<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Rumah Rusak Berat Akibat Tanah Bergerak di Purworejo</title><description>Fenomena alam tanah bergerak melanda Desa Kemiri dan Redin di Kecamatan Gebang, serta Desa Guntur Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/06/512/2179433/5-rumah-rusak-berat-akibat-tanah-bergerak-di-purworejo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/06/512/2179433/5-rumah-rusak-berat-akibat-tanah-bergerak-di-purworejo"/><item><title>5 Rumah Rusak Berat Akibat Tanah Bergerak di Purworejo</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/06/512/2179433/5-rumah-rusak-berat-akibat-tanah-bergerak-di-purworejo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/06/512/2179433/5-rumah-rusak-berat-akibat-tanah-bergerak-di-purworejo</guid><pubDate>Jum'at 06 Maret 2020 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/06/512/2179433/5-rumah-rusak-berat-akibat-tanah-bergerak-di-purworejo-cmXfSp2w00.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi Rumah Warga Rusak Terdampak Tanah Bergerak (foto: Gunarwan/KRJogja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/06/512/2179433/5-rumah-rusak-berat-akibat-tanah-bergerak-di-purworejo-cmXfSp2w00.jpg</image><title>Kondisi Rumah Warga Rusak Terdampak Tanah Bergerak (foto: Gunarwan/KRJogja)</title></images><description>PURWOREJO &amp;ndash; Fenomena alam tanah bergerak melanda Desa Kemiri dan Redin di Kecamatan Gebang, serta Desa Guntur Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Akibatnya, lima rumah rusak berat dan 18 Orang terpaksa mengungsi.

Dalam peristiwa ini tercatat lima rumah warga mengalami rusak berat dan nyaris roboh, serta sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan dan tidak layak huni.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wali Kota Semarang Ungkap Alasan Tolak Kapal Pesiar Viking Sun Bersandar&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam satu kawasan terdapat lima rumah dan satu masjid yang terdampak tanah bergerak, kondisinya sudah tidak layak huni,&amp;rdquo; kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sutrisno, Jumat (6/3/2020).

Menurutnya, tanah bergerak ini diawali dengan hujan deras yang mengguyur wilayah itud alam tempo sekitar 12 jam. Sejumlah warga merasakan adanya pergeseran tanah tempatnya berpijak. Setelah itu sejumlah rumah mangalami kerusakan.

Sutrisno juga mengapresiasi para kepada desa (Kades) yang sigap membantu mengevakuasi warganya yang terdampak. &amp;ldquo;Saya mengusulkan untuk pak lurah ketiga desa terdampak ini agar membuatkan rumah hunian sementara yang bisa dibangun di atas tanah milik desa,&quot; kata dia.

&quot;Hunian sementara ini dapat digunakan warga terdampak, sambil menunggu langkah penanganan selanjutnya,&amp;rdquo; sambungnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Purworejo Yuli Hastuti yang meninjau langsung lokasi bencana berjanji, akan segera mengambil langkah penanganan bencana ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;RS Kariadi Semarang Kembali Rawat Pasien Diduga Terpapar Virus Korona</description><content:encoded>PURWOREJO &amp;ndash; Fenomena alam tanah bergerak melanda Desa Kemiri dan Redin di Kecamatan Gebang, serta Desa Guntur Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Akibatnya, lima rumah rusak berat dan 18 Orang terpaksa mengungsi.

Dalam peristiwa ini tercatat lima rumah warga mengalami rusak berat dan nyaris roboh, serta sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan dan tidak layak huni.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wali Kota Semarang Ungkap Alasan Tolak Kapal Pesiar Viking Sun Bersandar&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dalam satu kawasan terdapat lima rumah dan satu masjid yang terdampak tanah bergerak, kondisinya sudah tidak layak huni,&amp;rdquo; kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sutrisno, Jumat (6/3/2020).

Menurutnya, tanah bergerak ini diawali dengan hujan deras yang mengguyur wilayah itud alam tempo sekitar 12 jam. Sejumlah warga merasakan adanya pergeseran tanah tempatnya berpijak. Setelah itu sejumlah rumah mangalami kerusakan.

Sutrisno juga mengapresiasi para kepada desa (Kades) yang sigap membantu mengevakuasi warganya yang terdampak. &amp;ldquo;Saya mengusulkan untuk pak lurah ketiga desa terdampak ini agar membuatkan rumah hunian sementara yang bisa dibangun di atas tanah milik desa,&quot; kata dia.

&quot;Hunian sementara ini dapat digunakan warga terdampak, sambil menunggu langkah penanganan selanjutnya,&amp;rdquo; sambungnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Purworejo Yuli Hastuti yang meninjau langsung lokasi bencana berjanji, akan segera mengambil langkah penanganan bencana ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;RS Kariadi Semarang Kembali Rawat Pasien Diduga Terpapar Virus Korona</content:encoded></item></channel></rss>
