<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ex Camp Vietnam di Batam Bakal Jadi RS Penanganan Korona untuk 1.000 Pasien</title><description>Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berharap pembangunan rumah sakit tersebut segera terealisasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/337/2178139/ex-camp-vietnam-di-batam-bakal-jadi-rs-penanganan-korona-untuk-1-000-pasien</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/04/337/2178139/ex-camp-vietnam-di-batam-bakal-jadi-rs-penanganan-korona-untuk-1-000-pasien"/><item><title>Ex Camp Vietnam di Batam Bakal Jadi RS Penanganan Korona untuk 1.000 Pasien</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/337/2178139/ex-camp-vietnam-di-batam-bakal-jadi-rs-penanganan-korona-untuk-1-000-pasien</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/04/337/2178139/ex-camp-vietnam-di-batam-bakal-jadi-rs-penanganan-korona-untuk-1-000-pasien</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2020 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/04/337/2178139/ex-camp-vietnam-di-batam-bakal-jadi-rs-penanganan-korona-untuk-1-000-pasien-koHZd0EwAJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI, Menteri PUPR, Kepala BNPB dan sejumlah pejabat meninjau ex camp Vietnam yang bakal dijadikan rumah sakit (Puspen TNI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/04/337/2178139/ex-camp-vietnam-di-batam-bakal-jadi-rs-penanganan-korona-untuk-1-000-pasien-koHZd0EwAJ.jpg</image><title>Panglima TNI, Menteri PUPR, Kepala BNPB dan sejumlah pejabat meninjau ex camp Vietnam yang bakal dijadikan rumah sakit (Puspen TNI)</title></images><description>JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono meninjau ex camp Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, Kapulauan Riau, Rabu (4/3/2020). Lokasi itu akan dibangun rumah sakit terintegrasi untuk perbatasan.

Hadi yang turut didampingi Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, Wakil Kepala BIN Letjen (Purn) Teddy Lhaksmana dan Sesditjen P2P menyebutkan, rumah sakit itu nantinya direncanakan bisa digunakan untuk observasi sekaligus perawatan terhadap pasien terpapar virus korona atau Covid-19.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan rencana ini bisa segera terealisasi dan segera kita gunakan untuk para saudara-saudara kita yang harus melaksanakan observasi dan apabila ada yang terinfeksi segera bisa kita laksanakan pengobatan di wilayah khususnya adalah di wilayah Galang ini,&amp;rdquo; kata Hadi Tjahjanto dalam siaran pers dikirim ke Okezone.

Pulau Galang pada 1979 hingga 1996 pernah dijadikan tempat pengungsi Vietnam. Fasilitas seperti gedung-gedung di sana juga masih ada sampai kini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita lihat gedung-gedung termasuk rumah sakit, tempat beribadah masih ada. Oleh sebab itu, rencananya akan kita jadikan satu pilihan untuk rumah sakit dan termasuk juga untuk observasi dan kita siapkan juga adalah rumah sakit, disamping kita juga memiliki satu tempat untuk observasi yaitu di Natuna,&amp;rdquo; ujar Panglima TNI.

Bangunan-bangunan yang sudah ada di lokasi tersebut rencananya direhabilitasi menjadi rumah sakit yang berkapasitas untuk 1.000 pasien dan semuanya akan dibuat sesuai dengan aturan atau protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO.
Baca juga: Masker Mendadak Langka di Banda Aceh Sejak Ada 2 WNI Positif Korona
Direncanakan, bangunan ini memiliki 50 ruangan yang dapat dipergunakan sebagai lokasi observasi Covid-19. Rehabilitasi ini ditargetkan akan selesai hingga satu bulan ke depan.

Pulau Galang dipilih sebagai tempat pembangunan rumah sakit penanganan dan observasi penyakit menular dengan pertimbangan  bahwa  Bandara Udara Internasional Hang Nadim Batam lebih dekat dan bisa didarati oleh pesawat kecil maupun pesawat berbadan lebar.

Selain itu  jarak dari bandara Hang Nadim menuju Pulau Galang hanya memakan waktu satu jam lima belas  menit serta sudah mempunyai fasilitas diantaranya air bersih, listrik dan bangunan-bangunan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono meninjau ex camp Vietnam di Pulau Galang, Kota Batam, Kapulauan Riau, Rabu (4/3/2020). Lokasi itu akan dibangun rumah sakit terintegrasi untuk perbatasan.

Hadi yang turut didampingi Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, Wakil Kepala BIN Letjen (Purn) Teddy Lhaksmana dan Sesditjen P2P menyebutkan, rumah sakit itu nantinya direncanakan bisa digunakan untuk observasi sekaligus perawatan terhadap pasien terpapar virus korona atau Covid-19.

&amp;ldquo;Mudah-mudahan rencana ini bisa segera terealisasi dan segera kita gunakan untuk para saudara-saudara kita yang harus melaksanakan observasi dan apabila ada yang terinfeksi segera bisa kita laksanakan pengobatan di wilayah khususnya adalah di wilayah Galang ini,&amp;rdquo; kata Hadi Tjahjanto dalam siaran pers dikirim ke Okezone.

Pulau Galang pada 1979 hingga 1996 pernah dijadikan tempat pengungsi Vietnam. Fasilitas seperti gedung-gedung di sana juga masih ada sampai kini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita lihat gedung-gedung termasuk rumah sakit, tempat beribadah masih ada. Oleh sebab itu, rencananya akan kita jadikan satu pilihan untuk rumah sakit dan termasuk juga untuk observasi dan kita siapkan juga adalah rumah sakit, disamping kita juga memiliki satu tempat untuk observasi yaitu di Natuna,&amp;rdquo; ujar Panglima TNI.

Bangunan-bangunan yang sudah ada di lokasi tersebut rencananya direhabilitasi menjadi rumah sakit yang berkapasitas untuk 1.000 pasien dan semuanya akan dibuat sesuai dengan aturan atau protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO.
Baca juga: Masker Mendadak Langka di Banda Aceh Sejak Ada 2 WNI Positif Korona
Direncanakan, bangunan ini memiliki 50 ruangan yang dapat dipergunakan sebagai lokasi observasi Covid-19. Rehabilitasi ini ditargetkan akan selesai hingga satu bulan ke depan.

Pulau Galang dipilih sebagai tempat pembangunan rumah sakit penanganan dan observasi penyakit menular dengan pertimbangan  bahwa  Bandara Udara Internasional Hang Nadim Batam lebih dekat dan bisa didarati oleh pesawat kecil maupun pesawat berbadan lebar.

Selain itu  jarak dari bandara Hang Nadim menuju Pulau Galang hanya memakan waktu satu jam lima belas  menit serta sudah mempunyai fasilitas diantaranya air bersih, listrik dan bangunan-bangunan.
</content:encoded></item></channel></rss>
