<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sedang Gendong Adik, Remaja Putri di Sorong Jadi Korban Penjambretan</title><description>Seorang remaja putri di Kota Sorong menjadi korban penjambretan. Telepon selulernya pun raib.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178559/sedang-gendong-adik-remaja-putri-di-sorong-jadi-korban-penjambretan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178559/sedang-gendong-adik-remaja-putri-di-sorong-jadi-korban-penjambretan"/><item><title>Sedang Gendong Adik, Remaja Putri di Sorong Jadi Korban Penjambretan</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178559/sedang-gendong-adik-remaja-putri-di-sorong-jadi-korban-penjambretan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/05/340/2178559/sedang-gendong-adik-remaja-putri-di-sorong-jadi-korban-penjambretan</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2020 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Chanry Andrew S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/05/340/2178559/sedang-gendong-adik-remaja-putri-di-sorong-jadi-korban-penjambretan-lRTwgHIFiy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penjambretan ponsel. (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/05/340/2178559/sedang-gendong-adik-remaja-putri-di-sorong-jadi-korban-penjambretan-lRTwgHIFiy.jpg</image><title>Ilustrasi penjambretan ponsel. (Foto: Ist)</title></images><description>SORONG &amp;ndash; Tindak kriminal penjambretan dan pembegalan kembali terjadi di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Aparat kepolisian telah bertindak tegas, namun para pelakunya seakan tidak jera.
Kali ini seorang remaja putri berinisial E (16) menjadi korban aksi penjambretan di depan Toko Siswa, Jalan Arfak, Kampung Baru, Sorong, Papua Barat, pada Rabu 4 Maret 2020, sekira pukul 22.00 WIT. Aksi ini dilakukan oleh dua pria tidak dikenal.
Baca juga:   Penjual Bubur Ayam Gagalkan Aksi Jambret, Pelaku Babak Belur Dihakimi Warga&amp;nbsp;
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, dua pelaku berboncengan menggunakan motor matik hitam merampas ponsel milik E.
Setelah ponsel miliknya dirampas, korban sontak berteriak-teriak histeris di tengah jalan. Warga yang sedang ramai di sana langsung mendatangi korban.
Tidak hanya itu, ada beberapa warga yang mengejar kawanan jambret sampai sekitar Lampu Merah Lapangan Hoki Tembok Berlin. Namun, para pejambret tersebut kabur dan tidak ditemukan.
Korban E mengaku saat kejadian dirinya baru saja menemani adiknya bermain odong-odong di depan pertokoan siswa.
Saat sedang menggendong adiknya menuju motor yang terparkir, korban sempat memainkan ponsel miliknya, namun tiba-tiba datang dua pelaku dan langsung menjambret.
&quot;Tadi saya baru selesai temani adik main odong-odong. Jadi pas gendong adik menuju motor, saya sempat membalas SMS, tiba-tiba datang dua orang tidak dikenal berboncengan. Mereka gunakan motor matik hitam dan menggunakan jaket hitam serta penutup kepala (topi) hitam-putih. Mereka lalu merampas HP saya merek Xiaomi, dan langsung mereka melarikan diri,&quot; ungkap E kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu 4 Maret 2020.
Baca juga:   Terobsesi Beli Helm, Dua Pelajar Nekat Rampas Ponsel&amp;nbsp;
 
Atas peristiwa itu, E merasa trauma dan ketakutan. Namun, dia bersyukur tidak sampai ada tindak kekerasan yang membahayakan dirinya dan sang adik.
&quot;Saya bersyukur nyawa saya dan adik saya selamat. Saya masih trauma. Saya mungkin nanti dengan keluarga ke Polsek Sorong Barat untuk buat laporan,&quot; ujarnya.Terkait maraknya tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Sorong Kota, petugas langsung mengambil sikap tegas. Ini sebagai upaya menciptakan rasa aman dan damai bagi seluruh masyarakat.
Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan bahkan langsung mengeluarkan instruksi tembak di tempat kepada pelaku kejahatan tersebut.
Baca juga:   Kejar Penjambret HP, Wanita Tewas Usai Tabrakan Motor&amp;nbsp;
 
&quot;Saya perintahkan anggota untuk tembak di tempat kepada pelaku kejahatan yang mencoba untuk melawan aparat,&quot; ungkap Ary di Sorong, Rabu 4 Maret 2020.
Ia menjelaskan, kejahatan yang saat ini marak terjadi di Sorong adalah tindak pidana konvensional oleh perorangan maupun kelompok.
Oleh karena itu, kata dia, jika dalam menangkap para pelaku kejahatan ada anggota kepolisian yang melakukan tindakan tegas, tepat, dan terukur alias tembak di tempat, maka itu bukan suatu pelanggaran.
&quot;Kalau ada pelaku kejahatan yang ditembak di tempat, itu bukan pelanggaran namanya, dan tidak akan ada pelanggaran. Ini kita harus lakukan supaya orang-orang yang mau melakukan kejahatan pikir dua kali untuk melakukannya,&quot; tegas Ary.
Baca juga:   Wanita Penumpang Ojol Dijambret di Tebet, Uang Rp12 Juta Raib&amp;nbsp;
 
Ia lantas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati karena kejahatan bisa terjadi karena adanya niat pelaku dan kesempatan.
&quot;Jika ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal Anda, maka segera lapor kepada polisi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>SORONG &amp;ndash; Tindak kriminal penjambretan dan pembegalan kembali terjadi di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Aparat kepolisian telah bertindak tegas, namun para pelakunya seakan tidak jera.
Kali ini seorang remaja putri berinisial E (16) menjadi korban aksi penjambretan di depan Toko Siswa, Jalan Arfak, Kampung Baru, Sorong, Papua Barat, pada Rabu 4 Maret 2020, sekira pukul 22.00 WIT. Aksi ini dilakukan oleh dua pria tidak dikenal.
Baca juga:   Penjual Bubur Ayam Gagalkan Aksi Jambret, Pelaku Babak Belur Dihakimi Warga&amp;nbsp;
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, dua pelaku berboncengan menggunakan motor matik hitam merampas ponsel milik E.
Setelah ponsel miliknya dirampas, korban sontak berteriak-teriak histeris di tengah jalan. Warga yang sedang ramai di sana langsung mendatangi korban.
Tidak hanya itu, ada beberapa warga yang mengejar kawanan jambret sampai sekitar Lampu Merah Lapangan Hoki Tembok Berlin. Namun, para pejambret tersebut kabur dan tidak ditemukan.
Korban E mengaku saat kejadian dirinya baru saja menemani adiknya bermain odong-odong di depan pertokoan siswa.
Saat sedang menggendong adiknya menuju motor yang terparkir, korban sempat memainkan ponsel miliknya, namun tiba-tiba datang dua pelaku dan langsung menjambret.
&quot;Tadi saya baru selesai temani adik main odong-odong. Jadi pas gendong adik menuju motor, saya sempat membalas SMS, tiba-tiba datang dua orang tidak dikenal berboncengan. Mereka gunakan motor matik hitam dan menggunakan jaket hitam serta penutup kepala (topi) hitam-putih. Mereka lalu merampas HP saya merek Xiaomi, dan langsung mereka melarikan diri,&quot; ungkap E kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu 4 Maret 2020.
Baca juga:   Terobsesi Beli Helm, Dua Pelajar Nekat Rampas Ponsel&amp;nbsp;
 
Atas peristiwa itu, E merasa trauma dan ketakutan. Namun, dia bersyukur tidak sampai ada tindak kekerasan yang membahayakan dirinya dan sang adik.
&quot;Saya bersyukur nyawa saya dan adik saya selamat. Saya masih trauma. Saya mungkin nanti dengan keluarga ke Polsek Sorong Barat untuk buat laporan,&quot; ujarnya.Terkait maraknya tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Sorong Kota, petugas langsung mengambil sikap tegas. Ini sebagai upaya menciptakan rasa aman dan damai bagi seluruh masyarakat.
Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan bahkan langsung mengeluarkan instruksi tembak di tempat kepada pelaku kejahatan tersebut.
Baca juga:   Kejar Penjambret HP, Wanita Tewas Usai Tabrakan Motor&amp;nbsp;
 
&quot;Saya perintahkan anggota untuk tembak di tempat kepada pelaku kejahatan yang mencoba untuk melawan aparat,&quot; ungkap Ary di Sorong, Rabu 4 Maret 2020.
Ia menjelaskan, kejahatan yang saat ini marak terjadi di Sorong adalah tindak pidana konvensional oleh perorangan maupun kelompok.
Oleh karena itu, kata dia, jika dalam menangkap para pelaku kejahatan ada anggota kepolisian yang melakukan tindakan tegas, tepat, dan terukur alias tembak di tempat, maka itu bukan suatu pelanggaran.
&quot;Kalau ada pelaku kejahatan yang ditembak di tempat, itu bukan pelanggaran namanya, dan tidak akan ada pelanggaran. Ini kita harus lakukan supaya orang-orang yang mau melakukan kejahatan pikir dua kali untuk melakukannya,&quot; tegas Ary.
Baca juga:   Wanita Penumpang Ojol Dijambret di Tebet, Uang Rp12 Juta Raib&amp;nbsp;
 
Ia lantas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati karena kejahatan bisa terjadi karena adanya niat pelaku dan kesempatan.
&quot;Jika ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal Anda, maka segera lapor kepada polisi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
