<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Temukan Handphone di Sel Imam Nahrawi</title><description>Handphone itu ditemukan petugas KPK dalam keadaan sudah mati atau rusak</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2181311/kpk-temukan-handphone-di-sel-imam-nahrawi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2181311/kpk-temukan-handphone-di-sel-imam-nahrawi"/><item><title>KPK Temukan Handphone di Sel Imam Nahrawi</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2181311/kpk-temukan-handphone-di-sel-imam-nahrawi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/10/337/2181311/kpk-temukan-handphone-di-sel-imam-nahrawi</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/337/2181311/kpk-temukan-handphone-di-sel-imam-nahrawi-zDCk0RtYbV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Menpora Imam Nahrawi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/337/2181311/kpk-temukan-handphone-di-sel-imam-nahrawi-zDCk0RtYbV.jpg</image><title>Mantan Menpora Imam Nahrawi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan telepon genggam atau handphone saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dalam sel terdakwa Imam Nahrawi. Handphone itu ditemukan petugas KPK dalam keadaan sudah mati atau rusak.
Sidak tersebut dilakukan KPK setelah mengantongi adanya informasi unggahan status dari aplikasi Whatsapp atasnama Imam Nahrawi. Padahal, Imm Nahrawi saat ini sedang menjalani masa penahanan sebagai terdakwa.
&quot;Hari Jumat, petugas Rutan melakukan sidak ke dalam rutan dan kemudian saat itu memang menemukan ada alat bukti elektronik berupa handphone yang sudah mati,&quot; kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020).
KPK kemudian mengonfirmasi hasil temuan itu ke Imam Nahrawi. Kepada petugas KPK, Imam Nahrawi berkelit dan menyangkal telah menggunakan handphone selama menjalani masa penahanan.
&quot;Sampai informasi terakhir yang kami terima, tidak mengakui bahwa yang bersangkutan telah menggunakan handphone dan mengunggah status di WA-nya,&quot; kata Ali.

Baca Juga: Istri Eks Menpora Imam Nahrawi Kembali Dipanggil KPK
Petugas Rutan, kata Ali, kemudian bekerjasama dengan tim forensik KPK untuk membuka isi handphone yang ditemuan dalam keadaan mati tersebut. Hal itu, untuk memastikan pernyataan Imam Nahrawi yang mengaklaim tidak menggunakan handphone di dalam rutan.
&quot;Dari pihak karutan sampai saat ini masih bekerja sama dengan divisi forensik di KPK untuk melihat isi HP yang saat ditemukan sudah dalam keadaan mati dan tentu kemudian melakukan pemeriksaan juga kepada terdakwa Imam Nahrawi yang sempat sampai hari ini masih tidak mengakui bahwa yang bersangkutan yang mengupload atau yang mengunggah status dari WhatsApp tersebut,&quot; bebernya.Imam Nahrawi merupakan terdakwa perkara dugaan suap dan gratifikasi  terkait proses percepatan penyaluran dana hibah untuk KONI. Selama  menjalani proses persidangan, mantan Menpora tersebut dilakukan  penahanan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta.
&quot;Perlu kami  sampaikan bahwa di rutan KPK yang kemudian Imam Nahrawi ditahan ada di  rutan pomdam Jaya Guntur, itu tentunya di sana apa sudah dilakukan  pemeriksaan pemeriksaan sesungguhnya, ada SOP, kemudian juga ada  berlapis-lapis tempat, baik itu pengunjung maupun terdakwa yang keluar  masuk karena berobat dan persidangan,&quot; ucap Ali.
&quot;Oleh karena itu,  sampai hari ini masih dilakukan pendalaman dari pihak Karutan untuk  melakukan pemeriksaan terkait dengan informasi yang kami terima terkait  dengan unggahan status WhatsApp dari terdakwa imam nahrawi,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan telepon genggam atau handphone saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dalam sel terdakwa Imam Nahrawi. Handphone itu ditemukan petugas KPK dalam keadaan sudah mati atau rusak.
Sidak tersebut dilakukan KPK setelah mengantongi adanya informasi unggahan status dari aplikasi Whatsapp atasnama Imam Nahrawi. Padahal, Imm Nahrawi saat ini sedang menjalani masa penahanan sebagai terdakwa.
&quot;Hari Jumat, petugas Rutan melakukan sidak ke dalam rutan dan kemudian saat itu memang menemukan ada alat bukti elektronik berupa handphone yang sudah mati,&quot; kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020).
KPK kemudian mengonfirmasi hasil temuan itu ke Imam Nahrawi. Kepada petugas KPK, Imam Nahrawi berkelit dan menyangkal telah menggunakan handphone selama menjalani masa penahanan.
&quot;Sampai informasi terakhir yang kami terima, tidak mengakui bahwa yang bersangkutan telah menggunakan handphone dan mengunggah status di WA-nya,&quot; kata Ali.

Baca Juga: Istri Eks Menpora Imam Nahrawi Kembali Dipanggil KPK
Petugas Rutan, kata Ali, kemudian bekerjasama dengan tim forensik KPK untuk membuka isi handphone yang ditemuan dalam keadaan mati tersebut. Hal itu, untuk memastikan pernyataan Imam Nahrawi yang mengaklaim tidak menggunakan handphone di dalam rutan.
&quot;Dari pihak karutan sampai saat ini masih bekerja sama dengan divisi forensik di KPK untuk melihat isi HP yang saat ditemukan sudah dalam keadaan mati dan tentu kemudian melakukan pemeriksaan juga kepada terdakwa Imam Nahrawi yang sempat sampai hari ini masih tidak mengakui bahwa yang bersangkutan yang mengupload atau yang mengunggah status dari WhatsApp tersebut,&quot; bebernya.Imam Nahrawi merupakan terdakwa perkara dugaan suap dan gratifikasi  terkait proses percepatan penyaluran dana hibah untuk KONI. Selama  menjalani proses persidangan, mantan Menpora tersebut dilakukan  penahanan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta.
&quot;Perlu kami  sampaikan bahwa di rutan KPK yang kemudian Imam Nahrawi ditahan ada di  rutan pomdam Jaya Guntur, itu tentunya di sana apa sudah dilakukan  pemeriksaan pemeriksaan sesungguhnya, ada SOP, kemudian juga ada  berlapis-lapis tempat, baik itu pengunjung maupun terdakwa yang keluar  masuk karena berobat dan persidangan,&quot; ucap Ali.
&quot;Oleh karena itu,  sampai hari ini masih dilakukan pendalaman dari pihak Karutan untuk  melakukan pemeriksaan terkait dengan informasi yang kami terima terkait  dengan unggahan status WhatsApp dari terdakwa imam nahrawi,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
