<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinkes Kota Bekasi Pastikan 21 Pasien Negatif Korona</title><description>Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan 21 pasien negatif virus korona atau Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/338/2177745/dinkes-kota-bekasi-pastikan-21-pasien-negatif-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/04/338/2177745/dinkes-kota-bekasi-pastikan-21-pasien-negatif-korona"/><item><title>Dinkes Kota Bekasi Pastikan 21 Pasien Negatif Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/338/2177745/dinkes-kota-bekasi-pastikan-21-pasien-negatif-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/04/338/2177745/dinkes-kota-bekasi-pastikan-21-pasien-negatif-korona</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2020 01:07 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/04/338/2177745/dinkes-kota-bekasi-pastikan-21-pasien-negatif-korona-vl6kJU47I5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antisipasi Virus Korona di Bekasi (foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/04/338/2177745/dinkes-kota-bekasi-pastikan-21-pasien-negatif-korona-vl6kJU47I5.jpg</image><title>Antisipasi Virus Korona di Bekasi (foto: Istimewa)</title></images><description>BEKASI - Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan 21 pasien negatif virus korona atau Covid-19. Dari 21 pasien yang diduga suspect, 18 pasien dilakukan pamantauan dan tiga dalam pengawasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, indikator awal kepada 21 orang itu karena pernah melakukan perjalanan ke negara yang terdampak korona atau kontak erat atau langsung dengan penderita.
Baca Juga:&amp;nbsp;Airin Klarifikasi Kabar 1 Pasien Suspect Korona di RS Permata Tangsel
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/03/61709/317073_medium.jpg&quot; alt=&quot;Cegah Penyebaran Virus Korona, Pengguna MRT Kenakan Masker&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Setelah menjalani tes pemeriksaan di Badan Peneliti dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, seluruh pasien dinyatakan negatif virus korona.

&quot;Setelah menjalani itu semua, seluruh pasien aman, berdasarkan hasil tes, hasilnya negatif korona dan sudah dipulangkan. Masyarakat Kota Bekasi tak perlu cemas,&quot; ujar Tanti Rohilawati kepada wartawan, Selasa (3/3/2020).

Termasuk, kata dia, pasien suspect korona yang meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Hafidz Cianjur, Jawa Barat. Pasien tersebut dipastikan Kemenkes negatif korona.

&quot;Kita terus berkoordinasi dengan Dinkes yang ada diberbagai wilayah dan Kementerian, cepat tanggap juga terhadap informasi yang berkembang di masyarakat. Seperti yang di Cianjur, Kementerian juga sudah menyatakan negatif virus korona walau bukan warga Kota Bekasi,&quot; cetusnya.

Untuk menanggapi keresahan di masyarakat terkait dengan virus dianggap mematikan itu, pihaknya memberikan edukasi mulai dari cara pencegahan, hingga bagaimana penanganan yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang diduga terjangkit.

&quot;Kami memberikan edukasi melalui berbagai media, dengan selalu menekankan pentingnya pola hidup sehat seperti mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan,&quot; beber dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dinkes Jateng Klaim Daerahnya Masih Aman dari Virus Korona&amp;nbsp;
Ketika ada orang yang terjangkit, mereka disarankan agar selalu menggunakan masker demi mencegah penularan kepada orang lain. &quot;Jika memang memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, flu, sesak nafas, batuk parah, dan sakit tenggorokan diimbau untuk merujuk ke puskes dan rumah sakit terdekat,&quot; kata dia.

Pihaknya juga membuka layanan melalui Publik Safety Centre 119, call center Kota Bekasi 1500444. Hal itu agar cepat mendapat penanganan dari petugas kesehatan.</description><content:encoded>BEKASI - Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan 21 pasien negatif virus korona atau Covid-19. Dari 21 pasien yang diduga suspect, 18 pasien dilakukan pamantauan dan tiga dalam pengawasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, indikator awal kepada 21 orang itu karena pernah melakukan perjalanan ke negara yang terdampak korona atau kontak erat atau langsung dengan penderita.
Baca Juga:&amp;nbsp;Airin Klarifikasi Kabar 1 Pasien Suspect Korona di RS Permata Tangsel
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/03/61709/317073_medium.jpg&quot; alt=&quot;Cegah Penyebaran Virus Korona, Pengguna MRT Kenakan Masker&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Setelah menjalani tes pemeriksaan di Badan Peneliti dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, seluruh pasien dinyatakan negatif virus korona.

&quot;Setelah menjalani itu semua, seluruh pasien aman, berdasarkan hasil tes, hasilnya negatif korona dan sudah dipulangkan. Masyarakat Kota Bekasi tak perlu cemas,&quot; ujar Tanti Rohilawati kepada wartawan, Selasa (3/3/2020).

Termasuk, kata dia, pasien suspect korona yang meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Hafidz Cianjur, Jawa Barat. Pasien tersebut dipastikan Kemenkes negatif korona.

&quot;Kita terus berkoordinasi dengan Dinkes yang ada diberbagai wilayah dan Kementerian, cepat tanggap juga terhadap informasi yang berkembang di masyarakat. Seperti yang di Cianjur, Kementerian juga sudah menyatakan negatif virus korona walau bukan warga Kota Bekasi,&quot; cetusnya.

Untuk menanggapi keresahan di masyarakat terkait dengan virus dianggap mematikan itu, pihaknya memberikan edukasi mulai dari cara pencegahan, hingga bagaimana penanganan yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang diduga terjangkit.

&quot;Kami memberikan edukasi melalui berbagai media, dengan selalu menekankan pentingnya pola hidup sehat seperti mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan,&quot; beber dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dinkes Jateng Klaim Daerahnya Masih Aman dari Virus Korona&amp;nbsp;
Ketika ada orang yang terjangkit, mereka disarankan agar selalu menggunakan masker demi mencegah penularan kepada orang lain. &quot;Jika memang memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, flu, sesak nafas, batuk parah, dan sakit tenggorokan diimbau untuk merujuk ke puskes dan rumah sakit terdekat,&quot; kata dia.

Pihaknya juga membuka layanan melalui Publik Safety Centre 119, call center Kota Bekasi 1500444. Hal itu agar cepat mendapat penanganan dari petugas kesehatan.</content:encoded></item></channel></rss>
