<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Bumi di Mentawai</title><description>Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178349/bmkg-jelaskan-penyebab-gempa-bumi-di-mentawai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178349/bmkg-jelaskan-penyebab-gempa-bumi-di-mentawai"/><item><title>BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Bumi di Mentawai</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178349/bmkg-jelaskan-penyebab-gempa-bumi-di-mentawai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178349/bmkg-jelaskan-penyebab-gempa-bumi-di-mentawai</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2020 02:12 WIB</pubDate><dc:creator>INews.id</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/05/340/2178349/bmkg-jelaskan-penyebab-gempa-bumi-di-mentawai-g4lJUsYCZA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gempa BUmi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/05/340/2178349/bmkg-jelaskan-penyebab-gempa-bumi-di-mentawai-g4lJUsYCZA.jpg</image><title>Ilustrasi Gempa BUmi</title></images><description>MENTAWAI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hasil pemutakhiran parameter gempa bumi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu 4 Maret 2020 malam sekira pukul 20.36 WIB dengan Magnitudo M5,2 menjadi Magnitudo M4,9.
Diketahui episenter gempa terletak pada koordinat 3.48 LS dan 99.53 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 158 KM arah Selatan Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 30 KM.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia di zona subduksi Mentawai.
&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),&quot; kata Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Baca Juga: Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa Magnitudo 5,2
Lebih lanjut, dia menjelaskan dampak gempa bumi tersebut dirasakan warga di daerah Sipora Utara dengan skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat  gempa bumi tersebut.
&quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi  ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 21.03 WIB, hasil monitoring  BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan  (aftershock),&quot; ujarnya.
Dalam kesempatan itu, BMKG  mengimbau  masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak  dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
&quot;(Masyarakat) agar  menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.  Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa,  ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan  kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,&quot; katanya.</description><content:encoded>MENTAWAI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hasil pemutakhiran parameter gempa bumi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu 4 Maret 2020 malam sekira pukul 20.36 WIB dengan Magnitudo M5,2 menjadi Magnitudo M4,9.
Diketahui episenter gempa terletak pada koordinat 3.48 LS dan 99.53 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 158 KM arah Selatan Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 30 KM.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia di zona subduksi Mentawai.
&quot;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),&quot; kata Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Baca Juga: Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa Magnitudo 5,2
Lebih lanjut, dia menjelaskan dampak gempa bumi tersebut dirasakan warga di daerah Sipora Utara dengan skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat  gempa bumi tersebut.
&quot;Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi  ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 21.03 WIB, hasil monitoring  BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan  (aftershock),&quot; ujarnya.
Dalam kesempatan itu, BMKG  mengimbau  masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak  dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
&quot;(Masyarakat) agar  menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.  Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa,  ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan  kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
