<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Meninggal Dunia di RSUD Malang Bukan Akibat Virus Korona</title><description>Informasi ini ternyata hoaks dan dibantah langsung pihak rumah sakit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/519/2177953/pasien-meninggal-dunia-di-rsud-malang-bukan-akibat-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/04/519/2177953/pasien-meninggal-dunia-di-rsud-malang-bukan-akibat-virus-korona"/><item><title>Pasien Meninggal Dunia di RSUD Malang Bukan Akibat Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/519/2177953/pasien-meninggal-dunia-di-rsud-malang-bukan-akibat-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/04/519/2177953/pasien-meninggal-dunia-di-rsud-malang-bukan-akibat-virus-korona</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2020 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/04/519/2177953/pasien-meninggal-dunia-di-rsud-malang-bukan-akibat-virus-korona-YPASNjmJMe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pihak RSUD Saiful Anwar. (Foto: Okezone.com/Avirista M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/04/519/2177953/pasien-meninggal-dunia-di-rsud-malang-bukan-akibat-virus-korona-YPASNjmJMe.jpg</image><title>Pihak RSUD Saiful Anwar. (Foto: Okezone.com/Avirista M)</title></images><description>KOTA MALANG &amp;ndash; Beredar kabar pasien menderita virus korona atau Covid-19 meninggal dunia di RSUD Saiful Anwar, Malang. Informasi ini ternyata hoaks dan dibantah langsung pihak rumah sakit.
Ketua Tim Penyakit Infeksi Re-Emerging RSUD Saiful Anwar, dr. Didi Candradikusuma mengatakan, pasien yang meninggal dunia pada Selasa 3 Maret 2020, pukul 15.00 WIB, diberlakukan sesuai standar penanganan virus korona. Pasalnya, ada gejala yang hampir sama dengan virus tersebut.
&quot;Kami menyebut sebagai tersangka korona virus. Kita perlakukan pasien dengan alur  SOP yang sama dengan kasus-kasus yang dianggap korona,&quot; ungkap Didi Candradikusuma, saat menggelar konferensi pers di RSUD Saiful Anwar, Rabu (4/3/2020).
Dia memastikan pasien yang meninggal dunia tersebut bukan pasien positif virus korona, melainkan hanya menderita gangguan pernapasan biasa.

&quot;Pasien yang meninggal dunia kemarin bukan menderita korona melainkan gejala sesak napas biasa,&quot; ucapnya.
Ia menambahkan, penanganan sesuai standar pasien suspect virus korona, karena adanya riwayat sama dengan penyakit tersebut. Terlebih pasien sempat bertemu dengan warga negara asing dari Italia, Prancis dan lainnya di Yogyakarta, meskipun seluruh warga asing tersebut bukan penderita korona.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Tak Panik dan Termakan Hoaks soal Virus Korona
&quot;Sempat kami berlakukan prosedur sesuai yang sudah diatur. Kita taruh di ruang isolasi di belakang. Di sini dilakukan analisa lagi, (kesimpulannya) kasus itu tidak masuk kriteria korona,&quot; tuturnya.
Pada perkembangannya, pasien tersebut mengembuskan napas terakhir pada Selasa pukul 15.00 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Saiful Anwar.
&quot;Dengan penanganan maksimal di sini, tapi keadaannya semakin memburuk. Sehingga pasien meninggal kemarin pukul 15.00 WIB. Dirawat hanya sekitar sembilan jam, tapi mungkin Allah berkehendak lain,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>KOTA MALANG &amp;ndash; Beredar kabar pasien menderita virus korona atau Covid-19 meninggal dunia di RSUD Saiful Anwar, Malang. Informasi ini ternyata hoaks dan dibantah langsung pihak rumah sakit.
Ketua Tim Penyakit Infeksi Re-Emerging RSUD Saiful Anwar, dr. Didi Candradikusuma mengatakan, pasien yang meninggal dunia pada Selasa 3 Maret 2020, pukul 15.00 WIB, diberlakukan sesuai standar penanganan virus korona. Pasalnya, ada gejala yang hampir sama dengan virus tersebut.
&quot;Kami menyebut sebagai tersangka korona virus. Kita perlakukan pasien dengan alur  SOP yang sama dengan kasus-kasus yang dianggap korona,&quot; ungkap Didi Candradikusuma, saat menggelar konferensi pers di RSUD Saiful Anwar, Rabu (4/3/2020).
Dia memastikan pasien yang meninggal dunia tersebut bukan pasien positif virus korona, melainkan hanya menderita gangguan pernapasan biasa.

&quot;Pasien yang meninggal dunia kemarin bukan menderita korona melainkan gejala sesak napas biasa,&quot; ucapnya.
Ia menambahkan, penanganan sesuai standar pasien suspect virus korona, karena adanya riwayat sama dengan penyakit tersebut. Terlebih pasien sempat bertemu dengan warga negara asing dari Italia, Prancis dan lainnya di Yogyakarta, meskipun seluruh warga asing tersebut bukan penderita korona.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Tak Panik dan Termakan Hoaks soal Virus Korona
&quot;Sempat kami berlakukan prosedur sesuai yang sudah diatur. Kita taruh di ruang isolasi di belakang. Di sini dilakukan analisa lagi, (kesimpulannya) kasus itu tidak masuk kriteria korona,&quot; tuturnya.
Pada perkembangannya, pasien tersebut mengembuskan napas terakhir pada Selasa pukul 15.00 WIB, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Saiful Anwar.
&quot;Dengan penanganan maksimal di sini, tapi keadaannya semakin memburuk. Sehingga pasien meninggal kemarin pukul 15.00 WIB. Dirawat hanya sekitar sembilan jam, tapi mungkin Allah berkehendak lain,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
