<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seorang Balita di Langkat Sumut Ditemukan Meninggal Terseret Arus Irigasi</title><description>Seorang balita berusia 2 tahun di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditemukan meninggal setelah hanyut terseret arus irigasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/03/608/2177248/seorang-balita-di-langkat-sumut-ditemukan-meninggal-terseret-arus-irigasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/03/608/2177248/seorang-balita-di-langkat-sumut-ditemukan-meninggal-terseret-arus-irigasi"/><item><title>Seorang Balita di Langkat Sumut Ditemukan Meninggal Terseret Arus Irigasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/03/608/2177248/seorang-balita-di-langkat-sumut-ditemukan-meninggal-terseret-arus-irigasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/03/608/2177248/seorang-balita-di-langkat-sumut-ditemukan-meninggal-terseret-arus-irigasi</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2020 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/03/608/2177248/seorang-balita-di-langkat-sumut-ditemukan-meninggal-terseret-arus-irigasi-kzn4aSto69.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penemuan jasad balita. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/03/608/2177248/seorang-balita-di-langkat-sumut-ditemukan-meninggal-terseret-arus-irigasi-kzn4aSto69.jpg</image><title>Ilustrasi penemuan jasad balita. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>LANGKAT &amp;ndash; Balita NA (2) meninggal setelah hanyut di aliran irigasi dekat rumahnya di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Peristiwa itu terjadi pada Senin 2 Maret 2020 malam.
Kapolsek Kuala Iptu Bevan Raga Utama mengatakan, NA hanyut di saluran irigasi ketika ditinggal ibunya Ss di rumah sang bibi yang kebetulan tinggal bersebelahan dengan mereka.
Baca juga:   Tim SAR Cari Balita yang Terseret Banjir di Malang&amp;nbsp;
 
Saat itu ibunya pergi ke rumah kerabat lainnya yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah mereka.
&quot;Korban dititipkan ibunya kepada bibinya Suriani yang tinggal bertetangga dengan mereka. Saat itu sang bibi juga tengah merawat dua anaknya yang masih balita,&quot; jelas Bevan, Selasa (3/3/2020).
Sepulangnya dari rumah kerabat, Ss tidak lagi menemukan anaknya di rumah sang bibi. Ss pun mencoba mencari, namun tidak kujung menemukan anaknya.
Ia lalu meminta bantuan warga melakukan pencarian, hingga akhirnya sang anak ditemukan meninggal dengan kondisi mengapung dan tersangkut di jaringan irigasi yang berjarak sekira 160 meter dari rumah mereka.
&quot;Insiden itu kemudian dilaporkan ke kita melalui Bhabinkamtibmas setempat,&quot; tuturnya.
Baca juga:   Warga Samarinda Digegerkan Penemuan Mayat Balita Tanpa Kepala dan Tangan&amp;nbsp;
 
Bevan mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan jasad balita tersebut. Namun, mereka tidak melanjutkan penyelidikan atas permintaan keluara korban.
&quot;Keluarga menolak autopsi dan telah menerima kematian korban. Mereka juga sudah membuat pernyataan menerima kematian korban dan tidak ada menuntut di kemudian hari. Kasus ini kita nyatakan selesai,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>LANGKAT &amp;ndash; Balita NA (2) meninggal setelah hanyut di aliran irigasi dekat rumahnya di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Peristiwa itu terjadi pada Senin 2 Maret 2020 malam.
Kapolsek Kuala Iptu Bevan Raga Utama mengatakan, NA hanyut di saluran irigasi ketika ditinggal ibunya Ss di rumah sang bibi yang kebetulan tinggal bersebelahan dengan mereka.
Baca juga:   Tim SAR Cari Balita yang Terseret Banjir di Malang&amp;nbsp;
 
Saat itu ibunya pergi ke rumah kerabat lainnya yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah mereka.
&quot;Korban dititipkan ibunya kepada bibinya Suriani yang tinggal bertetangga dengan mereka. Saat itu sang bibi juga tengah merawat dua anaknya yang masih balita,&quot; jelas Bevan, Selasa (3/3/2020).
Sepulangnya dari rumah kerabat, Ss tidak lagi menemukan anaknya di rumah sang bibi. Ss pun mencoba mencari, namun tidak kujung menemukan anaknya.
Ia lalu meminta bantuan warga melakukan pencarian, hingga akhirnya sang anak ditemukan meninggal dengan kondisi mengapung dan tersangkut di jaringan irigasi yang berjarak sekira 160 meter dari rumah mereka.
&quot;Insiden itu kemudian dilaporkan ke kita melalui Bhabinkamtibmas setempat,&quot; tuturnya.
Baca juga:   Warga Samarinda Digegerkan Penemuan Mayat Balita Tanpa Kepala dan Tangan&amp;nbsp;
 
Bevan mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan jasad balita tersebut. Namun, mereka tidak melanjutkan penyelidikan atas permintaan keluara korban.
&quot;Keluarga menolak autopsi dan telah menerima kematian korban. Mereka juga sudah membuat pernyataan menerima kematian korban dan tidak ada menuntut di kemudian hari. Kasus ini kita nyatakan selesai,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
