<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Kepala BNPT: Virus ISIS Lebih Mengerikan Ketimbang Korona</title><description>Virus paham radikalisme ISIS dianggap lebih berbahaya ketimbang virus korona atau Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179647/eks-kepala-bnpt-virus-isis-lebih-mengerikan-ketimbang-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179647/eks-kepala-bnpt-virus-isis-lebih-mengerikan-ketimbang-korona"/><item><title>Eks Kepala BNPT: Virus ISIS Lebih Mengerikan Ketimbang Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179647/eks-kepala-bnpt-virus-isis-lebih-mengerikan-ketimbang-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179647/eks-kepala-bnpt-virus-isis-lebih-mengerikan-ketimbang-korona</guid><pubDate>Sabtu 07 Maret 2020 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/07/337/2179647/eks-kepala-bnpt-virus-isis-lebih-mengerikan-ketimbang-korona-27SI0kNxOc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Kepala BNPT Ansyaad Mbai di Polemik MNC Trijaya Bertajuk WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan (foto: Okezone/Arie DS) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/07/337/2179647/eks-kepala-bnpt-virus-isis-lebih-mengerikan-ketimbang-korona-27SI0kNxOc.jpg</image><title>Mantan Kepala BNPT Ansyaad Mbai di Polemik MNC Trijaya Bertajuk WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan (foto: Okezone/Arie DS) </title></images><description>JAKARTA - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai menyebut virus paham radikalisme yang disebarkan oleh ISIS lebih berbahaya ketimbang virus korona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di berbagai belahan dunia.

&quot;Ini lebih jauh mengerikan virus ISIS daripada virus korona,&quot; kata Ansyaad Mbai saat menghadiri diskusi Polemik MNCTrijaya bertajuk 'WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan?', di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Istana Pastikan Ratusan ISIS Eks WNI Masih di Suriah&amp;nbsp;

Ansyaad mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak akan memulangkan ratusan mantan Warga Negara Indonesia (WNI) bekas kombatan ISIS ke Indonesia.

&quot;Sikap pemerintah sudah jelas dan kita harus dukung. Ya menurut saya lebih berbahaya virus ISIS radikal ini daripada virus korona,&quot; terangnya.

Menurut Ansyaad, virus korona yang sedang merebak saat ini masih bisa terpantau angka korbannya. Sementara virus paham radikalisme yang disebarkan oleh ISIS, tidak jelas siapa korban yang sudah terpapar.

&quot;Virus korona sudah jelas angkanya korbannya berapa persen, kalau virus radikal ISIS ini, korbannya bangsa kita ini,&quot; katanya.

&quot;Fokus bicara mengapa kita harus begitu waspada virus radikal ISIS ini, saya kira perlu kita ketahui bersama radikalisme ibu kandung terorisme,&quot; sambung dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cegah Eks ISIS Menyelinap, Pemerintah Diminta Awasi &quot;Jalur Tikus&quot; Masuk Indonesia</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai menyebut virus paham radikalisme yang disebarkan oleh ISIS lebih berbahaya ketimbang virus korona (Covid-19) yang saat ini sedang mewabah di berbagai belahan dunia.

&quot;Ini lebih jauh mengerikan virus ISIS daripada virus korona,&quot; kata Ansyaad Mbai saat menghadiri diskusi Polemik MNCTrijaya bertajuk 'WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan?', di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Istana Pastikan Ratusan ISIS Eks WNI Masih di Suriah&amp;nbsp;

Ansyaad mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak akan memulangkan ratusan mantan Warga Negara Indonesia (WNI) bekas kombatan ISIS ke Indonesia.

&quot;Sikap pemerintah sudah jelas dan kita harus dukung. Ya menurut saya lebih berbahaya virus ISIS radikal ini daripada virus korona,&quot; terangnya.

Menurut Ansyaad, virus korona yang sedang merebak saat ini masih bisa terpantau angka korbannya. Sementara virus paham radikalisme yang disebarkan oleh ISIS, tidak jelas siapa korban yang sudah terpapar.

&quot;Virus korona sudah jelas angkanya korbannya berapa persen, kalau virus radikal ISIS ini, korbannya bangsa kita ini,&quot; katanya.

&quot;Fokus bicara mengapa kita harus begitu waspada virus radikal ISIS ini, saya kira perlu kita ketahui bersama radikalisme ibu kandung terorisme,&quot; sambung dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cegah Eks ISIS Menyelinap, Pemerintah Diminta Awasi &quot;Jalur Tikus&quot; Masuk Indonesia</content:encoded></item></channel></rss>
