<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jabar Siaga 1 Korona, Museum Gedung Sate Terapkan SOP bagi Pengunjung</title><description>Museum Gedung Sate Bandung, Jawa Barat tetap beroperasi atau dibuka untuk umum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/525/2178046/jabar-siaga-1-korona-museum-gedung-sate-terapkan-sop-bagi-pengunjung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/04/525/2178046/jabar-siaga-1-korona-museum-gedung-sate-terapkan-sop-bagi-pengunjung"/><item><title>Jabar Siaga 1 Korona, Museum Gedung Sate Terapkan SOP bagi Pengunjung</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/04/525/2178046/jabar-siaga-1-korona-museum-gedung-sate-terapkan-sop-bagi-pengunjung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/04/525/2178046/jabar-siaga-1-korona-museum-gedung-sate-terapkan-sop-bagi-pengunjung</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2020 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/04/525/2178046/jabar-siaga-1-korona-museum-gedung-sate-terapkan-sop-bagi-pengunjung-oSboaoUeHR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas Museum Gedung Sate menerapkan SOP bagi pengunjung (Foto: Okezone/CDB Yudistira)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/04/525/2178046/jabar-siaga-1-korona-museum-gedung-sate-terapkan-sop-bagi-pengunjung-oSboaoUeHR.jpg</image><title>Petugas Museum Gedung Sate menerapkan SOP bagi pengunjung (Foto: Okezone/CDB Yudistira)</title></images><description>BANDUNG - Museum Gedung Sate Bandung, Jawa Barat tetap beroperasi atau dibuka untuk umum. Meski, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan Jabar Siaga 1 Covid-19 atau virus korona.&amp;nbsp;
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat Iip Hidayat mengatakan, sebagai langkah antisipatif penyebaran virus korona, akan memasang cairan pencuci tangan (hand sanitizer), dan mengecek suhu badan pengunjung.

&quot;Setelah kemarin berkoordinasi dengan berbagai pihak, Museum Gedung Sate tetap beroperasi dan dibuka untuk umum,&quot; kata Iip di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

&quot;Tentu kami akan selektif. Artinya, yang agak sakit harus dicek. Yang sehat juga SOP-nya cuci tangan dan dideteksi suhu badannya. Baru bisa masuk,&quot; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jabar Siaga 1 Virus Korona, Rencana Penutupan Museum Gedung Sate Akan Dibahas&amp;nbsp;
Hal tersebut dilakukan karena pengunjung Museum Gedung Sate tidak hanya wisatawan regional maupun nasional, tetapi juga wisatawan mancanegara.

&quot;Pengunjung setiap minggunya itu, dari Selasa sampai Minggu karena Senin kami tutup, bisa mencapai 2.000. Banyak juga wisman yang datang. Maka, langkah antisipatif harus kami lakukan,&quot; ucap Iip.

Iip mengatakan, sudah membuat SOP pengunjung Museum Gedung Sate guna mencegah penyebaran virus korona. Pertama, pengunjung yang memiliki suhu tubuh di atas 37,2 dilarang masuk museum.

Kemudian, pengunjung harus bersihkan tangan dengan hand sanitizer yang disediakan, dan gunakan masker jika batuk dan pilek.

&quot;Pengunjung harus menghindari kontak fisik secara langsung dengan orang lain. Ketika bersin dan batuk tutup dengan tisu atau siku tangan, dan petugas kami berhak menegur pengunjung yang berperilaku tidak sesuai SOP,&quot; kata Iip.
&amp;nbsp;
Selain itu, Biro Umum Setda Jabar sudah memasang hand sanitizer di Gedung Sate, Gedung Pakuan, Gedung Merdeka, dan semua tempat yang dikelola Pemprov Jabar.

&quot;Itu langkah antisipatif. Kemudian, khusus di Gedung Sate, kami punya poliklinik, ada dokter. Mungkin sewaktu-waktu kita akan keliling memantau kalau-kalau ada memiliki gejala (Covid-19),&quot; kata Iip.

&quot;Karena yang berkantor ke Gedung Sate itu sekitar 1.000 orang. Dari PNS, Non-PNS, pihak keamanan, dan tamu,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>BANDUNG - Museum Gedung Sate Bandung, Jawa Barat tetap beroperasi atau dibuka untuk umum. Meski, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan Jabar Siaga 1 Covid-19 atau virus korona.&amp;nbsp;
Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat Iip Hidayat mengatakan, sebagai langkah antisipatif penyebaran virus korona, akan memasang cairan pencuci tangan (hand sanitizer), dan mengecek suhu badan pengunjung.

&quot;Setelah kemarin berkoordinasi dengan berbagai pihak, Museum Gedung Sate tetap beroperasi dan dibuka untuk umum,&quot; kata Iip di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

&quot;Tentu kami akan selektif. Artinya, yang agak sakit harus dicek. Yang sehat juga SOP-nya cuci tangan dan dideteksi suhu badannya. Baru bisa masuk,&quot; imbuhnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jabar Siaga 1 Virus Korona, Rencana Penutupan Museum Gedung Sate Akan Dibahas&amp;nbsp;
Hal tersebut dilakukan karena pengunjung Museum Gedung Sate tidak hanya wisatawan regional maupun nasional, tetapi juga wisatawan mancanegara.

&quot;Pengunjung setiap minggunya itu, dari Selasa sampai Minggu karena Senin kami tutup, bisa mencapai 2.000. Banyak juga wisman yang datang. Maka, langkah antisipatif harus kami lakukan,&quot; ucap Iip.

Iip mengatakan, sudah membuat SOP pengunjung Museum Gedung Sate guna mencegah penyebaran virus korona. Pertama, pengunjung yang memiliki suhu tubuh di atas 37,2 dilarang masuk museum.

Kemudian, pengunjung harus bersihkan tangan dengan hand sanitizer yang disediakan, dan gunakan masker jika batuk dan pilek.

&quot;Pengunjung harus menghindari kontak fisik secara langsung dengan orang lain. Ketika bersin dan batuk tutup dengan tisu atau siku tangan, dan petugas kami berhak menegur pengunjung yang berperilaku tidak sesuai SOP,&quot; kata Iip.
&amp;nbsp;
Selain itu, Biro Umum Setda Jabar sudah memasang hand sanitizer di Gedung Sate, Gedung Pakuan, Gedung Merdeka, dan semua tempat yang dikelola Pemprov Jabar.

&quot;Itu langkah antisipatif. Kemudian, khusus di Gedung Sate, kami punya poliklinik, ada dokter. Mungkin sewaktu-waktu kita akan keliling memantau kalau-kalau ada memiliki gejala (Covid-19),&quot; kata Iip.

&quot;Karena yang berkantor ke Gedung Sate itu sekitar 1.000 orang. Dari PNS, Non-PNS, pihak keamanan, dan tamu,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
