diputuskan pengadilan pada Senin adalah yang ketiga kalinya terjadi.
&quot;Itu bukan salah siapa-siapa. Ini adalah prosedur hukum,&quot; kata ayah korban, Badrinath Singh pada Senin.
&quot;Saya berharap tanggal (eksekusi) berikutnya akan final.&quot;

Singh, seorang pelajar berusia 23 tahun itu diserang ketika kembali  ke rumah setelah menonton film dengan seorang teman pria pada Desember  2012.
Para penyerangnya bergantian memerkosa dan melukainya dengan batang  logam ketika bus melaju di sekitar Delhi, sebelum mencampakkannya dan  temannya, yang dipukuli, di jalan.
Dia meninggal karena lukanya di sebuah rumah sakit di Singapura hampir dua pekan setelah serangan tersebut.
Puluhan ribu orang India turun ke jalan melakukan protes menuntut  hukuman berat bagi para pelaku kejahatan brutal itu. Kasus ini juga  menyebabkan perombakan besar-besaran hukum seputar kekerasan seksual.</content:encoded></item></channel></rss>
