<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Pasien yang Dirawat di RS Sardjito dalam Kondisi Baik</title><description>Kedua pasien itu merupakan WNI dan WN Jepang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/510/2178821/dua-pasien-yang-dirawat-di-rs-sardjito-dalam-kondisi-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/05/510/2178821/dua-pasien-yang-dirawat-di-rs-sardjito-dalam-kondisi-baik"/><item><title>Dua Pasien yang Dirawat di RS Sardjito dalam Kondisi Baik</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/05/510/2178821/dua-pasien-yang-dirawat-di-rs-sardjito-dalam-kondisi-baik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/05/510/2178821/dua-pasien-yang-dirawat-di-rs-sardjito-dalam-kondisi-baik</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2020 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/05/510/2178821/dua-pasien-yang-dirawat-di-rs-sardjito-dalam-kondisi-baik-zcYiReAkzg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemda DIY konferensi pers mengenai penanganan pasien suspect virus korona di RSUP Dr Sardjito. (Foto : Kuntadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/05/510/2178821/dua-pasien-yang-dirawat-di-rs-sardjito-dalam-kondisi-baik-zcYiReAkzg.jpg</image><title>Pemda DIY konferensi pers mengenai penanganan pasien suspect virus korona di RSUP Dr Sardjito. (Foto : Kuntadi)</title></images><description>YOGYAKARTA &amp;ndash; Dua pasien yang dirawat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, saat ini berada dalam kondisi baik. Keduanya adalah WNI dan satu warga negara Jepang.

&amp;ldquo;Kita belum pernah menangani pasien korona. Dua yang masih dirawat negatif,&amp;rdquo; tutur Tim Airbone Diseases RSUP Dr Sardjito Ika Trisnawati, kepada wartawan di Gedong Pracimosona, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/3/2020).

Kedua pasien ini mengalami gangguan pernapasan. WNI yang baru pulang umrah tersebut gangguan pernapasan akibat infeksi paru-paru. Sementara pasien asal Jepang masih menjalani observasi, tapi secara umum kondisinya cukup baik.

&amp;ldquo;Kondisinya bagus. Ini masih menunggu hasil Litbangkes,&amp;rdquo; ucapnya.



Ia mengatakan, virus korona (Covid-19) memiliki tingkat kematian rendah. Berdasarkan hasil studi salah satu universitas di China, angka kematian akibat Covid-19 3,4 persen, di bawah SARS dengan 9,4 persen dan MERS 34,4 persen. Sebagai langkah antisipasi mencegah Covid-19, masyarakat diimbau menjalankan pola hidup bersih dan sering mencuci tangan dengan sabun.

&amp;ldquo;Sebenarnya yang meninggal itu pun usianya cenderung lansia karena yang usia produktif justru bisa disembuhkan,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara Assek III Pemda DIY, Umar Priyono, berharap masyarakat bisa mengambil sisi positif dari  merebaknya virus korona yakni dengan menjaga pola hidup sehat dan daya tahan tubuh.

&amp;ldquo;Saya rasa ada sisi positif agar menguatkan ketahanan tubuh dan pola hidup yang sehat,&amp;rdquo; katanya.


Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, meminta masyarakat tidak perlu  panik dengan adanya virus korona. Itu karena pemerintah telah  mengantisipasi upaya penyebaran, mulai dari kesiapan obat, tenaga medis,  hingga rumah sakit.

&amp;ldquo;Tidak perlu panik, yang penting pola hidup bersih. Tidak perlu menimbun atau menggunakan masker kalau sehat,&amp;rdquo; kata Aji.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/03/03/61709/317072_medium.jpg&quot; alt=&quot;Cegah Penyebaran Virus Korona, Pengguna MRT Kenakan Masker&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut Aji, virus korona berdampak terhadap sektor pariwisata di  DIY. Padahal, pariwisata selama ini menjadi andalan pendapatan daerah  dengan banyak sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata, mulai dari  jasa perhotelan, rumah makan, hingga biro perjalanan. Untuk itulah,  perlu adanya upaya memaksimalkan turis domestik yang lebih banyak ke  DIY.

Baca Juga : Presiden Jokowi: 94 Persen Penderita Virus Korona Bisa Disembuhkan

&amp;ldquo;Meski promosi masif di luar negeri, tetapi kalau kondisi seperti ini tidak akan mampu mendatangkan wisatawan asing,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : KJRI: Penutupan Umrah 1 Tahun oleh Arab Saudi Tidak Benar
</description><content:encoded>YOGYAKARTA &amp;ndash; Dua pasien yang dirawat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, saat ini berada dalam kondisi baik. Keduanya adalah WNI dan satu warga negara Jepang.

&amp;ldquo;Kita belum pernah menangani pasien korona. Dua yang masih dirawat negatif,&amp;rdquo; tutur Tim Airbone Diseases RSUP Dr Sardjito Ika Trisnawati, kepada wartawan di Gedong Pracimosona, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/3/2020).

Kedua pasien ini mengalami gangguan pernapasan. WNI yang baru pulang umrah tersebut gangguan pernapasan akibat infeksi paru-paru. Sementara pasien asal Jepang masih menjalani observasi, tapi secara umum kondisinya cukup baik.

&amp;ldquo;Kondisinya bagus. Ini masih menunggu hasil Litbangkes,&amp;rdquo; ucapnya.



Ia mengatakan, virus korona (Covid-19) memiliki tingkat kematian rendah. Berdasarkan hasil studi salah satu universitas di China, angka kematian akibat Covid-19 3,4 persen, di bawah SARS dengan 9,4 persen dan MERS 34,4 persen. Sebagai langkah antisipasi mencegah Covid-19, masyarakat diimbau menjalankan pola hidup bersih dan sering mencuci tangan dengan sabun.

&amp;ldquo;Sebenarnya yang meninggal itu pun usianya cenderung lansia karena yang usia produktif justru bisa disembuhkan,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara Assek III Pemda DIY, Umar Priyono, berharap masyarakat bisa mengambil sisi positif dari  merebaknya virus korona yakni dengan menjaga pola hidup sehat dan daya tahan tubuh.

&amp;ldquo;Saya rasa ada sisi positif agar menguatkan ketahanan tubuh dan pola hidup yang sehat,&amp;rdquo; katanya.


Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, meminta masyarakat tidak perlu  panik dengan adanya virus korona. Itu karena pemerintah telah  mengantisipasi upaya penyebaran, mulai dari kesiapan obat, tenaga medis,  hingga rumah sakit.

&amp;ldquo;Tidak perlu panik, yang penting pola hidup bersih. Tidak perlu menimbun atau menggunakan masker kalau sehat,&amp;rdquo; kata Aji.

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/03/03/61709/317072_medium.jpg&quot; alt=&quot;Cegah Penyebaran Virus Korona, Pengguna MRT Kenakan Masker&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurut Aji, virus korona berdampak terhadap sektor pariwisata di  DIY. Padahal, pariwisata selama ini menjadi andalan pendapatan daerah  dengan banyak sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata, mulai dari  jasa perhotelan, rumah makan, hingga biro perjalanan. Untuk itulah,  perlu adanya upaya memaksimalkan turis domestik yang lebih banyak ke  DIY.

Baca Juga : Presiden Jokowi: 94 Persen Penderita Virus Korona Bisa Disembuhkan

&amp;ldquo;Meski promosi masif di luar negeri, tetapi kalau kondisi seperti ini tidak akan mampu mendatangkan wisatawan asing,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : KJRI: Penutupan Umrah 1 Tahun oleh Arab Saudi Tidak Benar
</content:encoded></item></channel></rss>
