<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gubernur Ridwan Kamil Minta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Selaras Tangani COVID-19</title><description>Ridwan Kamil memberi arahan kepada 27 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dalam rakor di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jabar</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/09/525/2180754/gubernur-ridwan-kamil-minta-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-kota-selaras-tangani-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/09/525/2180754/gubernur-ridwan-kamil-minta-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-kota-selaras-tangani-covid-19"/><item><title>Gubernur Ridwan Kamil Minta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Selaras Tangani COVID-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/09/525/2180754/gubernur-ridwan-kamil-minta-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-kota-selaras-tangani-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/09/525/2180754/gubernur-ridwan-kamil-minta-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-kota-selaras-tangani-covid-19</guid><pubDate>Senin 09 Maret 2020 22:33 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/09/525/2180754/gubernur-ridwan-kamil-minta-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-kota-selaras-tangani-covid-19-SWkXmcp30s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/09/525/2180754/gubernur-ridwan-kamil-minta-kepala-dinas-pendidikan-kabupaten-kota-selaras-tangani-covid-19-SWkXmcp30s.jpg</image><title>Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi arahan kepada 27 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dalam rapat koordinasi (rakor) di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Senin (9/3/2020).
Rakor juga dihadiri para kepala cabang dinas pendidikan, Dewan Pendidikan Provinsi Jabar, UPTD Tikomdik Dinas Pendidikan, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jabar.
Rakor ini digelar agar langkah yang diambil disdik kabupaten/kota seirama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat yang memang bersumber dari protokol COVID-19 pemerintah pusat.
&amp;ldquo;Kami harap di daerah tidak ada lagi keputusan mahiwal atau beda sendiri tanpa sebuah kesepahaman,&amp;rdquo; ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil memberikan sejumlah langkah pencegahan penularan COVID - 19.

Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona di Indonesia Bertambah Jadi 19 Orang
Langkah preventif tersebut di antaranya meminta kepala disdik agar para kepala sekolah meningkatkan gerakan hidup bersih dan sehat di sekolah, seperti rajin mencuci tangan bagi siswa, guru, dan penghuni sekolah lainnya, menjaga kesehatan tubuh dengan makanan bergizi dan minum vitamin, serta rajin berolah raga.
Emil juga fasilitas mencuci tangan beserta sabun pembersih diperbanyak di sekolah, serta mempersering kerja bakti di lingkungan sekolah yang ditambah dengan penyemprotan disinfektan.
&amp;ldquo;Saya ingin mendengar sekolah-sekolah dalam kendali bapak/ibu (kepala disdik) melakukan gotong royong, pembersihan-pembersihan. Jadi, kita ada respons positif,&amp;rdquo; katanya.Selain pencegahan pertama, Kang Emil juga menginstruksi seluruh  kepala dinas agar sekolah proaktif mengedukasi siswa dan orang tua  terutama yang berkaitan dengan status kesehatan COVID-19 yang sering  menimbulkan kesalahpahaman.
Emil mencontohkan, ada dua kategori  pasien COVID-19, yaitu orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam  pengawasan (PDP). ODP merujuk pada orang dengan sejarah interaksi dengan  orang yang positif korona, atau pernah berkunjung ke negara terpapar  korona, tapi masih sehat dan tidak masuk rumah sakit.
&amp;ldquo;Lalu ada  pasien dalam pengawasan (PDP). Orang ini masuk rumah sakit atau suspect,  nanti hasil tesnya si orang dalam pengawasan ini bisa positif atau  negatif,&amp;rdquo; jelang Emil.
Edukasi ini penting karena bercermin dari  perlakuan diskriminasi kepada salah satu siswa sekolah di Kota Depok  yang orang tuanya bekerja di rumah sakit yang pernah merawat pasien  positif COVID-19.
&amp;ldquo;Tidak boleh ada stigma-stigma yang keliru  terhadap suatu laporan hanya karena gara-gara orang tuanya bekerja di  rumah sakit, terus anaknya kena bully juga, karena datang dari  pengetahuan yang terbatas dari para orang tua. Tapi itu sudah  diselesaikan,&amp;rdquo; tutur Emil.
Dalam hal komunikasi publik, Gubernur  meminta kepala dinas dan kepala sekolah berkoordinasi terlebih dahulu  dengan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar),  atau Pikobar di kabupaten/kota masing-masing sebelum mengeluarkan  pernyataan ke publik melalui media massa.
Gubernur juga meminta  kepala dinas agar mengerem kegiatan sekolah studi banding ke luar  provinsi dan luar negeri, atau perjalanan dinas lain yang sifatnya  menguras fisik. Begitu pula kegiatan luar ruangan agar digeser ke  semester depan.
&amp;ldquo;Lalu hindari keramaian-keramaian yang anak siswa  didik itu harus berkelompok dalam satu kegiatan, saling berdampingan,  dan berinteraksi secara fisik. Karena penyebaran virus ini banyak lewat  cipratan seperti orang batuk, bersin,&amp;rdquo; imbuhnya.
Gubernur menilai  dari situasi saat ini plus penanganan yang dilakukan pemerintah pusat,  kegiatan belajar mengajar di sekolah masih memungkinkan dilaksanakan. &amp;ldquo;  Hingga kini belum ada urgensi untuk meliburkan sekolah,&amp;rdquo; ucap Emil.</description><content:encoded>BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi arahan kepada 27 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dalam rapat koordinasi (rakor) di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Senin (9/3/2020).
Rakor juga dihadiri para kepala cabang dinas pendidikan, Dewan Pendidikan Provinsi Jabar, UPTD Tikomdik Dinas Pendidikan, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jabar.
Rakor ini digelar agar langkah yang diambil disdik kabupaten/kota seirama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat yang memang bersumber dari protokol COVID-19 pemerintah pusat.
&amp;ldquo;Kami harap di daerah tidak ada lagi keputusan mahiwal atau beda sendiri tanpa sebuah kesepahaman,&amp;rdquo; ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil memberikan sejumlah langkah pencegahan penularan COVID - 19.

Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona di Indonesia Bertambah Jadi 19 Orang
Langkah preventif tersebut di antaranya meminta kepala disdik agar para kepala sekolah meningkatkan gerakan hidup bersih dan sehat di sekolah, seperti rajin mencuci tangan bagi siswa, guru, dan penghuni sekolah lainnya, menjaga kesehatan tubuh dengan makanan bergizi dan minum vitamin, serta rajin berolah raga.
Emil juga fasilitas mencuci tangan beserta sabun pembersih diperbanyak di sekolah, serta mempersering kerja bakti di lingkungan sekolah yang ditambah dengan penyemprotan disinfektan.
&amp;ldquo;Saya ingin mendengar sekolah-sekolah dalam kendali bapak/ibu (kepala disdik) melakukan gotong royong, pembersihan-pembersihan. Jadi, kita ada respons positif,&amp;rdquo; katanya.Selain pencegahan pertama, Kang Emil juga menginstruksi seluruh  kepala dinas agar sekolah proaktif mengedukasi siswa dan orang tua  terutama yang berkaitan dengan status kesehatan COVID-19 yang sering  menimbulkan kesalahpahaman.
Emil mencontohkan, ada dua kategori  pasien COVID-19, yaitu orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam  pengawasan (PDP). ODP merujuk pada orang dengan sejarah interaksi dengan  orang yang positif korona, atau pernah berkunjung ke negara terpapar  korona, tapi masih sehat dan tidak masuk rumah sakit.
&amp;ldquo;Lalu ada  pasien dalam pengawasan (PDP). Orang ini masuk rumah sakit atau suspect,  nanti hasil tesnya si orang dalam pengawasan ini bisa positif atau  negatif,&amp;rdquo; jelang Emil.
Edukasi ini penting karena bercermin dari  perlakuan diskriminasi kepada salah satu siswa sekolah di Kota Depok  yang orang tuanya bekerja di rumah sakit yang pernah merawat pasien  positif COVID-19.
&amp;ldquo;Tidak boleh ada stigma-stigma yang keliru  terhadap suatu laporan hanya karena gara-gara orang tuanya bekerja di  rumah sakit, terus anaknya kena bully juga, karena datang dari  pengetahuan yang terbatas dari para orang tua. Tapi itu sudah  diselesaikan,&amp;rdquo; tutur Emil.
Dalam hal komunikasi publik, Gubernur  meminta kepala dinas dan kepala sekolah berkoordinasi terlebih dahulu  dengan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar),  atau Pikobar di kabupaten/kota masing-masing sebelum mengeluarkan  pernyataan ke publik melalui media massa.
Gubernur juga meminta  kepala dinas agar mengerem kegiatan sekolah studi banding ke luar  provinsi dan luar negeri, atau perjalanan dinas lain yang sifatnya  menguras fisik. Begitu pula kegiatan luar ruangan agar digeser ke  semester depan.
&amp;ldquo;Lalu hindari keramaian-keramaian yang anak siswa  didik itu harus berkelompok dalam satu kegiatan, saling berdampingan,  dan berinteraksi secara fisik. Karena penyebaran virus ini banyak lewat  cipratan seperti orang batuk, bersin,&amp;rdquo; imbuhnya.
Gubernur menilai  dari situasi saat ini plus penanganan yang dilakukan pemerintah pusat,  kegiatan belajar mengajar di sekolah masih memungkinkan dilaksanakan. &amp;ldquo;  Hingga kini belum ada urgensi untuk meliburkan sekolah,&amp;rdquo; ucap Emil.</content:encoded></item></channel></rss>
