<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Jepang Shinzo Abe Batuk-Batuk saat Pidato</title><description>Abe beberapa kali menghentikan pidatonya karena batuk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/18/2178685/pm-jepang-shinzo-abe-batuk-batuk-saat-pidato</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/05/18/2178685/pm-jepang-shinzo-abe-batuk-batuk-saat-pidato"/><item><title>PM Jepang Shinzo Abe Batuk-Batuk saat Pidato</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/18/2178685/pm-jepang-shinzo-abe-batuk-batuk-saat-pidato</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/05/18/2178685/pm-jepang-shinzo-abe-batuk-batuk-saat-pidato</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2020 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/05/18/2178685/pm-jepang-shinzo-abe-batuk-batuk-saat-pidato-eXUpoRZ6Le.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Jepang Shinzo Abe. (Foto/Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/05/18/2178685/pm-jepang-shinzo-abe-batuk-batuk-saat-pidato-eXUpoRZ6Le.jpg</image><title>PM Jepang Shinzo Abe. (Foto/Twitter)</title></images><description>TOKYO &amp;ndash; Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe terlihat batuk-batuk saat berpidato di hadapan para anggota parlemen, saat Covid-19 mewabah di dunia termasuk di negeri Matahari Terbit tersebut.
Merujuk data Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang disiarkan pada Rabu 4 Maret, sebanyak 284 orang terinfeksi virus korona dan menyebabkan 4 kematian.
Sementara itu, Abe beberapa kali menghentikan pidatonya karena batuk. Saat batuk, dia menggunakan tangannya untuk menutupi mulutnya. Dia juga terlihat tidak mengenakan masker.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Japanese Prime Minister Shinzo Abe coughed several times during his speech in parliament, raising public concern. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/coronavirus?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#coronavirus&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID19&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://t.co/bvtCNwTTDJ&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/bvtCNwTTDJ&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; China Daily (@ChinaDaily) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/ChinaDaily/status/1235069699215351808?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;March 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Dalam klip tersebut terlihat beberapa anggota parlemen ada yang memakai masker di wajah. Sementara anggota parlemen lainnya ada yang tak memakai masker.
Abe berpidato di hadapan anggota parlemen pada Senin 2 Maret untuk mempercepat pemberlakuan undang-undang keadaan darurat mencegah penyebaran Covid-19.
&quot;Sangat penting untuk selalu mengantisipasi skenario terburuk, dan bersiaplah untuk mengambil tindakan jika virus korona menyebar secara eksponensial,&quot; kata Abe menyitir Japan Times.</description><content:encoded>TOKYO &amp;ndash; Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe terlihat batuk-batuk saat berpidato di hadapan para anggota parlemen, saat Covid-19 mewabah di dunia termasuk di negeri Matahari Terbit tersebut.
Merujuk data Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang disiarkan pada Rabu 4 Maret, sebanyak 284 orang terinfeksi virus korona dan menyebabkan 4 kematian.
Sementara itu, Abe beberapa kali menghentikan pidatonya karena batuk. Saat batuk, dia menggunakan tangannya untuk menutupi mulutnya. Dia juga terlihat tidak mengenakan masker.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Japanese Prime Minister Shinzo Abe coughed several times during his speech in parliament, raising public concern. &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/coronavirus?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#coronavirus&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#COVID19&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;a href=&quot;https://t.co/bvtCNwTTDJ&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/bvtCNwTTDJ&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; China Daily (@ChinaDaily) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/ChinaDaily/status/1235069699215351808?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;March 4, 2020&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Dalam klip tersebut terlihat beberapa anggota parlemen ada yang memakai masker di wajah. Sementara anggota parlemen lainnya ada yang tak memakai masker.
Abe berpidato di hadapan anggota parlemen pada Senin 2 Maret untuk mempercepat pemberlakuan undang-undang keadaan darurat mencegah penyebaran Covid-19.
&quot;Sangat penting untuk selalu mengantisipasi skenario terburuk, dan bersiaplah untuk mengambil tindakan jika virus korona menyebar secara eksponensial,&quot; kata Abe menyitir Japan Times.</content:encoded></item></channel></rss>
