<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Sakit Penanganan Korona di Pulau Galang Ditargetkan Selesai Akhir Maret 2020</title><description>Selain rumah sakit untuk menangani penyakit menular seperti Covid-19, juga dibangun fasilitas pendukung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2180990/rumah-sakit-penanganan-korona-di-pulau-galang-ditargetkan-selesai-akhir-maret-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2180990/rumah-sakit-penanganan-korona-di-pulau-galang-ditargetkan-selesai-akhir-maret-2020"/><item><title>Rumah Sakit Penanganan Korona di Pulau Galang Ditargetkan Selesai Akhir Maret 2020</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2180990/rumah-sakit-penanganan-korona-di-pulau-galang-ditargetkan-selesai-akhir-maret-2020</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2180990/rumah-sakit-penanganan-korona-di-pulau-galang-ditargetkan-selesai-akhir-maret-2020</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/337/2180990/rumah-sakit-penanganan-korona-di-pulau-galang-ditargetkan-selesai-akhir-maret-2020-sJvQCv5Z1Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/337/2180990/rumah-sakit-penanganan-korona-di-pulau-galang-ditargetkan-selesai-akhir-maret-2020-sJvQCv5Z1Y.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyiapkan pembangunan fasilitas observasi, penampungan, karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular utamanya virus korona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun di bekas kamp pengungsi Vietnam tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.

&amp;ldquo;Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi, penampungan, karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter, perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain. Sekarang sudah mulai land clearing, pasokan listrik dari PLN juga akan segera kita sambungkan,&amp;rdquo; kata Basuki seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Selasa (10/3/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Ex Camp Vietnam di Batam Bakal Jadi RS Penanganan Korona untuk 1.000 Pasien
Pada tahap awal akan dibangun 2 bangunan bertingkat 2, yang terdiri dari fasilitas observasi, penampungan, karantina termasuk isolasi. Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.
&amp;nbsp;
Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kata Basuki, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

&amp;ldquo;Bekas Rumah Sakit yang ada di sini masih bisa kita manfaatkan. Saya lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter, tenaga medis, dapur, dan laundry,&amp;rdquo; ujar Basuki.
Menteri PUPR mengatakan anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT. Wijaya Karya (Persero) dan PT. Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya.
Basuki mengatakan untuk menyediakan air baku, telah disiapkan 4 alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang dengan debit 232 liter per detik berjarak 16 Km, Embung Camp Vietnam 0,11 liter per detik berjarak 1,6 Km, Embung Setotok 1,5 liter per detik berjarak 35 Km, dan Waduk Sei Gong 400 liter per detik berjarak 4,1 Km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau.

&amp;ldquo;Untuk menunjang fasilitas observasi dan isolasi, kami akan bangun instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 5 liter per detik yang bersumber dari Waduk Monggak Rempang,&amp;rdquo; ujar Basuki.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menyiapkan pembangunan fasilitas observasi, penampungan, karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular utamanya virus korona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun di bekas kamp pengungsi Vietnam tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.

&amp;ldquo;Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi, penampungan, karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter, perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain. Sekarang sudah mulai land clearing, pasokan listrik dari PLN juga akan segera kita sambungkan,&amp;rdquo; kata Basuki seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Selasa (10/3/2020).
&amp;nbsp;Baca juga: Ex Camp Vietnam di Batam Bakal Jadi RS Penanganan Korona untuk 1.000 Pasien
Pada tahap awal akan dibangun 2 bangunan bertingkat 2, yang terdiri dari fasilitas observasi, penampungan, karantina termasuk isolasi. Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.
&amp;nbsp;
Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kata Basuki, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

&amp;ldquo;Bekas Rumah Sakit yang ada di sini masih bisa kita manfaatkan. Saya lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter, tenaga medis, dapur, dan laundry,&amp;rdquo; ujar Basuki.
Menteri PUPR mengatakan anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT. Wijaya Karya (Persero) dan PT. Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya.
Basuki mengatakan untuk menyediakan air baku, telah disiapkan 4 alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang dengan debit 232 liter per detik berjarak 16 Km, Embung Camp Vietnam 0,11 liter per detik berjarak 1,6 Km, Embung Setotok 1,5 liter per detik berjarak 35 Km, dan Waduk Sei Gong 400 liter per detik berjarak 4,1 Km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau.

&amp;ldquo;Untuk menunjang fasilitas observasi dan isolasi, kami akan bangun instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 5 liter per detik yang bersumber dari Waduk Monggak Rempang,&amp;rdquo; ujar Basuki.

</content:encoded></item></channel></rss>
