<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD di Kota Bogor</title><description>Dinkes Kota Bogor mencatat sebanyak 4 orang meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD).</description><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181169/4-orang-meninggal-dunia-akibat-dbd-di-kota-bogor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181169/4-orang-meninggal-dunia-akibat-dbd-di-kota-bogor"/><item><title>4 Orang Meninggal Dunia Akibat DBD di Kota Bogor</title><link>https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181169/4-orang-meninggal-dunia-akibat-dbd-di-kota-bogor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2020/03/10/338/2181169/4-orang-meninggal-dunia-akibat-dbd-di-kota-bogor</guid><pubDate>Selasa 10 Maret 2020 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/10/338/2181169/4-orang-meninggal-dunia-akibat-dbd-di-kota-bogor-fKDcuUCDWk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penderita DBD di Kabupaten/Kota Bogor, Jawa Barat, Saat Jalani Perwatan (foto: Okezone/Putra RA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/10/338/2181169/4-orang-meninggal-dunia-akibat-dbd-di-kota-bogor-fKDcuUCDWk.jpg</image><title>Penderita DBD di Kabupaten/Kota Bogor, Jawa Barat, Saat Jalani Perwatan (foto: Okezone/Putra RA)</title></images><description>BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat sebanyak 4 orang meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah tersebut terhitung sejak Januari hingga Maret 2020.

&quot;Ada beberapa laporan yang meninggal. Januari satu orang, Februari satu orang, Maret dua orang, jadi total ada empat kematian (akibat DBD),&quot; kata Plt Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;87 Warga Tangsel Terserang DBD, 2 Orang Meninggal&amp;nbsp;
Keempat korban meninggal tersebut, tersebar di tiga wilayah kecamatan yakni Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Selatan. Mereka berusia antara 4 sampai 5 tahun.

&quot;Kita memang menjadi daerah yang selalu diserang DBD ya, setiap tahun ada. Penyebarannya masih mengamati di mana saja. Kalau berkaca tahun lalu itu dari Bogor Selatan dan Bogor Barat,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Meski demikian, lanjut Sri, jumlah tersebut tergolong mengalami penurunan dari tahun sebelumnya di bulan yang sama. Pada Januari-Maret 2019, korban meninggal dunia karena DBD mencapai 10 orang.

&quot;Tahun 2019 dengan bulan yang sama itu 409 kasus DBD, korban meninggal 10 orang. Kalau 2020 total 120 kasus, korban meninggal 4 orang. Artinya masih jauh dibawah jika dibandingkan tahun lalu,&quot; jelas Sri.

Oleh karena itu, pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kota Bogor. Namun, Sri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat terutama menjaga lingkungan.

&quot;Mulai sekarang kita jangan tertutup isu Covid-19, karena DBD lebih berbahaya. Sehingga peningkatan PSN harus kembali digalakkan lagi. Kemarin sudah dimulai dari kecamatan dan Puskesmas,&quot; tutupnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cegah Jentik Nyamuk DBD, Dinkes Kota Bengkulu Minta Warga Pelihara Ikan Cupang</description><content:encoded>BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat sebanyak 4 orang meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah tersebut terhitung sejak Januari hingga Maret 2020.

&quot;Ada beberapa laporan yang meninggal. Januari satu orang, Februari satu orang, Maret dua orang, jadi total ada empat kematian (akibat DBD),&quot; kata Plt Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, Selasa (10/3/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;87 Warga Tangsel Terserang DBD, 2 Orang Meninggal&amp;nbsp;
Keempat korban meninggal tersebut, tersebar di tiga wilayah kecamatan yakni Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Selatan. Mereka berusia antara 4 sampai 5 tahun.

&quot;Kita memang menjadi daerah yang selalu diserang DBD ya, setiap tahun ada. Penyebarannya masih mengamati di mana saja. Kalau berkaca tahun lalu itu dari Bogor Selatan dan Bogor Barat,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Meski demikian, lanjut Sri, jumlah tersebut tergolong mengalami penurunan dari tahun sebelumnya di bulan yang sama. Pada Januari-Maret 2019, korban meninggal dunia karena DBD mencapai 10 orang.

&quot;Tahun 2019 dengan bulan yang sama itu 409 kasus DBD, korban meninggal 10 orang. Kalau 2020 total 120 kasus, korban meninggal 4 orang. Artinya masih jauh dibawah jika dibandingkan tahun lalu,&quot; jelas Sri.

Oleh karena itu, pihaknya belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kota Bogor. Namun, Sri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat terutama menjaga lingkungan.

&quot;Mulai sekarang kita jangan tertutup isu Covid-19, karena DBD lebih berbahaya. Sehingga peningkatan PSN harus kembali digalakkan lagi. Kemarin sudah dimulai dari kecamatan dan Puskesmas,&quot; tutupnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cegah Jentik Nyamuk DBD, Dinkes Kota Bengkulu Minta Warga Pelihara Ikan Cupang</content:encoded></item></channel></rss>
