<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemulangan Anak Yatim-Piatu Eks ISIS Masih Terus Dikaji</title><description>Pihak Istana Negara menyatakan rencana pemulangan anak yatim-piatu mantan anggota ISIS masih dalam pengkajian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179667/pemulangan-anak-yatim-piatu-eks-isis-masih-terus-dikaji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179667/pemulangan-anak-yatim-piatu-eks-isis-masih-terus-dikaji"/><item><title>Pemulangan Anak Yatim-Piatu Eks ISIS Masih Terus Dikaji</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179667/pemulangan-anak-yatim-piatu-eks-isis-masih-terus-dikaji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/07/337/2179667/pemulangan-anak-yatim-piatu-eks-isis-masih-terus-dikaji</guid><pubDate>Sabtu 07 Maret 2020 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/07/337/2179667/pemulangan-anak-yatim-piatu-eks-isis-masih-terus-dikaji-oY8KhAYszK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi terorisme. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/07/337/2179667/pemulangan-anak-yatim-piatu-eks-isis-masih-terus-dikaji-oY8KhAYszK.jpg</image><title>Ilustrasi terorisme. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian, menjelaskan bahwa pihaknya masih mengkaji tingkat keterpaparan paham radikal bagi anak-anak warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota kelompok teroris ISIS untuk dipulangkan ke Tanah Air.
&quot;Kenapa harus dikaji? Karena kita tidak tahu tingkat keterpaparannnya. Artinya, ada yang memang hanya yang ikut saja, ada yang kemungkinan juga sudah terpapar. Ini yang betul-betul harus dipantau,&quot; kata Donny dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan?', di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Ia mengungkapkan pihaknya tidak ingin keputusan yang diambil pemerintah untuk memulangkan anak-anak yatim-piatu mantan ISIS membawa dampak negatif bagi Indonesia. Oleh karena itu, pihak Istana Negara serius mengkaji tingkat keterpaparan anak-anak tersebut.
&quot;Karena kami tidak ingin membawa masalah. Kalau dipulangkan, tentu saja ini aman, clear, dan tidak kemudian menjadi 'api dalam sekam'. Intinya usia di bawah 10 tahun,&quot; jelasnya.
Sejauh ini, kata Donny, belum ada informasi terkini terkait hasil kajian tersebut. Namun memang, sambung dia, negara punya kewajiban dan tanggung jawab agar anak yatim-piatu tersebut tidak telantar di negeri orang.
&quot;Masih dikaji, belum ada update terakhir. Memang ada kebijakan anak-anak yatim-piatu itu akan dipulangkan. Karena mereka tidak menjadi bagian dari gerakan itu dan tanggung jawab negara karena anak telantar yang tidak punya ibu dan ayah. Tetapi masih terus dikaji,&quot; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian, menjelaskan bahwa pihaknya masih mengkaji tingkat keterpaparan paham radikal bagi anak-anak warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota kelompok teroris ISIS untuk dipulangkan ke Tanah Air.
&quot;Kenapa harus dikaji? Karena kita tidak tahu tingkat keterpaparannnya. Artinya, ada yang memang hanya yang ikut saja, ada yang kemungkinan juga sudah terpapar. Ini yang betul-betul harus dipantau,&quot; kata Donny dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk 'WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan?', di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Ia mengungkapkan pihaknya tidak ingin keputusan yang diambil pemerintah untuk memulangkan anak-anak yatim-piatu mantan ISIS membawa dampak negatif bagi Indonesia. Oleh karena itu, pihak Istana Negara serius mengkaji tingkat keterpaparan anak-anak tersebut.
&quot;Karena kami tidak ingin membawa masalah. Kalau dipulangkan, tentu saja ini aman, clear, dan tidak kemudian menjadi 'api dalam sekam'. Intinya usia di bawah 10 tahun,&quot; jelasnya.
Sejauh ini, kata Donny, belum ada informasi terkini terkait hasil kajian tersebut. Namun memang, sambung dia, negara punya kewajiban dan tanggung jawab agar anak yatim-piatu tersebut tidak telantar di negeri orang.
&quot;Masih dikaji, belum ada update terakhir. Memang ada kebijakan anak-anak yatim-piatu itu akan dipulangkan. Karena mereka tidak menjadi bagian dari gerakan itu dan tanggung jawab negara karena anak telantar yang tidak punya ibu dan ayah. Tetapi masih terus dikaji,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
