<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Korona, Kulonprogo Siagakan 21 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit</title><description>Pemkab Kulonprogo telah menyiapkan 21 puskesmas, 7 klinik pratama dan 2 rumah sakit daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/510/2178213/antisipasi-korona-kulonprogo-siagakan-21-puskesmas-dan-2-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/04/510/2178213/antisipasi-korona-kulonprogo-siagakan-21-puskesmas-dan-2-rumah-sakit"/><item><title>Antisipasi Korona, Kulonprogo Siagakan 21 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/510/2178213/antisipasi-korona-kulonprogo-siagakan-21-puskesmas-dan-2-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/04/510/2178213/antisipasi-korona-kulonprogo-siagakan-21-puskesmas-dan-2-rumah-sakit</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2020 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/04/510/2178213/antisipasi-korona-kulonprogo-siagakan-21-puskesmas-dan-2-rumah-sakit-rJhGsd5sRl.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/04/510/2178213/antisipasi-korona-kulonprogo-siagakan-21-puskesmas-dan-2-rumah-sakit-rJhGsd5sRl.JPG</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>KULONPROGO &amp;ndash; Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo minta masyarakat tidak panik dengan merebaknya virus korona (Covid-19). Pemkab Kulonprogo telah menyiapkan 21 puskesmas, 7 klinik pratama dan 2 rumah sakit daerah untuk mengantisipasinya.
&amp;ldquo;Tidak perlu panik, yang penting pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun dan konsumsi sayur dan buah,&amp;rdquo;jelas plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami di kantornya, Rabu (4/3/2020).
Penyakit ini menular dengan droplet (batuk, dahak atau ludah), seperti flu biasa. Untuk itu, masyarakat harus bisa menjaga pola makan dan daya tahan. Jika sakit dianjurkan mengenakan masker serta bisa menjaga diri.
&amp;ldquo;Yang perlu pakai masker itu yang sakit, bukan malah yang sehat,&amp;rdquo; ucapnya.

Dia juga mengatakan, kebiasaan melakukan cium pipi kanan dan kiri (cipika-cipiki) rentan penularan, jika ada yag sakit. &amp;ldquo;Kalau semuanya sehat tidak apa-apa, tapi kalau ada yang sakit hindari cipika dan cipiki,&amp;rdquo; ujarnya.
Seluruh fasilitas kesehatan itu untuk mendeteksi dini dan melakukan perawatan pasien. Jika ada pasien yang ditengarai suspect akan dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta atau RS Panembahan Senopati Bantul.
Baca juga: Sembuh dari Korona, 4 Kru Diamond Princess Bakal Dikarantina di Cikarang
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kulonprogo, Ananta Kogam mengatakan, fasilitas kesehatan yang ada siap untuk mencegah dan penanganan. Begitu juga perawat dan tenaga medis sudah diberikan pelatihan dan pendidikan, termasuk ketersediaan obat-obatan.
&amp;ldquo;SDM, obat dan peralatan semuanya siap. Jika ada yang suspect akan dirujuk ke rumah sakit rujukan,&amp;rdquo; kata dia.
Setiap puskesmas juga diminta untuk memantau warga Kulonprogo yang pulang dari luar negeri. Mereka harus dipantau minimal 28 hari dari hari kepulangan. Apalagi menjelang lebaran, akan banyak TKI yang pulang kampung.</description><content:encoded>KULONPROGO &amp;ndash; Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo minta masyarakat tidak panik dengan merebaknya virus korona (Covid-19). Pemkab Kulonprogo telah menyiapkan 21 puskesmas, 7 klinik pratama dan 2 rumah sakit daerah untuk mengantisipasinya.
&amp;ldquo;Tidak perlu panik, yang penting pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun dan konsumsi sayur dan buah,&amp;rdquo;jelas plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami di kantornya, Rabu (4/3/2020).
Penyakit ini menular dengan droplet (batuk, dahak atau ludah), seperti flu biasa. Untuk itu, masyarakat harus bisa menjaga pola makan dan daya tahan. Jika sakit dianjurkan mengenakan masker serta bisa menjaga diri.
&amp;ldquo;Yang perlu pakai masker itu yang sakit, bukan malah yang sehat,&amp;rdquo; ucapnya.

Dia juga mengatakan, kebiasaan melakukan cium pipi kanan dan kiri (cipika-cipiki) rentan penularan, jika ada yag sakit. &amp;ldquo;Kalau semuanya sehat tidak apa-apa, tapi kalau ada yang sakit hindari cipika dan cipiki,&amp;rdquo; ujarnya.
Seluruh fasilitas kesehatan itu untuk mendeteksi dini dan melakukan perawatan pasien. Jika ada pasien yang ditengarai suspect akan dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta atau RS Panembahan Senopati Bantul.
Baca juga: Sembuh dari Korona, 4 Kru Diamond Princess Bakal Dikarantina di Cikarang
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kulonprogo, Ananta Kogam mengatakan, fasilitas kesehatan yang ada siap untuk mencegah dan penanganan. Begitu juga perawat dan tenaga medis sudah diberikan pelatihan dan pendidikan, termasuk ketersediaan obat-obatan.
&amp;ldquo;SDM, obat dan peralatan semuanya siap. Jika ada yang suspect akan dirujuk ke rumah sakit rujukan,&amp;rdquo; kata dia.
Setiap puskesmas juga diminta untuk memantau warga Kulonprogo yang pulang dari luar negeri. Mereka harus dipantau minimal 28 hari dari hari kepulangan. Apalagi menjelang lebaran, akan banyak TKI yang pulang kampung.</content:encoded></item></channel></rss>
