<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Siti Patimah Pulang Umrah Tak Ada yang Jenguk Gegara Virus Korona</title><description>Siti pulang dari Tanah Suci, Jumat 28 Februari 2020, sehari setelah keluarnya kebijakan penyetopan sementara umrah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181062/cerita-siti-patimah-pulang-umrah-tak-ada-yang-jenguk-gegara-virus-korona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181062/cerita-siti-patimah-pulang-umrah-tak-ada-yang-jenguk-gegara-virus-korona"/><item><title>Cerita Siti Patimah Pulang Umrah Tak Ada yang Jenguk Gegara Virus Korona</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181062/cerita-siti-patimah-pulang-umrah-tak-ada-yang-jenguk-gegara-virus-korona</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181062/cerita-siti-patimah-pulang-umrah-tak-ada-yang-jenguk-gegara-virus-korona</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Wisnu Yusep</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/338/2181062/cerita-siti-patimah-pulang-umrah-tak-ada-yang-jenguk-gegara-virus-korona-i4aWiZg8kb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Patimah (paling kiri, mengenakan jaket biru). Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/338/2181062/cerita-siti-patimah-pulang-umrah-tak-ada-yang-jenguk-gegara-virus-korona-i4aWiZg8kb.jpg</image><title>Siti Patimah (paling kiri, mengenakan jaket biru). Foto: Istimewa</title></images><description>BEKASI &amp;ndash; Orang sepulang umrah atau haji biasanya akan dikunjungi warga, teman maupun saudara. Tapi tidak seperti itu yang dirasakan Siti Patimah (39), warga Margahayu RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur ini.
Siti pulang dari Tanah Suci, Jumat 28 Februari 2020, sehari setelah keluarnya kebijakan penyetopan sementara umrah oleh Pemerintah Arab Saudi, akibat merebaknya korona (Covid-19).
Alhasil, taka da keluarga, teman kantor atau tetangga yang menyambut Siti. &quot;Ada semacam hal yang membuat saya terkucilkan, bagaimana enggak, orang saya pulang enggak ada satu pun yang datang, suami saja nyambunya bagaimana gitu,&quot; kata Siti kepada Okezone, Selasa (10/3/2020).
Meski merasa dikucilkan, Siti dapat mengerti karena virus jenis baru itu membuat masyarakat waswas. Apalagi saat pulang kondisinya sedang flu.
&quot;Apalagi, saya pulang dari umrah sempat sakit flu, seperti gejala-gejala virus itu. Karena memang saya flu, dan sempat berobat di Tanah Suci,&quot; kata dia.
Baca juga: Kemenkominfo Temukan 187 Berita Hoaks Terkait Virus Korona
Tak hanya itu, teman kantor juga sempat melarangnya untuk langsung masuk bekerja. Padahal menurutnya, flu yang dideritanya karena perubahan cuaca, bukan karena virus yang melanda ke berbagai negara itu
&quot;Saya merasa gimana gitu, pas diminta untuk tidak bekerja, saya kan punya tanggung jawab, karena saya masih bekerja, saya sempat marah,&quot; ucapnya.
Siti mau tak mau harus menuruti permintaan kantor untuk lebih dulu istirahat di rumah selama 14 hari. &quot;Temen-temen kantor maupun bos meminta saya, agar istrahat terlebih dulu, saya kan enggak enak sudah dapat libur banyak, ini ditambah lagi, cuma mau gimana lagi, ambil hikmahnya saja,&quot; kata dia.</description><content:encoded>BEKASI &amp;ndash; Orang sepulang umrah atau haji biasanya akan dikunjungi warga, teman maupun saudara. Tapi tidak seperti itu yang dirasakan Siti Patimah (39), warga Margahayu RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur ini.
Siti pulang dari Tanah Suci, Jumat 28 Februari 2020, sehari setelah keluarnya kebijakan penyetopan sementara umrah oleh Pemerintah Arab Saudi, akibat merebaknya korona (Covid-19).
Alhasil, taka da keluarga, teman kantor atau tetangga yang menyambut Siti. &quot;Ada semacam hal yang membuat saya terkucilkan, bagaimana enggak, orang saya pulang enggak ada satu pun yang datang, suami saja nyambunya bagaimana gitu,&quot; kata Siti kepada Okezone, Selasa (10/3/2020).
Meski merasa dikucilkan, Siti dapat mengerti karena virus jenis baru itu membuat masyarakat waswas. Apalagi saat pulang kondisinya sedang flu.
&quot;Apalagi, saya pulang dari umrah sempat sakit flu, seperti gejala-gejala virus itu. Karena memang saya flu, dan sempat berobat di Tanah Suci,&quot; kata dia.
Baca juga: Kemenkominfo Temukan 187 Berita Hoaks Terkait Virus Korona
Tak hanya itu, teman kantor juga sempat melarangnya untuk langsung masuk bekerja. Padahal menurutnya, flu yang dideritanya karena perubahan cuaca, bukan karena virus yang melanda ke berbagai negara itu
&quot;Saya merasa gimana gitu, pas diminta untuk tidak bekerja, saya kan punya tanggung jawab, karena saya masih bekerja, saya sempat marah,&quot; ucapnya.
Siti mau tak mau harus menuruti permintaan kantor untuk lebih dulu istirahat di rumah selama 14 hari. &quot;Temen-temen kantor maupun bos meminta saya, agar istrahat terlebih dulu, saya kan enggak enak sudah dapat libur banyak, ini ditambah lagi, cuma mau gimana lagi, ambil hikmahnya saja,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
